Penutupan Selat Hormuz oleh Iran dapat mengakibatkan kematian di Negara Malaysia karena kelaparan, bagaimana dengan Negara Indonesia?
Hal itu dapat disebabkan karena Negara Malaysia tidak dapat mencukupi kebutuhan beras Nasionalnya, pada 2025 Mentri Pertanian Amran mengungkapkan jika Indonesia hanya mampu memenuhi permintaan impor beras dari Malaysia sebanyak 40% saja.
Disini kita tidak boleh melupakan sejarah, pada 2022 saat perang Ukraina, harga pupuk dunia meningkat sebesar 70% dan jangan lupa pula perihal kematian pada perang Dunia 2.
Saya bukan pemilih bapak, namun saya ucapkan terimakasih kepada bapak @prabowo dan bapak Amran Sulaiman selaku Mentri Pertanian karena telah mengantisipasi krisis pangan di negara ini dengan memberikan subsidi pupuk kepada petani dan juga atas pengembangan food estate, yang akhirnya dapat menyelamatkan Negara ini dari krisis pangan jika perang di Timur Tengah semakin memanas.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran dapat mengakibatkan kematian di Negara Malaysia karena kelaparan, bagaimana dengan Negara Indonesia?
Hal itu dapat disebabkan karena Negara Malaysia tidak dapat mencukupi kebutuhan beras Nasionalnya, pada 2025 Mentri Pertanian Amran mengungkapkan jika Indonesia hanya mampu memenuhi permintaan impor beras dari Malaysia sebanyak 40% saja.
Bagaimana dengan Indonesia?
Untungnya Indonesia tidak hanya mengandalkan impor pupuk dari Negara Negara Teluk, melainkan impor dari Negara (1)Tiongkok (1.599 juta ton), (2)Russia (1.396 juta ton), (3)Kanda (1.259 juta ton), (4)Mesir (1.159 juta ton), (5)Yordania (290 juta ton). Setidaknya Indonesia tidak menggantungkan nyawanya hanya pada Negara Negara Teluk.
Indonesia sendiri memiliki cadangan beras yang dapat bertahan hingga 324 hari kedepan, jadi seharusnya Negara kita masih aman perihal beras, namun teman teman seharusnya lebih bijak lagi dengan mengurangi konsumsi dari bahan gandum, kedelai, jagung, karena tanaman tersebut adalah tenaman subtropis, dan karena Negara Indonesia adalah Negara Tropis, maka di Indonesia tanaman tersebut kurang subur, akibatnya kita harus impor bahan bahan tersebut untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Jadi, setidaknya Negara Indonesia sudah lebih aman perihal ketahanan pangan dibandingkan Negara Malaysia.