Dari seorang ibu-ibu pengguna Instagram yang nampaknya bekerja di SPPG, kami berhasil mengamankan sebuah jejak digital berupa video yang menampilkan betapa ngerinya food waste yang dihasilkan dari embege.
Video ini saat ini sudah dihapus, mungkin karena telah mengundang atensi berlebih, bahkan mendapat atensi dari Dr. Tan Shot Yen untuk berkomentar.
See? Kami punya alasan kuat mengapa selama ini kami menggunakan kata ganti Kubangan Lumpur untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tidak ada satupun jajaran di BGN baik pusat maupun di daerah-daerah yang memikirkan solusi food waste ini. Dijadikan pakan ternak itu murni ide para penerima manfaat. Ini kalau media internasional bisa mengendus hal kayak gini dan dilakukan investigasi, maka praktik MBG di Indonesia menjadi praktik free meals program for students yang PALING GAGAL di dunia.
MERINDING!!
Bayangkan, saking kewalahannya para relawan yang berusaha memadamkan api, sampai adzan di tengah kobaran. Allahu Akbar. kita tetap minta bantuan yg maha kuasa untuk perlindungan setiap langkah kaki petugas dan relawan😭
Api sudah begitu besar dan tak terkendali, sementara kekuatan manusia jelas tak sebanding dengan besarnya kobaran.
📍Lamandau, Kalimantan Tengah
📅 Kamis, 20 Agustus 2026
@Ochi_Queen09_1@aniesbaswedan Gaes maksud kakaknya tuh ngejawab pertanyaan pak anis yg di caption dan mmberikan argumen yg dia yakini, yg mana sejalan dgn jawaban pak Anis.. bukan maksud menyalahi isi videonya pak anis😅
Ada yg bilang pada saya kalau Indonesia nggak bisa pakai demokrasi tapi butuh pemimpin semi otoriter agar bisa maju, seperti Cina dan Singapura katanya. Tepat kah asumsi itu?
@sosmedkeras Allahumma innaa na’uudzu bika min imaratis-sibyan wa min imaratil-suhafah”
"Ya Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari pemimpin yang bodoh
Boleh kok sedih, boleh marah, boleh ngerasa jealous, stress, grieving, ngerasain emosi negatif, dll. Trus klo lagi ngerasain semua itu, baiknya gimana?
Coba salurkan ke tempat yang tepat. Ibarat kita punya sampah, penyakit menular, atau bom yang siap meledak, ya jangan dibuang sembarangan. Jangan ditularkan ke orang lain. Jangan juga “dibuang” ke sosial media.
Terus baiknya gimana?
Klo ada budget, bisa konsultasi ke profesional. Klo punya pasangan, bisa ajak ngobrol pasangan. Klo punya sahabat yang bisa dipercaya, bisa minta waktunya buat curhat.
Kasih tau dari awal, klo kamu lagi pengen curhat, pengen didengerin, atau pengen sekedar ditemenin. Gak mesti langsung cari solusi hari itu juga. Kadang kita cuma butuh mengeluarkan isi kepala yang udah terlalu penuh.
Yaudah, curhat. Tarik napas. Ambil jeda.
Klo udah siap lanjut cari solusi, silakan. Klo belum sanggup, ya gpp. Bilang aja klo kamu cuma butuh didengarkan.
Tapi jangan sampai teman atau pasanganmu jadi samsak emosimu. Mereka juga manusia, mereka punya kapasitas emosinya sendiri.
Klo gak punya siapa-siapa gimana?
Coba makan enak, dengerin lagu yang disuka, nonton video lucu, jalan ke tempat random, cari suasana baru, bengong di taman, mandi biar seger, atau dibawa tidur. Apapun yang bisa bikin kamu nyaman dan pikiran sedikit ringan.
Tujuannya bukan menghilangkan semua emosi negatif. Emosi itu wajar, yang penting gimana ngelolanya dengan sehat, tanpa perlu melukai diri sendiri maupun orang lain.
Heal, don’t spill.
Protect your energy,
and respect other people’s energy too.
Guys, saran aja nih ya, saran…
Jangan terlalu involve sama drama orang lain. Apapun itu, mau itu kasus perselingkuhan, drama rumah tangga, kehidupan artis, atau apa pun. Protect your energy.
Alam bawah sadarmu gak bisa bedain mana yang nyata kamu alami sendiri dan mana yang cuma kamu konsumsi sambil kebawa emosi. Alam bawah sadarmu cuma ngikutin apa yang kamu rasain.
Alam bawah sadarmu nyangka kamu menikmati semua itu, kamu mau semua itu terjadi di hidupmu, jadilah semesta mengkondisikan hidupmu jadi penuh drama.
Semesta itu netral. Apa yang kamu pikirin dan rasain tiap hari, itulah yang akan diwujudkan ke dalam hidupmu. Klo tiap hari yang ditonton bikin kesel, marah, atau penuh drama, lama-lama hidupmu juga terbentuk ke arah sana.
Better latih pikiran dan perasaan buat fokus ke hal-hal yang indah, damai, dan bikin bersyukur, supaya alam bawah sadarmu menangkap kalau itu lah yang kamu mau. Biarkan semesta bekerja, jadilah hidupmu bakal indah-indah aja sesuai sama apa yang kamu pikirkan dan rasakan sehari-hari.
Apa yang kita pikirkan, rasakan, dan konsumsi setiap hari bakal membentuk kebiasaan, keputusan, dan kualitas hidup kita juga.
Protect your energy, protect your feelings, protect your peace. Feed your mind with beautiful things, and watch your life slowly reflect them.
ok ok mulai sekarang setiap berdoa gak akan takut gak dikabul, because i believe Allah is working on every single one of my wishes, perfecting every part of them and adjusting everything so they come true in the best way possible 🤍
Orasinya keren bgt, merinding 🔥, sedih ngeliat negara yg selalu kita banggakan di urus oleh manusia tidak berempati hanya memikirkan perut dan golongannya sendiri 🥀
Gaes....mohon doanya ya untuk semua guru sekolah dan tenaga pendidik dimanapun berada
Semoga para pahlawan tanpa tanda jasa ini, yang sudah mendidik anak-anak kita mendapat perlakuan yang seadil-adilnya. Udah ga bisa berword-word lagi sama mah 😭😭😭😭
baru tau ternyata orang2 yang ngilang dari sosmed itu mereka gak sama sekali ngilang, mereka tetep scroll sosmed tapi milih untuk gak berinteraksi sama siapapun aja
Saran gratis dari psikolog mahal:
Kalau kamu orang yang cemas, lakukan semuanya untuk bersenang-senang.
Melamar kerja? Anggap lagi iseng.
Ngumpulin dokumen? Anggap lagi main puzzle.
Buka blog? Anggap lagi iseng nulis jurnal.
Anxiety itu hidup dari rasa “ini penting banget”. Semakin kamu anggap satu hal sebagai soal hidup-mati, semakin keras dia mencengkeram.
Jadi turunin levelnya.
Jangan kasih dia bahan bakar.
Coba mulai dari hal kecil hari ini:
lakukan satu hal yang biasanya bikin deg-degan…
tapi kali ini dengan niat “cuman buat fun aja”.