Semua masalah mental dimulai dari kemelekatan diri atas konsep diri yang dipikirkan. Saat kita melepaskan kemelekatannya, kita akan mampu menertawai hidup.
Segala yang tidak kekal dan berubah-ubah, adalah sumber penderitaan. Jika kita mampu melihat lebih jauh..ada yang kekal dan tidak berubah di balik segala yg kita anggap hidup. Bersandarlah pada realita tersebut.
Hari ini baru saja mendapati takdir, keponakan yg tak sempat menjalani hidup harus kembali kepada pemilik alam. Betapa manusia semua terkecoh dengan ekspektasi. Hanya karena sesuatu itu pernah ada bahkan menyatu dgn tubuh.. bukan berarti sesuatu itu milik kita.
For the past couple of years, I've been asked by some people what my religion is.. "Well my ID Card says I am a moslem" if that's checking the box of one's identity π For me, that's for the sake of social functioning, to someone who lives in Indonesia.
Di hari suci Waisak izinkan saya menunjukkan kekaguman dan rasa terima kasih bagi Sang Tercerahkan, karena dari ajaran beliau saya mampu mengenal realita sebenarnya. Sabbe satta bhavantu sukhitatta. Semoga semua makhluk berbahagia.
Selamat pagi semesta yang selalu menyediakan. Saat kamu merasa kekurangan, jangan2 kamu lupa melihat mendengar merasa dan menyentuh kenyataan. Look around. π·
Thanks to social media dan awareness orang ttg mental health, skrg semua org bisa terbuka dan mengakui kesulitan emosional yg mereka punya. If you need help, find someone professional, don't judge yourself negatively and allow the universe to heal you!
Now, when I look back.. I feel so much blessed. Ternyata, memberi jarak pada kehidupan adalah cara terbaik melalui kehidupan itu sendiri. Lalu kita tak lagi melekat pada pengalaman baik maupun buruk. Karena saat kita melihatnya dari jauh, hidup itu sebetulnya sangatlah indah β€
In the same year, gw dipercaya ngajar Mindfulness ke banyak bgt org.. dari mulai executive, students, parents, bahkan leaders perusahaan2 internasional yg peduli sama kesehatan mental. I guess my depression really gave me the new meaning of life and I am so grateful for that.
Awal 2019 menjadi momentum gw bener2 pengen bantu orang lain agar gak depresi kayak gw. Caranya? Ngajarin orang lain teknik yg gw pake utk lepas dr depresi, which is Mindfulness. I decided to be a certified Mindfulness trainer, yg beneran datang dr urgensi pengalaman pribadi.
In 2019 I healed from my depression, berkat izin Tuhan. Gw menemukan diri gw yang sebenarnya, bukan isi pikiran gw, bukan perasaan gw. I am no longer defined by my thoughts, emotions and external attributes.
It is true that when the ego cracks, the light gets in.
Perjalanan menghadapi hidup setiap orang berbeda2.. Gw bersyukur depresi menjadi cara gw ketemu perjalanan ke dalam diri sendiri yg membuat gw mampu bangkit, pulih dan transform. Tapi.. kamu gak harus depresi dulu untuk jadi pribadi baru π
Depresi itu bukan kondisi yang "membanggakan" guys, pada saat itu gak ada satupun org tau gw berjuang dgn diri gw sendiri, sesekali ingin take the exit door. It was not cool at all. Now I'm surprised that many people make depression, bipolar etc as their "way" to get attention.