Di dunia yang fana ini, semua hal sedang berjalan menuju ketiadaan. Jiwa ini ikhlas melepas apa pun yang memang bukan miliknya, asalkan bukan ketetapan hati untuk menyembah-Mu.
Dari semua yang hilang, cukuplah ibadahku yang tetap tinggal.
Tempat kerja adalah rumah keduamu, buat senyaman mungkin perasaanmu.
Teman dan rekan kerja bahkan atasan jadikan struktur yang sama yang ada pada keluarga mu. Beda sudut pandang dan cara berpikir itu biasa dalam sebuah keluarga. Yang jelas jangan tinggalkan keluargamu.
Apalah dayaku di hadapan perasaan ini?
Saat rindu datang mengetuk, aku hanya mampu memeluk sepi dalam diam.
Dan ketika kabarmu tak kunjung tiba, satu-satunya yang kubisa hanyalah melapangkan dada dengan sabar yang tak bertepi.
Tidak semua hal mudah diterima begitu saja. Ada luka yg butuh waktu untuk pulih, ada kecewa yg butuh proses untuk dilepaskan. Dan di situlah kita belajar untuk menerima takdir dengan lapang hati.
Ternyata benar, kita boleh menyusun strategi serumit mungkin, namun pada akhirnya aku merasakan sendiri bagaimana tangan Tuhan menuntunku ke jalan yang sama sekali berbeda, namun jauh lebih baik.