TIN NÓNG: Liều lượng Ivermectin CHÍNH XÁC đã giúp bệnh nhân Ung thư chữa lành
12mg mỗi ngày trong 5 ngày, sau đó 12mg hai lần mỗi tuần để duy trì.
Big Pharma không muốn bạn biết điều này chỉ tốn 2 đô la mỗi viên thay vì 10.000 đô la các liệu pháp hóa trị.
Họ HOẢNG SỢ mất lợi nhuận trong khi bệnh nhân Ung thư cải thiện chỉ với vài đồng! 😃
Đây là điều họ tuyệt vọng muốn giữ kín.
Tôi đã thấy nó hiệu quả hết lần này đến lần khác.
Đừng để họ giữ bạn trong bóng tối.
Pernah gak pesan menu tumisan sapi atau ayam di restoran Chinese food, terus pas digigit dagingnya lembut banget, juicy, dan teksturnya licin kayak sutra? Rahasianya bukan di kualitas daging mahal, melainkan di teknik legendaris bernama velveting.
Seorang mu'allaf warga negara Kanada dikuntit dan mengalami kekerasan verbal dari seorang zionis di Bali.
Zionis itu menyoroti postingan akun sosial media korban lalu berusaha mencarinya dan melancarkan ancaman serta intimidasi.
Banyaknya zionis yang bercokol di Bali, merusak reputasi wisata di Bali. Secara perlahan sektor pariwisata Bali mengalami penurunan pendapatan secara drastis, tidak menutup kemungkinan kedepannya akan semakin memburuk jika zionis tidak dibersihkan dari wilayah Bali.
Jadi inget waktu itu ada dosen kehutanan IPB, beliau profesor di bidang ilmu ekologi dan konservasi herpetofauna (amfibi dan reptil)
Beliau nulis di FB terkait larangan dan bahaya nya menyusun batu disungai karena merusak habitat dan ekologi untuk makhluk hidup di sungai tersebut
Postingan itu langsung rame dan profesor ini dihujat habis habisan sama orang orang yang menyebut itu "seni" bahkan ada komunitas nya
Cukup miris sama manusia manusia yang ga paham konservasi, sampe ahli nya ngomong tuh ga didengerin
Burung Cendrawasih dan kangguru di Papua sudah terancam Punah
di tambah Pembukaan 1 juta hektar lahan yang dilakukan pemerintah jelas akan memperburuk habitat mereka
KALIAN WAJIB LIHAT INI!!!⚠️⚠️⚠️
Ini sungguh mengerikan. Tambang-tambang nikel kini benar-benar mengancam nyawa warga lokal. Lihatlah video ini, lubang tambang yang sangat besar dan dalam sudah hampir menyentuh halaman rumah penduduk. Jika hujan deras datang, warga yang tinggal di pinggir jurang itu bisa menjadi korban sewaktu-waktu.
Apakah pemerintah tidak mengetahui hal ini? Atau justru tahu, tapi sengaja Tutup mata?
Jika dibiarkan terus, tidak mustahil suatu hari rakyat di sana akan terkubur hidup-hidup oleh tambang negara ini. Sungguh miris memiliki pemerintahan yang hanya pandai menguras sumber daya alam, tapi abai terhadap keselamatan dan kesejahteraan rakyatnya sendiri.
Melihat video viral seekor Beruang Madu (Helarctos malayanus) yang masuk ke pemukiman warga dengan kondisi kaki belakang yang sudah hilang sebelah, rasanya hati ini seperti diiris.
Satwa yang seharusnya menjadi raja kecil di jantung Borneo, kini harus mengemis sisa makanan dengan kondisi cacat yang diduga akibat jerat.Ini bukan sekadar fenomena satwa masuk desa. Ini adalah sinyal bahaya.
Kalimantan adalah rumah mereka, namun seiring dengan masifnya deforestasi dan alih fungsi lahan, ruang gerak mereka semakin terkunci.Beruang ini datang bukan untuk menyerang. Ia datang karena lapar, karena bingung rumahnya sudah hilang, dan karena tidak ada lagi tempat untuk mencari makan di alam yang kian menyempit.
Sebagai orang yang hidup berdampingan dengan alam, kejadian ini seharusnya menjadi pengingat keras bagi kita semua:"Hutan kita bukan cuma soal kayu dan tambang, tapi soal nyawa-nyawa di dalamnya yang menjaga keseimbangan alam Borneo."Mari kita lebih peduli.
Jangan sampai anak cucu kita nanti hanya bisa melihat Beruang Madu lewat video viral atau buku sejarah saja karena kita gagal menjaga apa yang tersisa.
URGENT: TESSO NILO DALAM BAHAYA, TESSO NILO DALAM BAHAYA , TESO NILO DALAM BAHAYA🚨
JANJI PEMERINTAH UNTUK MENGEMBALIKAN TESSO NILO JADI KAWASAN HUTAN YANG RAMAH AKAN SATWA CUMA SEKEDAR OMON OMON.
PEMERINTAH PEMBOHONG
PEMERINTAH PENDUSTA
PEMERINTAH KALAH SAMA MAFIA
Meski Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menyita kebun-kebun sawit di Taman Nasional Tesso Nilo sejak 10 Juni 2025, tandan buah segar (TBS) dari kawasan konservasi itu tak berhenti mengalir ke pabrik-pabrik di sekitarnya.
Investigasi Mongabay membuktikan: truk-truk pengangkut sawit ilegal tetap beroperasi, menembus koridor perusahaan bubur kayu, melewati batas provinsi, hingga CPO-nya tiba di kilang milik korporasi besar yang mengklaim komitmen nol deforestasi.
Di balik rantai pasok yang panjang itu, satu benang merah tampak jelas absennya sanksi terhadap pabrik penerima. Selama pembeli tak disentuh hukum, permintaan terhadap sawit ilegal akan terus ada.
Para pegiat lingkungan dan pakar hukum mengingatkan: Satgas PKH punya kewenangan dan regulasi yang cukup untuk menindak pabrik-pabrik itu, namun hingga kini pilihan itu belum diambil. Tesso Nilo pun terus menyusut.
Ini tamparan bagi nurani2 yang hidup
Seekor bekantan duduk di tumpukan batu bara diatas kapal tongkang
Habitat aslinya hutan mangrove sudah hancur bhkan hilang terfragmentasi
Indonesia sdh tidak bisa bangga lagi menepuk dada menyebut dirinya sbg Negara Megabiodiversitas