PlayStation Plus Extra and Premium welcome a host of games this June:
๐ฅ Final Fantasy XVI
๐ต Sonic X Shadow Generations
๐ก๏ธ Kingdom Come: Deliverance
๐ธ Life is Strange: Double Exposure
โฆand more. Full details: https://t.co/SJSgkp718b
๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฅน๐
They've won together:
๐๐๐๐๐๐ Premier League
๐๐๐๐๐ League Cup
๐๐๐ FA Cup
๐๐๐ Community Shield
๐ FIFA Club World Cup
๐ UEFA Super Cup
With their 20th major trophy at Man City, they have, alongside Phil Foden, overtaken Kevin De Bruyne as the most decorated players in the club's history ๐
Tato itu "permanen" BUKAN karena tintanya nempel di kulit terus, tapi karena ๐๐ถ๐ธ๐น๐๐ ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฟ๐ผ๐ป๐ถ๐ ๐ฑ๐ถ ๐ธ๐๐น๐ถ๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐น๐ถ๐ฏ๐ฎ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐น-๐๐ฒ๐น ๐ถ๐บ๐๐ป.
Jadi saat jarum tato menembus kulit, tubuh langsung menganggap ini sebagai luka dan ancaman asing. Pigmen yang masuk langsung "dimakan" oleh sel-sel imun seperti neutrofil, makrofag, dan sel dendritik.
Tinta tato ini akan bertahan lama di makrofag karena makrofag punya mekanisme "captureโreleaseโrecapture" yang membuat tato bisa bertahan lama.
Jadi pas tinta tato itu masuk, makrofag akan berbondong-bondong menelan partikel tersebut. Namun, makrofag tidak bisa mencerna pigmen tinta, karena ukurannya besar dan tahan lama. Akibatnya, makrofag mati, melepaskan pigmen kembali ke jaringan sekitar. Lalu gelombang makrofag baru datang dan mengulangi proses yang sama.
Sederhannya tato "permanen" itu sebenarnya bukan karena tinta nempel terus, tapi karena ada relay makrofag yang terus-menerus mengambil ulang tinta yang terlepas saat makrofag lama mati.
Beberapa penelitian terkini menunjukkan bahwa penumpukan ini bisa mengganggu fungsi imun normal, termasuk respons terhadap vaksin tertentu, serta dikaitkan dengan peningkatan risiko limfoma, yaitu kanker kelenjar getah bening, dan kanker kulit.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Tattoo ink exposure is associated with lymphoma and skin cancers - a Danish study of twins
Menonton Tojima Wants to be a Kamen Rider yg tayang di Netflix ini ibarat masuk ke dalam wahana rumah kaca yg saling memantulkan ilusi.
Jika dilihat sepintas saja, anime ini menyajikan komedi absurd tentang benturan antara logika pahlawan bertopeng era nostalgia dengan realitas masyarakat modern yg sinis dan pragmatis. Kita disuguhi pemandangan kocak yg secara lancang menguliti kenaifan tokusatsu klasik.
Ada adegan-adegan komedi yg bikin kita nyengir tapi excited, misalnya ketika tojima melakukan pose "henshin" (transformasi) yg kelewat dramatis dan memakan waktu lama di tempat umum, lengkap dengan teriakan jurus andalannya.
Kalau di televisi era Showa, adegan itu akan langsung disusul oleh ledakan kembang api dan asap berwarna-warni di latar belakang disusul musuh yg terpental secara epik. Tapi karena ia "terdampar" di tata kota modern, yg terjadi malah keheningan canggung, disusul komedi slapstick yg menyadarkan kita bagaimana kalau itu terjadi pada realita sekarang.
Alih-alih terpukau, orang-orang yg berlalu-lalang, para pekerja kantoran yg kelelahan atau anak sekolah yg sibuk dengan hp, hanya menatapnya aneh, merekamnya via ponsel seolah ia cuma orang aneh yg cari sensasi viral, atau bahkan menegurnya dikira kenapa-napa. Logika heroisme yg absolut itu seketika rontok dan terlihat konyol saat dihadapkan pada rutinitas keseharian dan apatisme warga kota.
Kelucuan yg awkward ini sebenarnya adalah pintu masuk bagus untuk membedah anime ini via Remediasi nya Bolter dan Grusin. Remediasi pada dasarnya berbicara tentang bagaimana sebuah medium baru membajak, meniru, sekaligus mengkritik medium yg lama. Di sinilah letak tumpukan lapis realitas yg jenius dari tontonan tersebut.
Kita harus ingat, tokusatsu klasik itu lahir dari medium live-action, sangat mengandalkan tubuh fisik manusia asli, kostum dari karet, percikan kembang api sungguhan, dan set miniatur bangunan dari kardus. Namun, anime ini meremediasi logika live-action fisik tersebut ke dalam medium animasi 2D yg secara visual sebenarnya bebas melakukan keajaiban apa saja tanpa terikat hukum fisika.
Ironisnya, alih-alih membuat karakter terlihat lebih ajaib di dunia animasi, medium anime ini justru dipakai untuk mensimulasikan realita "modern yg boring", yg akhirnya secara gak langsung menolak hadirnya logika teatrikal tokusatsu.
Ini adalah sebuah ironi media yg berlapis-lapis: kita sedang menonton anime yg berpura-pura menjadi dunia nyata, demi menertawakan logika live-action masa lalu yg pada zaman dahulu kita anggap sebagai tontonan yg nyata dan serius, tapi di saat yg sama senang atas nostalgia bentuk baru tersebut.
Pengalaman menonton yg menabrakkan tiga lapis realitas ini (logika tokusatsu masa lalu, simulasi dunia modern yg sinis, dan medium anime yg membungkus keduanya secara artifisial) akhirnya membawa kita pada satu refleksi budaya yg cukup melankolis.
Ketika penonton modern tertawa terbahak-bahak melihat "kamen riders" kebingungan saat harus ganti kostum atau kaget excited saat dengar teriakan "yeee!" dari orang biasa yg mendadak berubah jadi "shockers", kita sebenarnya sedang menertawakan kepunahan idealisme kita sendiri.
Kehadiran karakter yg terjebak di perbatasan antara dunia nyata dan komedi anime itu perlahan mengupas alam bawah sadar kita bahwa heroisme yg hitam-putih, adil, dan bisa menyelesaikan masalah struktural yg rumit hanya dengan satu terjangan "Rider Kick" itu memang selamanya hanya bisa eksis di dalam kurungan tabung televisi cembung masa lalu. Ia tak bisa lagi ditarik masuk ke realitas sosial kita hari ini yg terlampau abu-abu, rumit, logis, dan sepenuhnya digerakkan oleh pemilik modal serta mesin-mesin kapitalisme.
The Best-Selling Comics of All Time
1. ๐ฏ๐ต One Piece - 600 Million
2. ๐บ๐ธ Superman - 600 Million
3. ๐บ๐ธ Batman - 484 Million
4. ๐ซ๐ท Asterix - 393 Million
5. ๐บ๐ธ Spider-Man - 387 Million
6. ๐ฏ๐ต Doraemon - 300 Million
7. ๐ฏ๐ต Golgo 13 - 300 Million
8. ๐ง๐ช Lucky Luke - 300 Million
9. ๐บ๐ธ Peanuts - 300 Million
10. ๐ฏ๐ต Detective Conan - 270 Million
11. ๐ฏ๐ต Dragon Ball - 260 Million
12. ๐บ๐ธ X-Men - 260 Million
13. ๐ฏ๐ต Naruto - 250 Million
14. ๐ง๐ช The Adventures of Tintin - 250 Million
15. ๐ง๐ช Spike and Suzy - 230 Million
16. ๐ฏ๐ต Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba - 220 Million
17. ๐บ๐ธ Captain America - 210 Million
18. ๐ฏ๐ต Slam Dunk - 185 Million
19. ๐ฏ๐ต KochiKame: Tokyo Beat Cops - 157 Million
20. ๐ฎ๐น Diabolik - 150 Million
21. ๐บ๐ธ Fantastic Four - 150 Million
22. ๐ฏ๐ต Jujutsu Kaisen - 150 Million
23. ๐บ๐ธ Spawn - 150 Million
24. ๐บ๐ธ The Phantom - 150 Million
25. ๐ฏ๐ต Crayon Shin-chan - 148 Million
Source: Crunchyroll News, Wikipedia
@zulgrana_@ezash Sama bang. Dulu terpengaruh sama komunitas game yg ngelist game-game terbaik. Salah satunya Witcher 3. Beli gamenya dan langsung mainin
Ternyata impresi gameplay susah nempel disaya. Kayaknya perlu adaptasi lebih lama. Akhirnya tidak pernah main lagi sampe skg