Guys, ada kasus yang menurut gue harus lebih banyak disorot dan ini bukan kasus kecil.
Rp28 miliar dana umat dikumpulkan selama 40 tahun raib.
Pelakunya mantan kepala cabang bank BUMN sendiri.
Kasusnya:
Paroki Aek Nabara di Sumatera Utara menjadi korban penggelapan dana sebesar Rp28 miliar oleh mantan kepala cabang BNI bernama Andi Hakim Febriansyah.
Uang itu bukan uang biasa.
Itu dana yang dikumpulkan umat selama 40 tahun untuk pembangunan gereja, kebutuhan kesehatan, dan pendidikan jemaat.
Empat dekade tabungan kolektif.
Habis dalam satu pengkhianatan.
Yang paling mengkhawatirkan bukan hanya penggelapannya:
Bendahara gereja menyampaikan sesuatu yang menurut gue adalah inti dari seluruh masalah ini:
Deposito berjangka yang resmi bisa dicairkan tanpa tanda tangan saya, tanpa kehadiran saya, tanpa berhadapan dengan teller.
Lalu di mana pengawasan BNI?
Ini bukan pertanyaan retorika.
Ini pertanyaan teknis yang serius.
Dalam sistem perbankan yang sehat pencairan deposito berjangka membutuhkan verifikasi ketat.
Ada prosedur.
Ada tanda tangan.
Ada konfirmasi kehadiran.
Kalau semua itu bisa dilewati oleh seorang kepala cabang itu bukan hanya soal oknum.
Itu soal lubang sistemik dalam pengawasan internal bank.
Dan respons bank yang dikritisi:
Paroki Aek Nabara menyatakan BNI kurang kooperatif dalam menangani kasus ini.
Pihak gereja bahkan harus datang ke bank dan meminta pertanggungjawaban secara langsung setelah kasus ini sudah jelas melibatkan pegawai bank yang datang atas nama BNI, bukan atas nama pribadi.
AHF adalah wajah BNI bukan AHF sebagai pribadi. Karena itulah kami percaya.
Dan ini adalah poin hukum yang sangat kuat. Ketika seseorang datang dalam kapasitas jabatannya sebagai kepala cabang bank BUMN kepercayaan yang diberikan bukan kepada individu itu. Kepercayaan diberikan kepada institusi yang dia wakili.
Kalau institusinya kemudian cuci tangan dengan mengatakan itu oknum itu adalah respons yang tidak adil dan tidak bertanggung jawab.
Ini bukan pertama kalinya:
Kasus penggelapan oleh oknum pegawai bank BUMN bukan fenomena baru di Indonesia.
Dan polanya hampir selalu sama: pelaku adalah orang dalam yang dipercaya, korban adalah nasabah yang percaya pada nama besar institusinya, dan respons institusi hampir selalu lambat dan defensif.
Yang berbeda dari kasus ini adalah skalanya Rp28 miliar dari komunitas yang mengumpulkan uang selama 40 tahun dan korbannya adalah umat yang mempercayakan tabungan hidup mereka kepada bank negara.
Yang perlu dituntut secara konkret:
Satu BNI harus menjelaskan secara transparan bagaimana deposito berjangka bisa dicairkan tanpa prosedur verifikasi yang seharusnya berjalan.
Dua Kalau ada lubang sistemik dalam pengawasan internal itu bukan hanya tanggung jawab pelaku. Itu tanggung jawab manajemen dan sistem audit internal bank.
Tiga Korban berhak mendapat kompensasi dari institusi bukan hanya menunggu proses pidana terhadap individu pelaku yang mungkin butuh bertahun-tahun.
Empat OJK sebagai regulator perbankan perlu memberikan penjelasan publik apakah ada kelalaian pengawasan dari sisi regulasi.
Kalau bank BUMN tidak bisa bertanggung jawab atas tindakan pegawainya yang beroperasi atas nama bank lalu untuk apa ada bank negara?
Israel killed 3 Indonesian UN peacekeepers in South Lebanon.
They were wearing blue helmets.
They were in UN uniforms.
They were peacekeepers.
Israel bombed them anyway.
Not a peep in Western media.
Not a word from the international community.
Kick Israel out of the UN.
Papuaโs forests are being cleared for oil palm plantations in Genyem, Jayapura.
While attention focuses on Merauke, deforestation is quietly expanding across Papua. This threatens biodiversity, Indigenous communities, and the home of the Birds of Paradise.
The world must not stay silent. Stand with West Papua and demand that the government of Prabowo Subianto stop the destruction of Papuaโs forests. ๐
#FreeWestPapua #StopEcocide #ProtectPapua
โ๏ธ Pengkhianatan India โผ๏ธ
โ๏ธ India mengundang Iran untuk berpartisipasi dalam MILAN 2026, salah satu latihan maritim internasional terbesar, yang melibatkan banyak negara untuk meningkatkan kerja sama, Iran menghormati undangan ini dan mengirimkan 200 pelaut.
โ๏ธ Mereka masih berada di sana ketika perang pecah antara Iran dan AS/Israel.
โ๏ธ Saat sedang dalam perjalanan pulang dari India dengan lebih dari 200 pelaut di dalamnya, India memberi tahu Amerika Serikat bahwa Iran berada di "halaman belakang" mereka, sesaat kemudian angkatan laut AS tiba dan menenggelamkannya dengan beberapa torpedo di Samudra Hindia.
โ๏ธ Lebih dari 80 pelaut telah dikonfirmasi tewas dengan lebih dari 120 orang lainnya masih belum ditemukan.
โ๏ธ Ini adalah pengkhianatan kotor tingkat rendah dari tatanan tertinggi ๐ก๐ก.
INNALILLAHI..... Telah dibunuh dengan keji bapak H. Ermanto Usman SETELAH tampil di podcast Bongkar NAMA-NAMA BESAR KASUS KORUPSI JICT (Jakarta International Container Terminal)
https://t.co/NtfH0YPz7A
Yuk gunakan jarimu guys viralkan orang yg ngaku aparat ini, gara2 senggolan main hakim sendiri menganiaya orang, semoga cepat diserok โผ๏ธ
______________________________
#selasa tempatku timur tengah amerika gerhana
Iran disanksi ekonomi brutal, berkali-kali diajak runding, berkali-kali Iran sepakat, tapi berkali-kali dikhianati.
Iran kemarin masih mau negosiasi, udah saling sepakat, Israel tiba-tiba ngebom.
Kayak gini lu pada masih belain zionis anjir goblok banget punten.
Innalillahi wa Inna ilaihi rojiun.
Aktivis Ermanto Usman ditemukan tewas dengan bunuh di rumahanya.
Almarhum membongkar kasus korupsi di Pelabuhan Tanjung Priok di Channel YouTube Madilog dah Uncercood.
Kasus ini harus dibongkar
"Narasumber Madilog pembongkar korupsi pelabuhan tewas dibunuh"
Jadi inget arkeolog Lambang babar purnomo, dibunuh terkait perannya mengungkap sindikat pencurian arca di Museum Radya Pustaka Solo dan ada kaitannya dengan adeknya wowo ๐ซฃ