🚨💵 Exclusive via Goalpost Asia, USD 30 million (~Rp543 billion) has reportedly been allocated by Persija Jakarta for Shin Tae Yong to strengthen the squad in the transfer market.
That is a massive amount by Indonesian football standards 😯
“Saya tau tentang Jakmania, Satu hal yang bisa dijanjikan kepada Jakmania adalah selalu bisa memberikan pertandingan terbaik. Mohon kepercayaannya terhadap saya, klub dan pemain serta saya berharap untuk kalian bisa selalu memenuhi kursi-kursi stadion.
Terakhir, 𝗚𝘂𝗲 𝗣𝗲𝗿𝘀𝗶𝗷𝗮 𝗚𝘂𝗲 𝗖𝗵𝗮𝗺𝗽𝗶𝗼𝗻𝘀!.”
suku bunga naik jadi 5,25%. dampaknya apa?
- cicilan & pinjaman makin mahal. kpr, kredit motor, kartu kredit, dll bunganya naik.
- nabung/deposito jd menarik karena bunga tabungannya ikut naik > supaya org naruh uang di bank, bukan dibelanjain/pindah ke dolar.
- rupiah diharapkan gak makin anjlok
karena investor jadi lebih tertarik simpan uang di Indonesia.
Nike Downfall
Harga saham Nike hancur 66% dlm 5 tahun terakhir, di saat brand spt Hoka dan On Cloud makin on fire.
What went wrong?
Strategi Nike yg memutuskan total 100% berpindah jualan secara digital (demi menjadi direct to consumer brand atau DTC Brand) barangkali merupakan salah satu blunder paling fatal dalam sejarah bisnis modern.
Jadi begini.
Di era pendemi, CEO baru Nike (yg mantan ceo eBay dengan digital mindset kuat) dengan gagah berani memutuskan agar Nike full jualan secara digital.
Cut hubugan dg retailer besar poffline spt Foot Loker dkk.
Hentikan jualan via distributor offline.
Sebuah keputusan bisnis yg amat “heroik”.
Di saat pandemi, strategi itu memang lumayan sukses datangkan penjualan.
Selain itu, dengan menjadi DTC, Nike berharap bisa : 1) dapatkan margin yg lebih besar sebab tak ada lagi middleman 2) bisa bangun relasi lebih intim dengan para pelanggannya.
Namun saat pandemi berakhir, dan jutaan konsumen kembali berdatangan ke mall offline; Nike tetap memutuskan jualan full via channel digital. Ogah jualan via retailer offline lagi.
Blunder strategi itu memunculkan beragam efek yg amat fatal :
- Space kosong yg ditingalkan Nike segera dengan sukacita diisi oleh band lain (brand baru seperti Hoka dan On spt mendapatkan durian runtuh karena sekarang punya space kosong di banyak shoes retailer).
>>> Ingat : dalm dunia retail, space jualan di gera-gerai offline itu harta karun yg amat mahal harganya. Retailer hanya mau tampilkan brand bagus di posisi paling strategis. Brand kurang bagus cukup ada di pojokan kecil.
(makanya banyak brand FMCG yg berani kasi fee besar kpd Indomart agar produknya muncul di lokasi paling depan dan menonjol).
- Keputusan Nike meninggalkan space di retailer offline itu literally ibarat harta karunnya ditinggal begitu saja, dan diberikan kepada brand pesaing lainnya. Fatal mistake.
- Dampak lain dari blunder itu adalah : Nike spt membuang begitu saja aset marketing yg paling berharga.
Jadi begini.
Menampilkan aneka sneaker + poster di retailer offline itu sejatinya adalah iklan gratis Nike bagi jutaan konsumen yg tiap bulan datang ke gerai tsb.
- Bayangkan saat jutaan orang data ke Foot Looker dan tidak menemukan satupun poster dan produk Nike. Lama-lama mereka lupa dengan Nike. Brand awaraness Nike pelahan runtuh. Dan yang paling fatal : jutaan konsumen itu lalu akan coba tengok brand lain pesaingnya.
Keputusan Nike untuk menjadi DTC itu juga ciptakan problem stock menumpuk. Selama ini Nike tak pernah pusing mikirin hal ini. Sebab semua stock dilempar ke retailer2 besar.
Kini ketika Nike jualan sendiri, problem logistik ini membuat mereka kehilangan banyak biaya. Jualan secara direct to consumer ternyata bukannya untung, malah buntung. Banyak biaya logistik yg kudu dikeluarkan.
Blunder strategi spt itulah yang bikin kenapa penjualan Nike stagnan, dan bahkan tahun lalu penjualan anjlok 10%. Persis di saat brand lain spt Hoka dan On Cloud makin melesat penjualannya.
Moral of story :
Ternyata kejatuhan bisnis itu bukan karena SDM jelek atau R n D buruk. Nike punya SDM dan RnD terbaik di industrinya. Modalnya melimpah. Teknologi paling top. Budget iklan tak terkalahkan.
Spt Nokia dan Kodak, kejatuhan Nike ini benar-benar karena “KESALAHAN STRATEGI”.
Makanya dewa strategi Michael Porter pernah menulis : strategy is everything.
Begitu company Anda salah mengambil strategi, maka kehancuran biasanya akan segera menyusul.
Omong2 apa brand sneakers Anda gaes? Kalau saya lebih suka beli Adidas. Belum mau pindah pakai Skecher, Hoka, atau On. 😊
Takdir laki-laki:
Kecil dimarahin ibu
Sekolah dimarahin guru
Remaja dimarahin bapak
Kerja dimarahin atasan
Udah nikah dimarahin istri
Naik kereta di gerbong depan belakang
Keterangan Video:
Tema Indonesia punya salah satu konten Youtube namanya Lort Rispo. Konten prank.
Trus ini Ebel Kobra ceritanya di-prank: Diajak ketrmuan produser film di cafe. Deal 20M lewat Rispo nggak konfirmasi dulu.
Pas sampe cafe, Ebel dijudesin pelayan. Bahkan pesen kopi susu dikasihnya kopi dan susu wkwk Indomie juga dikasih mentahan😂
Trus tiba-tiba ada orang ngaku fans-nya minjem duit 10 juta. Ditransfer beneran sama Ebel.
Puncaknya pas ‘produser’nya dateng ada yang lempar batu ke Ebel ditambah pelayannya masih judes trus Ebel marah-marah kayak di video bawah.
Btw, pelayan, ‘produser’, dan fansnya ini agennya Rispo buat nge-prank Ebel.
Perkara settingan atau bukan ya no comment wkwk intinya hiburan semata, udah dikasih disclaimer juga di awal video-nya Tema~
He is one of us🔴
Rio Fahmi adalah contoh nyata bahwa anak Indonesia bisa mewujudkan mimpi bermain untuk tim impian masa kecilnya.
Tumbuh besar sebagai the Jakmania, hidup membawanya pada takdir membela tim kebanggaan.
Bukan harinya Persija.
Tapi tetap harus disyukuri pertandingan berjalan lancar. Semoga semua orang yang datang ke stadion hari ini bisa kembali lagi ke rumah dalam keadaan sehat wal afiat.