Lagi flare up tapi pengen post yg cantik-cantik aja.
Cueknya sudah tidak akan bisa membuatku rindu, lebih ke mati rasa sekali lagi.
Tanpa hadirnya, aku masih bisa menikmati indah tabebuya di pagi hari.
Teruslah menjauh, aku ingin berdua dengan ragaku.
Beliau rela datang meskipun dengan tulang selangka yg patah dan harusnya membatasi gerak.
Ngga bisa berkata banyak, aku speechless. Semoga cepet pulih buat beliau. Terimakasih untuk dedikasinya yg tiada tara.
Sepulang dari Rumah Sakit perasaanku jadi campur aduk.
Antara merasa di pedulikan sedemikian rupa, atau jadi merasa ngga enak. Sedih dan seneng pokonya.
Sekitar seminggu sebelum jadwal kontrol aku selalu daftar online dulu, tapi waktu itu kuotanya masih belum di set.
~
Aku, dan sepasang orangtua yg memasuki ruangannya setelah aku.
Ngga ada pasien lainnya.
Biasanya ada sekitar 20 pasien tiap harinya.
Aku paham, beliau sangat rajin dalam bekerja, dan kepeduliannya untuk oranglain sudah tdk diragukan lagi.
~