Ini adalah anak yang disuruh ibunya ikut turun hari ini, bukan yang minta izin turun 🤭. Dia tadinya ga rencana turun krn ada meeting2 UKM, tapi kata ibunya hari ini TURUN KE JALAN lebih penting. Akhirnya dia janjian dgn temen2nya di kampus.
Bismillah, nak. Ibumu ingin kamu ingat bahwa kamu mahasiswa yang masuk PTN lewat UTBK, bukan mandiri; jd ada kontribusi rakyat dlm pendidikanmu sehingga ada tanggung jawab moral utk membela hak mereka. Proud of you, girl 💛 Hasbunallah wa ni'mal wakil 🤲🏻
cc:threaddaysjaz
Ini bener baget✅
Kita ga ada kewajiban ngajarin orang dewasa etika dasar yang baik dan benar, serta how to respect others.
Keputusan yg tepat mbak, kamu keren.
Kalau kamu nyakitin seseorang dan ngehancurin hatinya, tapi dia masih bisa ngomong sama kamu dengan energi positif dan tetap respect sama kamu, cukup bayangin aja seberapa hebat orang yang udah kamu sia-siain.
Karena nggak semua orang punya hati sebesar itu untuk tetap baik setelah disakiti, dan nggak semua orang sekuat itu untuk tetap menghargai seseorang yang pernah menghancurkan perasaannya.
Jadi kalau suatu hari dia memilih pergi, jangan tanya kenapa, tanya dirimu sendiri, kenapa orang sebaik itu sampai lelah bertahan.
Tolerating always turns to resentment. At first, you call it patience, then love. But what it really is, is self-abandonment. Every time you swallow a boundary, excuse a pattern, or silence your discomfort, something inside you keeps score. And eventually, the bill comes due.
Someone on IG said;
“I’m humble enough to know that I may be not everyone’s first choice, but I’m confident enough to know that I’m not someone you find twice.”
Lovely.
Quran says again and again
“And future will be better for you than the past” (93:4)
“If the hurt comes, so will the happiness” (94:5-6)
“So remember me and I will remember you” (2:152)
Karyawan paksu tiba-tiba minta ijin pulang cepet kemaren. Alasannya karna istrinya lagi ulang tahun, dan beliau pengen ajak istrinya buka berdua. umurnya udah di atas 50-an gt si bapak.
pulang-pulang, suami cerita:
“oh iya pak halim (nama samaran) minta ijin pulang cepet tadi”
“kenapa? sakit ya bapaknya?”
“engga, istrinya lagi ulang tahun, terus katanya mau buka puasa di luar berdua”
Manifesting this type of love energy for all of us🥹🫶🏻
sebenarnya, manusia yang kurang empati itu mengerikan. jangankan untuk memahami kondisi orang lain, untuk sekadar menyadari bahwa tindakannya menyakiti saja pun mereka tak mampu.
Pantes yah pahala memaafkan itu tidak terbatas. Bayangin aja kita yang ngerasain sakitnya, nangisnya, gemeternya, emosinya, sakit kepalanya, trust issuenya, tapi kita juga yang harus bisa ikhlasin itu semua, kita juga yang harus bisa memaklumi.
Sedangkan orang yang jadi masalahnya bisa dengan mudah hidup tenang & melanjutkan hidup setelahnya.