“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Guys, ada berita hari ini yang menurut gua adalah salah satu hal paling mengejutkan yang bisa terjadi dalam tata kelola keuangan negara.
Pemerintah sudah membuka 35.476 lowongan kerja untuk manajer Koperasi Desa Merah Putih. Pendaftaran sudah dibuka sejak 15 April dan ditutup 24 April 2026 besok.
Tapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa orang yang bertanggung jawab atas kas negara mengaku tidak tahu dari mana uang untuk menggaji puluhan ribu pegawai itu akan datang.
Kata-katanya sangat eksplisit.
Koperasi saya enggak tahu.
Yang lain saya enggak paham.
Berhenti sebentar dan pahami itu.
35.000 orang lebih akan direkrut sebagai pegawai BUMN. Gajinya belum ditentukan secara detail Zulhas hanya bilang menyesuaikan tingkat kelulusan.
Sumber anggarannya tidak jelas Menkeu hanya tahu cicilan Rp40 triliun per tahun untuk koperasi tapi tidak tahu apakah itu sudah termasuk gaji pegawai atau belum.
Dan proses rekrutmen sudah berjalan penuh tanpa ada kejelasan fiskal yang konkret.
Ini bukan pertama kali pola seperti ini terjadi.
MBG diluncurkan 6 Januari 2025 sementara anggarannya masih diblokir dan belum bisa dicairkan. Mitra direkrut, dapur dibangun, makanan dikirim semua pakai uang sendiri dulu sambil menunggu reimbers yang entah kapan.
Baru belakangan sistem dibenahi.
Motor listrik Rp1,2 triliun untuk BGN muncul di anggaran tanpa penjelasan yang memadai tentang relevansinya dengan program makan bergizi.
Proyek IT Rp1,2 triliun yang klarifikasinya hanya narasi tanpa data yang bisa diverifikasi publik.
Dan sekarang 35.000 pegawai BUMN direkrut dengan sumber gaji yang bahkan Menkeu sendiri tidak tahu.
Polanya sangat konsisten dan sangat mengkhawatirkan.
Program diluncurkan dulu, rekrutmen dibuka dulu, pengumuman dibuat dulu sementara pertanyaan paling fundamental tentang dari mana uangnya dijawab dengan nanti saya pastikan.
Yang membuat ini lebih serius adalah konteksnya sekarang.
Tiga Dirjen di Kemenkeu baru saja dicopot bersamaan kemarin. Ada isu APBN yang hanya mampu bertahan tiga bulan ke depan yang belum dikonfirmasi atau dibantah dengan data konkret.
Ruang fiskal sudah sangat tertekan dengan MBG yang menyedot hampir Rp1 triliun per hari, perang Iran yang membuat harga energi melonjak, dan penerimaan pajak yang tertekan.
Di tengah semua tekanan fiskal itu pemerintah membuka 35.000 lowongan baru tanpa kejelasan anggarannya.
Ada juga pertanyaan teknis yang sangat serius soal rekrutmen ini yang perlu dijawab.
Pertama — status pegawainya adalah karyawan BUMN.
Koperasi Desa adalah entitas yang secara hukum berbeda dari BUMN. Lalu mengapa rekrutmennya melalui Panselnas dan statusnya BUMN?
Ini adalah pertanyaan legal yang sangat mendasar.
Kedua — 30.000 dari 35.476 posisi berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara.
Ini adalah perusahaan yang baru dibentuk.
Apakah PT ini sudah memiliki struktur corporate governance yang memadai untuk mengelola 30.000 pegawai sekaligus?
Ketiga — rekrutmen menutup usia maksimal 25 tahun. Artinya ini menyasar fresh graduate dan diploma baru lulus.
Dengan gaji yang belum jelas, ditempatkan di koperasi desa yang baru dibentuk, dengan status yang tidak jelas antara BUMN atau bukan ini adalah kondisi kerja yang sangat tidak ideal dan berpotensi mengorbankan puluhan ribu anak muda.
ketika Menteri Keuangan sendiri bilang tidak tahu sumber anggaran untuk program yang sudah berjalan dan sedang direkrut puluhan ribu pegawainya, itu bukan sekadar masalah komunikasi antar kementerian.
Itu adalah bukti bahwa program-program besar ini diluncurkan tanpa perencanaan fiskal yang matang dan terkoordinasi.
Dan yang paling menggelisahkan adalah ini sudah terjadi berulang kali dengan pola yang sama.
Luncurkan dulu, urus anggarannya belakangan.
Dan yang selalu menanggung konsekuensinya adalah uang pajak rakyat yang terus mengalir tanpa kepastian akan ke mana dan untuk apa tepatnya.
Gen Milenial dan Gen Z ini keren banget yaa, sibuk buat perubahan:
1. Trend mending minum kopi daripada mabok
3. Trend minum jamu
4. Trend belajar parenting
5. Trend ngurangin gula / makan sehat
6. Trend hidup slow living / work life balance
7. Trend kalo belum bahagia jgn buru-buru nikah
8. Trend kalo belum cukup duit jangan buru-buru punya anak
9. Trend kalo ga siap jadi ortu mending childfree
10. Trend kerja apa aja ga gengsi buat posting
11. Trend memutus sandwich gen
12. Trend nikah di KUA or intimate wedding
13. Trend Olahraga
The next generation will be a gold🥹
@tanyakanrl Ternyata MBG itu ga gratis ya, dibayarnya pake:
- sulitnya akses pendidikan layak
- keracunan makanan
- sulitnya nyari pekerjaan
- pemulihan bencana yg lambat
- non aktifnya bpjs
Semoga semuanya lekas membaik, hanya kepada Tuhan kita berharap.
[a thread]
Guys, gue mau share keresahan gue soal CV yang gue liat masih banyak yang kurang tepat.
Bahkan, jasa bikin CV yang harusnya jadi harapan… malah kadang makin nyasar. 😞
Siapa tau berguna, ini gue share template dan cara bikin CV yang bener — 100% GRATIS.
📌 Gue yakin soalnya ini ada literaturnya:
Kalau lo pake format ini, CV lo bakal jauh lebih applicable dan meningkatkan peluang lo dipanggil interview — jauh lebih tinggi.
Dari gaji gue 5.5 jt - ke pajak gue yang bersyukurnya udh double digit sekarang :), perusahaan kaya Apple, Tesla, Microsoft, Nvidia atau Big 4 consulting.
You name it — rata rata pake format CV ini.
Wajib lo simak, semoga membantu biar lo gak di underpaid dan ngebantu lo bisa dapet kerja di company impian lo :)
Lanjut👇
Early this morning, a massive fire struck residential areas and rows of kiosks at Kasongan Market, Katingan Regency, Central Kalimantan, Indonesia 🇮🇩(26/26)
The fire spread rapidly, destroying nearby buildings. No official details yet on casualties.
@Hujandisenja Setujuu. Seringnya kata-kata hujatan itu datang berbunyi "dih masa gatau, orang fyp tiktok dan sliweran dimana2"
Dude, ga semua orang memilih menghabiskan waktunya untuk scroll tiktok, even download aja gue gamau:)
"335 TRILIUN buat makan siang itu setara dengan:
🎓 3,3 JUTA anak kuliah GRATIS sampai lulus S1 (kampus terkemuka yaa)
🏥 670 RUMAH SAKIT baru standar internasional (bisa bikin lapangan kerja baru)
🏫 167 RIBU sekolah rusak diperbaiki total.
👩🏫 Gaji 5,5 JUTA guru honorer jadi 5 JUTA/bulan (kesejahteraan guru meningkat).
Ini adalah keadaan Pulau Sangihe pada hari ini, pergulatan yang dimenangkan Rakyat di Mahkamah Agung pada tahun 2022 lalu sia-sia. Seharusnya, wilayah Sangihe adalah Pulau kecil yang tidak boleh ditambang tetapi Sangihe Masih terus dihajar oleh perusahaan tambang emas Dari Kanada
Kemaren2 tiap w mau tenis/padel dikomen "jauh-jauh amat sih mainnya".
Hari ini abang w "aku pagi ini driving golf yaa, sore baru ke cip" kakak w "aku main padel yaa di cibinong" YEEUUU😅