Emmanuel Petit on Premier League clubs mocking Arsenal after the final defeat:
🗣️ “I have to say, I found it embarrassing.
The second Arsenal lost, some Premier League clubs couldn't wait to jump on social media and remind everyone about their European trophies.
That tells you everything.
Instead of supporting an English club representing the league on the biggest stage in club football, they were busy celebrating Arsenal's pain.
For me, that's not rivalry. That's insecurity.
Arsenal were 90 minutes away from doing something special, and rather than show respect, people were desperately searching through the history books for old trophies to post online.
Why? Because they were terrified of seeing Arsenal join that club.
Let's be honest, some of these clubs spent the entire season watching Arsenal compete at a level they couldn't reach.
The jealousy was obvious.
The moment Arsenal fell short, they treated it like they had won something themselves.
That's the mentality of people who would rather see Arsenal fail than focus on their own success.
The trophy may have slipped away, but the reaction from some rivals showed exactly how much Arsenal still live rent-free in their heads.”
Obsesi kalian terhadap Arsenal sebenarnya malah membuatku tersanjung. Kalian mendoakan kehancuran kami karena klub kalian sendiri terlalu membosankan untuk dibicarakan.
Kami adalah tokoh utama dalam sepak bola, kalian semua hanyalah aktor pendukung dalam film dokumenter kami.
Meminta proyek yang didanai negara untuk "menyelamatkan sepak bola" dari sebuah tim yang dibangun melalui proses organik selama bertahun-tahun adalah ironi terbesar.
Mungkin bukan sepak bola yang perlu diselamatkan, tetapi ego kalian.
🚨[🟢] NEW: Arsenal’s Premier League title lift recorded the highest live viewership for a title celebration in the last two decades 😳
Today’s celebrations peaked at 7.3 million live viewers, compared to Liverpool’s 3 million viewers during their title lift last season.
Un Kelantan memberi amaran kepada YBM Pengangkutan Anthonyy Loke agar jangan mencampuri urusan di Airport di negeri itu..
"Sep kami hanyo dengar arahan Fadeli Shaari "
menjelang tahun baharu, buku baharu.
ekspetasi buku baharu adalah sebuah kehidupan baru, persona yang baru.
tapi,
diakhir muka surat. aku goyah.
aku berada dititik terendah dalam hidup,
aku terumbang ambing,
aku gagal lakukan evaluasi sebetulnya.
banyak perkara tak diungkap.
aku tidak lagi merasakan diri sendiri,
aku tidak lagi menjadi diri sendiri.
aku seakan akan hilang, hanyut.
dek kerana banyak perkara berlaku.
aku tidak punya kapasiti untuk menjadi diri sendiri.
betul apa dikata, diakhir muka surat buku,
pastinya onak dan duri.
Nak expect apa. P. Ramlee pun berkembang masa dekat Singapura. Dekat Malaysia terus kena tikam belakang, kena pinggir.
Membunuh seni itu memang budaya Malaysia.
Aduh.....Suami meninggal dalam kereta akibat keracunan gas carbon monoxide semasa tidur (terlelap).
Punca isteri kunci pintu rumah tak bagi suami masuk, merajuk katanya.
Bagi sepatah dua kata untuk isteri macam ni.