Makin panjang perjalanan, makin banyak pemandangan yang dilihat. Makin aku mengerti jalan terbaik memanglah fokus pada yang yang dikerjakan dengan senang hati. Tidak semua hal harus didengar. Jatah usia semakin berkurang. Masuk ke dalam drama yang itu-itu saja adalah sia-sia.
Kita sering kali disuruh tersenyum, diminta bahagia, dipaksa bersyukur. Padahal, rasa kecewa adalah bagian dari menjadi manusia. Masalah mestinya dibereskan, bukan dipendam lalu pura-pura semuanya baik-baik saja
Adaptasi yang tidak cukup sehari .melakukan kegiatan yg tidak sesuai harapan. Setiap harinya petualangan. Kadang menyebalkan, seringkali menyenangkan. Beberapa kali, ingin mundur. Tapi, sepertinya hidup takkan baik-baik saja .
menikah bukan berarti lebih berani dan layak untuk dipuji-puji. begitu pula dengan yang belum, bukan berarti lemah dan layak dihina.
coba lihat sekitarmu,
ada yang menderita karena menikah dan ada pula yang hidupnya bahagia karena kesendiriannya.
Urep di gawe santai saja Losss
Ibu ku pernah bilang, “Perempuan tidak boleh menyusahkan lelakinya. Lelaki tidak boleh membiarkan perempuannya hidup susah.” Pedoman inilah yang aku pegang sampai sekarang
Aku tidak berubah. Aku hanya menjadi apa yang sikapmu bentuk. Jika menurutmu aku menjadi jahat, tanyakan pada dirimu sendiri kenapa aku bisa menjadi seperti ini.
ketika kamu sudah sangat lelah tetapi kerjaan masih banyak, jangan pernah mengeluh. ingat pepatah di bawah ini
"sesuatu yang dikerjakan asal-asalan maka akan terasa ringan dan cepat selesai"
namanya juga anak baru ya belum tau tempat-tempatnya jadi masi banyak nanya nanya
"bg WC'nya di mana ya?"
"eh makan siang boleh di meja kerja gak si?"
"Kalo mau nanem saham enaknya di pot apa di ember aja ya?
Perempuan umur 20++ itu sebenernya lebih butuh seseorang yang nanyain"gimana hari ini? Ada cerita apa?" Dan diskusi² ringan soal masa depan
Dibanding dengan pertanyaan "Udah makan belum, jgn lupa makan" yang tanpa ditanyain pun dia udah tau harus makan biar tetep hidup~