BOCAH ini tidak tahu eksistensi METOPEN.... dia tidak mengerti format TNR 12 spasi 1,5 margin 3433.... Beri dia laptop dan dia akan TERTIDUR.... dia tidak MENGERTI CARA MEMBUAT CURRICULUM VITAE... membangun personal branding di LINKEDIN dgn 500 koneksi... 10 KEPANITIAAN 3 JABATAN
@senansorai Jangan mau rendah banget sih kak, paling kamu coba upload di facebook/forum fjb. Cod-an di kota nya. Aku waktu tinggal di kampung jual beli barang gitu sih kak.
bapak ini cerita istrinya kepala sekolah, berani menghentikan mbg di sekolahnya:
- setelah kumpulkan semua wali murid
- mayoritas wali murid setuju mbg dihentikan
- alasannya mubazir karena tidak dimakan anak dan mengganggu waktu belajar
- pas lapor ke dinas pendidikan, dinas malah balik tanya "apakah di sekolah ibu sudah punya program pemenuhan gizi?"
- istrinya jawab "memang kewajiban pemenuhan gizi jadi tanggung jawab sekolah pak?", dinas cuma diam
- pesannya: "menerima mbg adalah hak, bukan kewajiban", jadi kalau mau berhenti tidak usah tuntut pemerintah, hentikan dari sekolah masing-masing
Novel Majapahit ini literally Game of Thrones versi Asia Tenggara btw.
Bayangin ada tokoh mirip persis Petr Baelish yang insinuasi sana sini.
Aku sangat berharap kalau netflix mau modalin, mending bikin series based on novel ini.
Bukan berarti Islam mau "menghukum perempuan", tapi karena laki-laki tidak diakui atas hak asuh anak yang lahir dari luar nikah. Balasan untuk laki-laki pemerkosa bukan hak asuh, melainkan: dicambuk+diasingkan atau dibunuh.
Justru aneh kalau rapist malah berhak atas nasab ke anaknya, itu malah jadi kehormatan buat si rapist. Orang yang harusnya deserve diusir atau mati kok malah diberikan kehormatan "ngurus anak" dari wanita yang diperkosanya. No.
Oleh karenanya, otomatis hak asuh anak paling pertama jatuh ke ibunya. jika ibunya tidak mampu berarti si anak diasuh oleh keluarga ibunya. Jika tidak mampu, oleh negara (Baitulmal).
Islam memastikan pelaku pemerkosaan berakhir di dua hal: either kena hukuman fisik + diusir atau dibunuh.
"Ga dapet hak waris bapak biologis juga."
Iya, dan ini berlaku sebaliknya: bapaknya gak punya hak apa-apa atas harta si anak (jika si bapak emang masih bisa balik lagi atau masih hidup). Dalam Islam, warisan itu bukan satu arah, tapi ada kecenderungan resiprokal (jika tidak ada hijab hirman/nuqshan atau kondisi penghalang waris lainnya).
Dan akhirnya konsekuensinya pun konsisten: Buat apa si anak mewarisi harta ke rapist yang udah memperkosa ibunya?
Nasab itu ditentukan dari ikatan pernikahan, bukan sekadar hubungan biologis semata.
Dari shalat taubat lanjut shalat tahajud, terus selesai tahajud biasanya sholat hajat, baca dzikir, shalawatan, baca ratib al hadad juga, terus abis itu ditutup witir terus abis itu jalan jalan pagi disekitaran rumah
aku sempet dengerin pinned vtnya. awalnya mereka sama-sama gay. si wahyu suka cowo, salsa suka cewe. pas mereka ketemu, si wahyu mintain sosmed salsa, tapi karena hp si salsa mati, jadi wahyu yang kasih ignya. terus mereka lanjut chatan dan jalan. abis itu wahyu sadar kalo salsa ini butchy alias cewe, terus niatnya mau ga dilanjut karena wahyu selama ini cuma pacaran sama cowo, belom pernah sama cewe. salsa tetep mempertahankan gitu. terus sama si wahyu dibilang, "gue udah tau lu butchy, tapi emang lu tau gue siapa? gue nih waria. gue cowo." sama salsa dijawab, intinya kalo mereka bisa nerima satu sama lain, kenapa engga? si salsa mau nerima wahyu yang ternyata cowo, tinggal wahyunya aja. akhirnya wahyu mikirin itu dan jalanin aja sambil ngetes diri masing-masing apakah akan goyah atau gimana. ternyata cocok dan living together. abis itu ada rencana nikah, tapi salsa dah tekdung duluan. jadi buru-buru nikahnya. kalo kata orang mah cuma case mereka doang yang ketuker, aslinya hubungan hetero. keponakan mereka juga bingung uwanya (si wahyu) itu cewe atau cowo. terus taunya si salsa cowo karena looknya. tapi salut sama si wahyu selalu dijelasin gitu 😭
Iya deh, gua jadi kepikiran...
Kenapa mempertahankan seseorang sekarang sering terasa seperti 'merendahkan' harga diri? Kenapa caring enough to fight for someone malah dianggap desperate, sementara “yaudah kalau mau pergi, pergi” dianggap paling emotionally mature?🤔🤔