3 Prinsip MI-SMK
1. Utamakan belajar
2. Persetan dengan cinta itu berbahaya dan harus dihindari
3. Jangan sampai dikira homo
-sekarang
sama aja cuma 1 jdi kerja
@numbV3rse @auroserora gw sedang berusaha buat jadi kyk gitu, termasuk belajar yg sender bilang minus, gw bakal usaha sebaik mungkin buat calon pasangan gw, sampe gw minim minus atau mendekati perfect dan bikin pasangan gw tenang kapanpun dimanapun
Mumpung isu KS lagi panas, ada baiknya kita mengingat lagi kejahatan seksual terbesar di sejarah Indonesia.
Kejahatan itu ialah Pemerkosaan Massal Mei 1998.
Pada Mei 1998, AsiaWeek melaporkan suatu mobilisasi preman yang raksasa.
Gerombolan-gerombolan preman, bandit, rampok, dan penyamun dari hutan-hutan Lampung dan Timor Timur didatangkan dalam jumlah besar pakai pesawat kargo dan kereta ke Jakarta.
Secara terencana, gerombolan preman dalam jumlah sangat besar digerakkan di seluruh wilayah Jakarta untuk menciptakan bencana kemanusiaan masif dan meluas.
Hasilnya sangat ekstrem.
Selama tiga hari nonstop, terjadi perburuan manusia di Jakarta.
Gerombolan preman dalam jumlah besar menyerbu kampung yang didiami mayoritas suku Tionghoa, mengepung gang, memasuki rumah orang random, memukuli ibu-ibu random penghuninya dengan sadis sampai mati, menelanjanginya, memerkosanya, membakarnya, membakar rumahnya, mencuri sofa dan kulkas dan TV dan lemari bajunya. Seluruh keluarga si ibu-ibu juga mati dibantai.
Kemudian gerombolan preman itu pindah ke rumah sebelah. Lalu setiap rumah di situ. Lalu ke kampung sebelah.
Ribuan orang mati dibantai.
Di jalanan Jakarta, perempuan diperkosa bergilir oleh massa dan dipukuli dengan sadis sampai mati dan rusak dengan mengerikan.
Gerombolan pencuri, penyamun, pemerkosa, dan pembunuh dalam jumlah sangat besar merongrong dan meneror seluruh wilayah Jakarta selama tiga hari nonstop.
Tidak ada aparat. Tidak ada kabar tentang apakah besok pemerkosaan massalnya sudah selesai atau masih lanjut. Soeharto lagi entah di mana di luar negeri. Orang capek.
The Rape of Jakarta.
Inilah "KS" terbesar di sejarah Indonesia. Ketika Nanking diperkosa penjajah, Jakarta malah diperkosa bangsanya sendiri, secara harfiah.
Siapapun yang bertugas melindungi Jakarta saat itu jelas gagal total.
Ternyata, di Jakarta saat itu ada tiga pasukan aktif yang besar:
1. Kostrad
2. Kodam Jaya
3. Kopassus
Pertahanan Jakarta praktis menjadi tugas mereka yang sama sekali tidak boleh gagal.
Kalau Jakarta sampai jatuh ke tangan musuh, merekalah yang tanggung jawab, karena gagal dalam tugasnya.
Kalau bukan mereka, siapa lagi yang bisa melindungi Jakarta dari musuh?
Oleh karena itu, semua anggota ketiga pasukan ini sudah bersumpah prajurit untuk melindungi rakyat tanpa gagal, bahkan jika harus mati sekalipun.
Selama tanggal 13-15 Mei 1998, ketiga pasukan ini ngapain aja?
Apa yang saat itu mereka lakukan untuk melindungi rakyat?
Selama tiga hari, para tentara ini nggak cuma gabut nontonin ratusan perempuan diperkosa bergilir dan dipukuli sampai rusak dan mati oleh massa, kan?
Tentu, tentara hanya mengikuti perintah.
Apa yang komandan-komandan ketiga pasukan lakukan selama 13-15 Mei? Apakah mereka memerintahkan pasukannya untuk melindungi rakyat?
Siapa sih komandan-komandannya saat itu?
Oh, berarti muncul 3 nama:
1. Pangkostrad saat itu
2. Pangdam Jaya saat itu
3. Pangkopassus saat itu
Tiga manusia inilah yang bertugas melindungi Jakarta selama 13-15 Mei 1998. Merekalah yang pegang pasukan.
Siapakah nama-nama ketiga orang yang spesifik itu? Tentu saja tidak boleh gw sebut.
They-Who-Must-Not-Be-Named.
Ikan busuk dari kepala. Kalau Kostrad, Kodam Jaya, dan Kopassus entah mengapa bisa-bisanya kompak gagal bersamaan, tiga orang inilah yang harus minta maaf sebagai pemimpin.
Tiga orang inilah yang harus minta maaf karena kicep gagal mencegah pemerkosaan dan pembantaian di Jakarta oleh gerombolan preman, termasuk oleh gerombolan preman dari hutan Timor Timur.
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Selalu cukup tapi gue pernah ada tugas kuliah buat HIDUP DI GARIS KEMISKINAN SELAMA 1 HARI.
Waktu itu batas garis kemiskinan kayaknya sekitar 10-11 ribu/hari. Sialnya, gue tbtb demam. Mau beli obat di warung 1 biji aja harganya 1-2 ribu.
Sayang, mending buat makan kan? Waktu itu gak ada beras, jadi beli nasi di warteg 5 ribu. Jalan sambil meriang2.
Nasinya gue bagi buat 3x makan, beli lauk dan sayur. Abis itu gue rebahan di kasur sambil natap langit2,
“Oh, ini ya kenapa orang miskin gak langsung berobat pas sakit beli obat sebiji aja mikir mending buat makan”.
Mau tau gak mata kuliahnya apa dan tujuannya apa?
Unpopular opinion:
Pilih pasangan yang bisa hidup tanpa kamu. Karena artinya mereka memilih kamu dengan sadar, bukannya terpaksa atau butuh sesuatu.
Bisa hidup tanpa kamu,
tapi tetep milih bareng kamu.
Punya opsi yang lain,
tapi tetep milih kamu juga.
Transum itu tidak boleh berorientasi profit. Rugi terus juga gpp.
Kalo mobilitas dari daerah A -> B menggerakan ekonomi, maka transum bisa bantu kontribusi meningkatkan nilai ekonomi daerah tersebut.
Transumnya rugi, tapi secara sistem bikin the whole economy jadi untung. Makin bagus transum, multiplier ekonominya makin tinggi.
Makanya transum itu diskusinya jangan untung rugi. Kalau bahasannya gitu doang mah gaada negara yg mau mulai bikin transum 🤣
Sebenarnya, GAK SEMUA APA-APA HARUS KE PSIKOLOG.
Idealnya, ke Psikolog itu untuk masalah yang sudah sangat berat dan butuh bantuan profesional. Untuk kasus-kasus yang sudah di spektrum gangguan, bukan lagi normal-bermasalah.
Tapi, di sini semua jadi apa-apa harus ke Psikolog karena sistem layanan kesehatan mental kita masih bapuk. Piramida Psychological First Aid/pertolongan pertama kesehatan mentalnya gak berjalan.
Konselor sebaya gak terlalu jalan, lingkungan yang menunjang kesehatan mental seperti tempat tinggal, layanan/fasilitas penitipan anak/daycare yang terstandar untuk orangtua bekerja, ruang publik ramah anak gak memadai, dll. Padahal ini semua penting biar apa-apa gak harus sampai ke Psikolog.
Ini bikin bebannya semua di Psikolog sementara Psikolog sendiri masih kurang dibandingkan populasi penduduknya. Rasionya menurutku gak masuk akal.
Padahal ketika nanganin klien, 1 sesi itu Psikolog harus FULL MINDFUL. Bukan cuma ngedengerin tapi di waktu bersamaan harus analisis, prediksi, merancang solusi alternatif, termasuk berempati, dll. Intinya, tugasnya ada di level kognitif yang tinggi (lihat taksonomi bloom).
Di sisi lainnya lagi, layanan jasa seperti ini seringkali masih disamakan/diekspektasikan seperti pegawai kantoran yang perlu kerja 8 jam/hari. Padahal beban mental dan emosionalnya berbeda apalagi kalau menangani tanpa jeda.
Coba bayangin aja sebagai orang biasa harus ngedengerin, nganalisis masalah orang lain 8 jam tanpa jeda. Gak bisa ngelamun sama sekali. Gak bisa pura-pura ke toilet buat rehat sebentar padahal nangis.
Beberapa kali terjadi, pengeeeen banget merespon suatu postingan atau reply seseorang di medsos.
Aku pikir responku pasti keren/savage, sangat edukatif dan dibutuhkan banyak orang. Akulah si orang penting itu.
Tapi beberapa tahun terakhir aku coba menahan.
Nggak mau buru-buru klik *post*, mikir berulang-ulang. Rasanya?
Nggak enak banget. Ngganjel di hati. Kepikiran, posting nggak ya???
Tapi ternyata rasa nggak enak itu cuma sementara. Sekarang kalau diingat2, aku nggak bisa ingat postingan mana aja yg tadinya ingin aku respon.
Sebenarnya nggak penting.
Kadang kita cuma mencari kemenangan2 kecil di medsos padahal dampaknya nggak signifikan di kehidupan nyata 🥲
All Paid Courses (Free for First 4500 People)
𝗣𝗮𝗶𝗱 𝗖𝗼𝘂𝗿𝘀𝗲 𝗙𝗥𝗘𝗘 (PART - 1)
1. Artificial Intelligence
2. Machine Learning
3. Prompt Engineering
4. Claude,Chatgpt,Grok
5. Data Analytics
6. AWS Certified
7. Data Science
8. BIG DATA
9. Python
10. Ethical Hacking
(72 Hours only )
To get-
1. Follow me to get DM
2. Like + RT
3. Reply " All "
Hari ini Pak Michael Bambang Hartono wafat di usia 86.
Salah satu orang terkaya RI. Pemilik BCA, Djarum, Polytron, Grand Indonesia, Blibli.
Tapi legacy beliau bukan soal uang.
Ini 🧵 prinsip hidup & bisnis Pak Bambang yang bisa kita pelajari 👇
Personal note: Making this thread as a tribute to his life and the principles that he has instilled in Djarum Group.
Kalo ngeliat pola rangorang zaman sekarang:
- baca buku
- posting olahraga (gym, lari, padel, pilates)
- jual/beli makanan kukus-kukusan
- fomo khatam Al Qur'an
- i'tikaf Ramadan
Asli progresif bgt. Curiga Indonesia emas beneran terjadi karena usaha rakyat sendiri.
I'm deleting this soon because it's a legit cash-printing formula.
𝗣𝗮𝗶𝗱 𝗖𝗼𝘂𝗿𝘀𝗲 𝗙𝗥𝗘𝗘 (PARTS 1, 2, & 3)
1. Artificial Intelligence & Data Analyst
2. Machine Learning & Data Science
3. Cloud Computing & Web Development
4. Ethical Hacking & Hacking
5. Data Analytics & DSA
6. AWS Certified & IBM COURSE
7. Data Science & Deep Learning
8. BIG DATA & SQL COMPLETE COURSE
9. Python & MORE
10. MBA & HANDWRITTEN NOTES
(72 Hours Only) Valued at $300
To get:
1. Follow @Hey_Aivetra
2. Like & Retweet
3. Reply "Course"
I will DM everyone.
@UABROKEASSBIH@cerestified@ngabrutist@mownohoes poin 2 dengan ngerepost bully an juga udah jadi enabler. klo lu setuju poin 2 gugur tapi masih mewajarkan kelakuannya, sama aja join enabler.
lagipula, substansi yg sebelumnya disampein si korban bully juga bener, napa sensi.
@MastahUlhaqzz@nozelism@ichiekira archive pencapaian? belajar lagi ya bahasa yg bener, udah salah kata, salah pula struktur kalimatnya kalau dibenerin kata yg salah
Bodoh bodoh banget post hari ini
Ngarepnya kalau dikasih LPDP pulang jadi bill gates semua, or kayak Habibie bikin pesawat
Lah negara lo ini Dana riset saja dipangkas terus. Sehari MBG itu setara setahun dana riset
Segitu ga ada harganya ilmu dan ilmuwan di negara lo