saya merasa algoritma thread bener2 mengelompokan ke orang2 interest mirip sama kita. bisa jadi karna sebelumnya ada post yg kita like, komen, share dan secepet itu perubahannya.
kita interest di pembahasan pendidikan/sekolah, timeline isinya orang2 bahas sekolah
kita interest di digital marketing, timeline semua bahas digital marketing
kita interest di politik, timeline semua bahas politik
kalau X cenderung nyampur kaya manusia normal pada umumnya aja, hari ini orang yg sama bahas A, besok bisa bahas B, jadi saya merasa topiknya lebih bervariasi.
tapi berhubung tweet yg naik biasanya karna berantem seakan2 setiap hari isinya ribut terus wkwk.
algoritma mana lebih baik menurut kamu?
Rule of thumb yang bisa digunakan;
- Semisal kita datang dari keluarga miskin, prioritas utama ambillah kuliah teknik, dan cari keilmuan yang lumayan spesialis (cth: sipil, kimia, informatika). Tujuannya adalah secepatnya cepatnya bisa mengumpulkan uang.
Jurusan teknik bisa dianggap jurusan versatile karena logical thinking yang dibentuk dari semester 1 itu aplikatif dibanyak bidang.
- Jika kita datang dari keluarga yang kesejahteraannya lebih baik dari 99,5% rakyat Indonesia lain bahkan punya bisnis atau pabrik sendiri, ambil jurusan akutansi. Tujuannya adalah buat "menguangkan uang".
Kita hidup di masa yang sangat pragmatis dan pasar bebas. Selamatkan diri dan keluarga itu penting.
Menurut saya, pasar saham Indonesia berpeluang ambrol lebih dalam drpd negara ASEAN lainnya, karena:
1. Kondisi ekonomi kita lebih buruk
2. Kinerja pasar saham kita termasuk paling lemah YTD (sd sebelum libur)
3. Pengenaan tarif yang relatif besar
4. Respon pemerintahnya thd tarif
Untuk pengenaan tarif, boleh dibandingkan:
โข Singapura 10%
โข Malaysia 24%
โข Indonesia 32%
โข Thailand 36%
โข Vietnam 46%
Kemudian saya juga mempertimbangkan faktor lamanya libur. Bila dihitung sejak 27 Maret sampai 4 April, kinerja pasar saham negara ASEAN:
โข Singapura -3.92%
โข Malaysia -2.02%
โข Thailand -5.22%
โข Vietnam -7.25%
Saya sih realistis saja. Jika tidak ada perubahan kondisi sampai Senin nanti, saat dibuka nanti IHSG lebih berpeluang mengalami trading halt daripada nggak
Jika dibilang fear mongering atau berlebihan, ya silakan. Itu persepsi masing-masing