Gue nemu harga bensin di Amerika langsung dari foto pompa bensin beneran.
Terus gue bandingin sama Pertamax Indonesia yang baru naik.
Hasilnya agak mencengangkan:
Pertamax RON 92 Indonesia sekarang: Rp16.250/L
Bensin setara di Amerika?
Louisiana: Rp17.862/L
Texas: Rp17.391/L
California: Rp28.158/L
New York: Rp21.299/L
Tapi tunggu dulu.
Kalau masukin faktor gaji minimum, ceritanya jadi makin brutal.
Feeling saya, nantinya ASN, pejabat publik (sampai Ketua RT), maupun masyarakat penerima bansos, bakal diwajibin buat belanja di KDMP.
Tinggal tunggu waktu aja, proyek ini bakal jadi benalu yg menggerogoti anggaran. Karena kalo dilihat2, ya mereka gak ada nilai tambah dibanding toko pada umumnya.
Bukannya pesimis, tapi memang pemerintah punya rekam jejak ugal2an dalam membangun proyek2 semacam ini. Dan sejauh ini emg gak meyakinkan.
Dengan logika yang sama, harusnya:
- Maling bisa minta keringanan hukuman karena tangannya lecet pas memanjat pagar.
- Penipu boleh minta keringanan karena jarinya pegel ngetik chat tipuannya.
- Pembakar hutan minta keringanan hukuman karena matanya perih kena asap.
Dasar aneh.
Pelaku tidak otomatis menjadi korban hanya karena ikut merasakan konsekuensi kecil dari tindakan yang sengaja dia lakukan sendiri.
PERNAHKAH ANDA MENYADARI INI?
1. mall tidak memiliki jendela - agar kamu tidak sadar bahwa di luar sudah mulai gelap.
2. bar tidak memasang jam - agar kamu lupa waktu dan betah berjam-jam tanpa menyadarinya.
3. supermarket menaruh susu di pojok belakang - agar kamu harus melewati puluhan lorong... dan akhirnya membeli lebih banyak barang.
4. restoran cepat saji menggunakan musik yang ceria dan cepat - agar kamu makan lebih cepat dan segera pergi (sehingga pelanggan berikutnya bisa menempati kursimu).
5. kafe memutar musik yang lambat dan santai - agar kamu tinggal lebih lama... dan memesan lebih banyak.
gila, kan? semuanya disengaja.
Suatu minggu malam di IGD, sepasang suami istri datang menggendong anaknya berusia 4 tahun dengan wajah panik, "Dok tolongin dok, ini si adek katanya makan Duit."
"Apa pak? Makan Duit?!" Jawab Bowo kaget.
"Uuuiit.." anaknya senyam senyum dgn imutnya kayak gak ada apa-apa.
"Iyaa, barusan aja, kita gak ada yang liat, tapi dia tiba-tiba jeriit, sambil coba masuk-masukin jarinya ke mulut. Katanya uitt macuuk." ibunya coba menjelaskan semaksimalnya.
Saya tanya, "memang ada uang apa disekitarnya?" Bapaknya jawab, "tadi ada receh kembalian jajannya dok. 1500, Koin 1000 dan koin 500. Yang 1000 gak ada dok."
Saya mengangguk-angguk.
"Pak, daftar dulu ya, Ibu sama dede ikut yuk." Saya ajak mereka ke ruang tindakan. Badan saya ada di IGD, tapi Otak saya tiba-tiba ada di ruangan kosong dengan imajinasi anatomi 3D besar di depan muka saya, leher, saluran cerna, saluran nafas, dengan Koin tersangkanya. dimana posisinya sekarang?
Balita itu naik ke bed dengan santainya, masih senyum senyum lucu. "Nak, yuk coba buka mulutnya." Pinta saya sambil membuka mulut ngasih contoh. Dia buka mulut. "Keluawiin lidahnya nak." Pinta saya lagi sambil saya juga melet melet keluarin lidah.
Dia buka mulut dan keluarin lidahnya. Saya senteri seluruh rongga mulutnya. Dinding tenggorok terlihat, tapi koinnya Nihil.
Saya langsung search di google, berapa mm diameter koin 1000? Muncullah angka, 24 mm.
Seketika saya terkesiap.
ESOFAGUS!
Saya melihat ke ibu, "Bu, ijin dedenya kita Rontgen dadanya ya, kalau memang dede menelan koin saya curiga Koinnya masih di Leher.", Ibunya kaget tapi ngangguk setuju.
Saya melihat Bowo, "Wo temenin ke radiologi ya." Bowo juga ngangguk.
Sekarang di depan saya ada 3D anatomi leher manusia.
Leher itu lucu, dari luar terlihat seperti 1 saluran, padahal di dalamnya ada 2 saluran berbeda tujuan, 1 ke Lambung, 1 ke Paru-paru.
Saya pernah intubasi balita, memasukkan selang nafas ke paru-paru utk dipasang ke ventilator, diameter pintu trakea tidak mungkin terlewati koin.
Diameter Esofagus balita pun hanya belasan milimeter, tidak sampai 20 mm.
Tapi Esofagus itu beda dengan Trachea yang kaku seperti paralon, Esofagus itu elastis seperti selang karet, yang berkontraksi secara ritmis setiap kita menelan apapun untuk mendorong ke lambung.
Saya yakin koinnya ada di sana, karena seregang2nya Esofagus, jepitannya akan menghasilkan friksi yang tidak mungkin mengantarkan koin ke Lambung.
"Dok, hasil rontgen udah jadi, udah dikirim sama radiologi." Teriak Ella dari nurse station. Saya belari menuju layar tab.
Disana saya melihatnya, Terang bagaikan Arc Reactor Iron Man yang salah posisi.
Foto Rontgen menunjukkan koin ada di leher. Koinnya beneran tertelan.
@LivingCh@e100ss "Tidak sepenuhnya bus salah" terus iso dadi alasan bus kabur? Tak delok malah bus e apene nyalip truk gak nutut, bus sein ae ora malah