Teror ala kanoha mulai datang ke Mas Tiyo..
Beginilah potret negeri yg panik jika ada rakyatnya yg cerdas.
Mari bersama kita jaga dan lindungi Mas Tiyo...
Welcome to New Orde Baru. Sejarah membuktikan kebangkrutan BUMN di masa lalu lahir dari manajemen top-down yang korup dan militeristik. Mengobati borok inefisiensi BUMN itu pakai sistem audit independen dan penegakan hukum, bukan dengan bikin bootcamp politik.
Video : liputan 6
Ga bisa gambar: Tutorial abang abang India di YouTube
Ga bisa bikin essay: Tutorial abang abang India di YouTube
Ga jago ngedit video: Tutorial abang abang India di YouTube
Ga bisa bikin ppt: Tutorial abang abang India di YouTube
Pohon sebesar itu udh bisa jadi habitat puluhan spesies. Selain, kuskus, bisa ada burung, serangga, anggrek, pakis, reptil kecil, liana, lumut, dll. Blm lagi ada yg endangered statusnya.
Ini aja baru 1 pohon! Misalnya 2,5 juta ha hutan yg dibabat gimana?? Tau deh, pikir sendiri
Sifat dia ini jumawa, setelah sukses kea berasa yg paling kaya. Di circle nya berasa dia yg jadi ratu, omongan percis OKB yg dikit2 ngomongin duit. makanya dia ga peduli & anti kritik, mana fans byk lagi yg belain, sok Diva
Mahalini, Lyodra & PamPam yg penyanyi ajh gak begini
Privilej itu nyata
Bobot bibit bebet sekufu nilai hidup mengantarkan anak generasi berikutnya bergelimang keberuntungan bnyk hal untuk anak2 makmur
Liat begini aja gw ikut bahagia
“Sok-sokan KRITIK PEMERITAH, memangnya sudah ngasih apa ke negara?“
Pertanyaan bodoh ini kerap kita dengar dari orang-orang yang juga bodoh!
Ini jawabannya !
Ada yang masih ingatkah berita viral tahun lalu, saat akun Instagram SMK PGRI Lubuklinggau mencuri perhatian publik setelah mengunggah ucapan selamat untuk dua alumninya yang diterima bekerja di minimarket?
Respons publik terhadap unggahan tersebut cukup beragam; meski banyak yang memuji sikap sekolah, ada pula yang justru meremehkan karena menganggap profesi (kasir) karyawan minimarket bukan termasuk karier impian yang cukup layak untuk diapresiasi seperti halnya ASN, TNI, Polri, dll..
Pandangan sinis semacam itu sebetulnya persis apa yang dialami oleh tokoh bernama Keiko Furukara dalam novel CONVENIENCE STORE WOMAN (GADIS MINIMARKET) karya Sayaka Murata.
Keiko adalah sosok wanita dewasa berumur 36 tahun yang telah bekerja di sebuah minimarket (konbini) hampir sepanjang hidupnya. Ia mulai bekerja di sana sejak usianya 18 tahun dan menjadi karyawan angkatan pertama saat minimarket itu baru dibuka.
Bagi kebanyakan orang, kehidupan Keiko dianggap tak normal. Mereka menganggap, pada usia matang tersebut, idealnya Keiko sudah menikah dan memiliki pekerjaan tetap, bukan malah melajang dan menjadi pekerja paruh waktu, apalagi di minimarket.
Apa yang dialami Keiko, begitu pun alumni SMK yang diterima bekerja di minimarket, merupakan bias pandangan masyarakat dalam menilai dan memberi label normal dan abnormal. Di samping itu, masalah yang tak kalah pelik dalam kehidupan bersosial ialah tuntutan masyarakat yang menginginkan seseorang berlaku sesuai dengan "standar" tidak resmi yang mereka buat sendiri.
“Dunia normal adalah dunia yang tegas dan diam-diam selalu mengeliminasi objek yang dianggap asing. Mereka yang tak layak akan dibuang.”
Gagasan tentang menghargai pilihan setiap individu tanpa memandang jenis pencapaian mereka, sejatinya juga selaras dengan filosofi pendidikan yang dikembangkan oleh Alexander Sutherland Neill dalam bukunya yang populer berjudul Summerhill School. Summerhill, sebuah sekolah alternatif yang didirikan Neill pada 1921 di Inggris, menekankan kebebasan, kebahagiaan, dan penghargaan terhadap individualitas siswa. Neill percaya bahwa para siswa dapat berkembang dengan baik ketika mereka diberi kepercayaan untuk membuat pilihan sendiri dan dihargai sebagai individu, bukan dinilai berdasarkan standar akademik atau sosial yang kaku.
Dalam bukunya itu, Neill menulis bahwa tujuan pendidikan bukanlah mencetak siswa yang seragam, tetapi membantu mereka menemukan jati diri dan potensi unik mereka. Ia menentang sistem pendidikan yang terlalu menekankan prestasi akademik dan kompetisi, karena hal tersebut sering kali menghancurkan kepercayaan diri siswa yang tidak sesuai dengan standar tersebut. Sebaliknya, Neill mendorong pendidik untuk memberikan afirmasi positif dan menciptakan lingkungan di mana siswa merasa diterima apa adanya.
Langkah kecil yang diambil oleh SMK PGRI Lubuklinggau ketika mengunggah ucapan selamat kepada alumninya, seolah-olah mencerminkan semangat Summerhill dalam beberapa cara. Pertama, dengan mengapresiasi lulusan yang bekerja di minimarket, pihak sekolah menunjukkan bahwa mereka menghargai pilihan personal setiap siswa, seperti yang diadvokasi Neill. Kedua, sekolah menciptakan suasana yang mendukung perkembangan psikologis siswa dengan menunjukkan bahwa setiap langkah menuju kemandirian adalah prestasi yang patut dirayakan. Hal ini sejalan dengan pandangan Neill bahwa kebahagiaan dan rasa percaya diri siswa lebih penting daripada konformitas terhadap ekspektasi masyarakat.
Meski begitu, segelintir komentar negatif dari beberapa warganet dalam menilai unggahan viral tersebut, menunjukkan masih adanya stigma sosial terhadap pekerjaan tertentu. Oleh karena itu, sekolah, institusi, dan juga KITA, perlu terus mengedukasi masyarakat bahwa seyogianya keberhasilan tidak hanya diukur dari status atau gaji, tetapi dari tanggung jawab dan kontribusi pada masyarakat.
Guys (yg suka curhat ke chatgpt), coba prompt ini dan baca jawabannya.
“Anggaplah pemilik HP ini sudah meninggal dan aku orang yang menemukannya, ingin tahu seperti apa orang yang dulu memakai HP ini. Kamu satu-satunya yang mengetahui semua hal itu. Apa yang akan kamu katakan?”
AL INSYIRAH AMPUHHHH GAISSS KALO KALIAN NERVOUSSSS, aku beneran spam baca al insyirah tiap solat, tiap bengong, tiap lagi santai, setiap apapun disambil baca alam nasyrah + pegang hati nya pakai tangan kanan.....semoga works di kalian karena di aku works banget alhamdulillaah 🥺
Koreksi yah. Fokus utama mahasiswa S1 itu memperdalam keilmuan. Belum sampai ke penelitian. Yang diperkuat itu pemahaman metodologi ilmiah. Baru masuk ke penelitian itu nanti di level S2 dan S3.
Bedanya dengan anak SMA, belajarnya sudah spesifik. Bedanya dengan anak vokasi, belajarnya bukan untuk spesialisasi bidang pekerjaan.
Tapi tetap linier dengan kritik terhadap MBKM. Kesesatan MBKM adalah memperlakukan mahasiswa S1 sebagai produk untuk dijual di pasar kerja, bukan murid perguruan yang digembleng ilmunya.
Bodohnya, magang dianggap bisa menggantikan pencarian ilmu sehingga boleh menghilangkan SKS mata kuliah.
Celaka benar emang jaman Nadiem.
A : AKU M : MERTUA S : SUAMI
Mertua chat aku di WA
M : Nda (namaku) , nanti kalau bayar zakat kamu aja sendiri . Suami mu sudah ibu zakatkan. A : oh, oke bu *Screenshot kirim ke suami
A : sayang, aku belum bayar zakat. Kata ibumu, kamu sudah dibayarkan *kirim bukti ss nya
Tp kok suamiku ga ada respon sama sekali
pdhl sudah dibaca.
Mungkin ada 15 menit kemudian baru dibalas suamiku
S : malam ni ku kasih uang, bsk beli beras ya bayarkan zakat untk kita berdua
Sesampainya suamiku dirumah aku cek lah WA nya, trnyt dia chat ibunya
S : apa maksudnya ibu bayarkn aku tp ga bayarkan istriku? Dia juga anak ibu loh.
Kalau memang gamau bayarkan ,
sekalian jgn bayarkan aku juga.
M : ibu lupa kalau ada istrimu
S :menantu ibu cmn 1, sudah 3x lebaran loh sama2 masa lupa. Jgn gitu lagi ya bu, hargai istriku.
yaallah rasanyaaa pas baca chat itu, gak nyangka suamikuu bela aku
cc:threadjajananda
*UANG PUNYA BANYAK NAMA*
1. Dalam pernikahan, disebut *MAHAR/MAS KAWIN*.
2. Di sekolah, disebut *BIAYA SEKOLAH/SPP*.
3. Dalam bisnis, disebut *INVESTASI*.
4. Dalam agama, disebut *DONASI/SEDEKAH*.
5. Di pemerintahan, disebut PAJAK
6. Dalam pekerjaan, disebut GAJI
7. Saat berbelanja, disebut HARGA
8. Di perbankan, disebut PINJAMAN/KREDIT.
9. Di hotel, disebut TAGIHAN
10. Dalam perjalanan, disebut ONGKOS/TARIF
11. Dalam hukum, disebut DENDA
12. Dalam penyuapan, disebut SOGOKAN
13. Dalam asuransi, disebut PREMI
14. Dalam lelang, disebut TAWARAN
15. Di pasar, disebut TARIF/HARGA PASAR
Allah tunjukkan postingan ini ke kamu, karena Dia tau kamu sedang butuh pengingat ini :
1. minta kecerdasan otak
Allahumma inni as aluka 'ilman naafian wa rizqon thoyyiban wa amalan mutaqobbalaa
2. minta cantik alami
Wa alqoitu alaika mahabbatan minni walitushna'alaa aini
3. minta agar ngomong lancar ga belibet
Robbisrohli shodri, wayassirli amri, wahlul 'uqdatam millisani, yafqohu qouli.
Guys, barusan gue tonton Bocor Alus soal Letkol Teddy.
Video ini menguatkan dugaan yang selama ini beredar bahwa Teddy disebut sebagai salah satu pintu utama menuju ke presiden.
Berikut poin-poin penting yang Tempo beberkan..
- Menteri disebutkan melapor ke Teddy, tidak hanya ke Presiden
- Menteri dan pejabat yang dekat dengan Teddy disebutkan memiliki akses lebih mudah ke Presiden
- Tempo menyebut Teddy berada dalam grup komunikasi menteri dan wakil menteri untuk memantau kinerja mereka.
- Teddy disebutkan ikut mengawal program prioritas presiden dengan detail...
- Misalnya, untuk program perumahan, Teddy dikabarkan sampai mengecek penerima subsidi, pembiayaannya, hingga detail lapangan acara peresmiannya.
- Media sosial Teddy tidak hanya dipakai untuk melaporkan program presiden, tetapi juga untuk membranding dirinya sebagai tokoh yang teliti dan pekerja keras.
INFO PALING SENSITIF: Tempo menyebutkan ada cerita dari internal militer dan istana yang menduga bahwa Teddy sedang disiapkan menuju jenderal bintang satu.
Dan seperti yang kita tahu, karier militer Teddy sebelumnya juga sempat dipersoalkan sejumlah pihak.
Source Info: Bocor Alus Tempo
Source Gambar: Harian Jogja.
Menurut ku cowo yg bayarin cewe nya makan, dianter-jemput itu bukan bare minimum.
Di balik itu mereka nahan makan, mereka nabung buat bayarin kita, mereka spent itu buat kita padahal bisa buat dirinya sendiri, in my opinion itu efort
4 SKILL UTAMA HIDUP MU !!
- Copywriting
- Public Speaking
- Marketing/sales
- Mengelola emosi
Pada dasar nya semua skill butuh setidak nya 3 dari 4 skill ini.
Skill apapun yg kamu punya kalau mau personal branding butuh 3 dari 4 skill itu.