DEKAN: TERMUAT DALAM PERNYATAAN RESMI
Sikap Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Dudy Darmawan Wijaya, yang enggan memberikan penjelasan terkait dugaan kasus kekerasan seksual yang menyeret salah seorang dosen berinisial RR menuai sorotan.
Di tengah tingginya perhatian publik terhadap isu kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi, respons yang disampaikan pimpinan fakultas justru terkesan normatif dan memilih berlindung di balik pernyataan resmi institusi.
Saat dimintai tanggapan mengenai dugaan kasus yang disebut melibatkan dosen di lingkungan FITB, Dudy menyatakan seluruh informasi yang dapat disampaikan telah termuat dalam pernyataan resmi ITB.
***
PLOT TWIST: PERNYATAAN RESMI SUDAH DIHAPUS DARI WEBSITE.
CEK SCREENSHOT SEBELUM DIHAPUS DI BAWAH 👇
Fun Fact :
1. Dulu yg dapet THR itu cuma PNS, tapi semenjak pekerja demo Pekerja swasta juga dapet THR
2. Dulu juga jam kerja 16 jam ++ tapi semenjak demo jadi 8 jam.
Macet mu yg dirasa sekarang bisa terkonversi jadi bahagia dan sejahteramu di masa depan.
Guys kata Tom Lembong di podcast Malaka dan ini salah satu yang paling jujur yang gw dengar dari mantan pejabat Indonesia soal kondisi sekarang.
Dia bilang kebijakan luar negeri Indonesia sekarang paling berantakan sejak 1965.
Bukan sejak 1998. B
ukan sejak reformasi. Tapi sejak 1965.
Dan dia kasih contoh konkret yang bikin gw tidak bisa bantah.
Beberapa minggu lalu Indonesia bergabung ke Board of Peace yang diketuai Amerika dan Israel.
Seminggu setelah itu Amerika dan Israel menyerang Iran.
Sekarang Indonesia ngemis ke Iran minta kapal tanker kita boleh lewat Hormuz.
Dan Iran dalam kondisi marah besar habis diserang mau simpati ke kita?
Itu konsekuensi langsung dari kebijakan luar negeri yang tidak berprinsip.
Soal energi ini yang paling bikin gw ngeri.
Stok BBM dan LPG nasional kita hanya ekuivalen dengan 20 sampai 25 hari konsumsi.
Itu saja.
Kalau Hormuz tidak buka dalam 25 hari puluhan kota di Indonesia bisa kehabisan bensin dan gas.
Ibu ibu tidak bisa masak.
Logistik lumpuh.
Bukan skenario jauh.
Itu risiko yang menurut Tom Lembong sangat nyata dan sangat dekat.
Bandingkan dengan Jepang yang stoknya 250 hari. China yang stoknya 1,3 miliar barel.
Mereka sudah siap dari jauh jauh hari.
Kita masih 20 hari dan tidak ada rencana darurat yang jelas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari semua yang dia bilang.
Tahun lalu harga minyak dunia lagi murah.
Surplus 2 juta barel per hari.
Itu saat yang sempurna untuk borong dan nambah cadangan nasional.
Tapi tidak dilakukan.
Uangnya dialihkan ke program program lain yang multiplier effect-nya kecil yang kita sudah tau semua itu yaps EMBEGE
Soal tarif Trump Indonesia panik duluan. Buru buru negosiasi. Dapat kesepakatan tarif 19%. Eh satu hari kemudian Mahkamah Agung Amerika batalkan tarif itu karena ilegal. Negara yang tidak panik sekarang cukup bayar 10%. Kita yang paling semangat negosiasi malah kena 19%.
Tom Lembong bilang ini pelajaran lama yang terus diulang. Kalau kita tinggalkan prinsip demi keuntungan jangka pendek hasilnya selalu buruk. Selalu.
Dan kata dia satu satunya hal yang bisa dilakukan masyarakat sekarang hemat. Kencangkan ikat pinggang. Nabung. Dan mulai pikirin alternatif kalau LPG benar benar langka.
Karena pemerintah sendiri belum punya solusinya.
Teruntuk adik-adikku, atau sesiapapun yang ingin berkuliah di luar negeri dengan beasiswa,
kalau kalian memang pintar dan punya potensi besar untuk dikembangkan dengan jalur pendidikan negara luar,
ada sedikit saran:
Berhubung negara ini dipenuhi orang-orang bermental kepiting, alangkah baiknya jangan ambil beasiswa dari LPDP.
Selain berat bebannya balas budi ke negara, belum lagi kondisi lapangan yang birokrasinya berantakan, kalian juga akan dipandang sebelah mata oleh sebagian rakyat pembayar pajak yang merasa berkontribusi besar untuk pendidikan kalian.
Carilah beasiswa lain atau beasiswa di negara tujuan. Tidak mudah memang, tapi itu lebih baik daripada harus menanggung beban berat, apalagi jika kontribusi tidak sesuai dengan pikiran mereka, akan dianggap kontribusi sampah.
temen gue di ig:
ada yg jd terkenal gara-gara ikut coc
ada yg lolos pcpm bi
ada mantan ketua bem yg sekarang jd wakil ketua dpd
ada yg kerja di kemenkumham
ada yg lolos lpdp
gue mah seneng liatnya ikutan bangga, jd termotivasi jg.
karena apa? karena hati gue bersih ga kaya lo.
Jelek banget ya statistik di Indo ini. Jangan ambil rata² dong. Kalau 1 orang gaji 100 juta dan 9 orang gaji 1 juta aja punya rata² 10.9 juta. Itulah kenapa pentingnya ada min, median, max, dan kuartil, tapi gw yakin mana mau Indo ngeluarin data beginian 😂
Agak heran ama ni orang. Disebut prof, tapi gapernah liat dia di kampus. Bahkan di google scholar pun ntah kenapa ga nemu, pendidikannya di google mentok S2. Terus ini prof² apaan dh? Dari kampus mana?
Berbeda dengan King Timothy Ronald
Konten Prof. Kalimasada membahas BTC dan Altcoin secara umum
Ini mah gw tanya Grok juga bisa, setengah jam waktu terbuang rasanya🥀
Gw kira bakalan bahas isu keterkaitan BTC & Satoshi Nakamoto dengan Jeffrey Epstein
Ekspektasi gw ketinggian🥀😹