10 Maret 2023 dan 13 April 2025.
Bismillahirahmaanirahiim, saudaraku seiman. Izinin aku share ini ya.
Karena aku speechless. Benar-benar speechless. Nggak ada alasan untuk aku nggak beriman.
Terima kasih Allah, terima kasih penonton Indonesia yang mau kasih aku kesempatan.
Dari WAG...
Pengadilan Den Haag Gempar Semalam!
Pada 19 Maret, Rodrigo Duterte hadir di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) dengan kursi roda untuk menjalani sidang.
Begitu hakim ICC membacakan dakwaan "kejahatan terhadap kemanusiaan," mantan Presiden Filipina berusia 79 tahun itu langsung melontarkan tiga "bom data":
1. "Militer AS membantai 350.000 warga sipil di Afghanistan, ICC pura-pura buta selama 20 tahun!"
2. "Israel telah membunuh 50.000 anak-anak di Gaza, di mana surat perintah penangkapan kalian?"
3. Ia kemudian memutar rekaman operasi anti-narkoba di Kota Davao, yang menunjukkan bahwa setelah pemberantasan narkoba, tingkat kriminalitas di wilayah itu turun drastis hingga 73%.
Hakim panik dan berusaha menghentikan dengan mengetuk palu, namun Duterte justru mengeluarkan setumpuk foto—gambar mayat anak-anak yang menjadi korban kartel narkoba, disandingkan dengan foto kehancuran akibat serangan drone militer AS. Dengan suara lantang, ia bertanya: "Mana yang lebih mirip kejahatan terhadap kemanusiaan?"
Ruang sidang langsung riuh! Warga Filipina yang hadir bersorak dan meneriakkan "Hidup Presiden!" hingga para petugas keamanan kesulitan mengendalikan situasi.
Pemerintahan Marcos kini dalam posisi sulit. Mereka awalnya ingin menggunakan ICC untuk menyingkirkan Duterte, tetapi justru popularitas Wakil Presiden Sara Duterte melonjak hingga 39%
Di hadapan pengadilan, Duterte bersumpah: "Jika saya dinyatakan bersalah, maka tangkap juga Biden dan Netanyahu untuk diadili
Pernyataan ini langsung menelanjangi kemunafikan ICC, yang hanya berani menindak negara-negara kecil, tetapi tak pernah menyentuh pemimpin negara adidaya.
Kini, ICC menghadapi dilema besar:
Jika Duterte dinyatakan bersalah, negara-negara di Global South mungkin akan ramai-ramai keluar dari ICC.
Jika ia dibebaskan, negara-negara Barat bisa menghentikan pendanaan ICC yang bernilai ratusan juta euro.
Pada akhirnya, "persidangan abad ini" berubah menjadi cermin besar—yang menampakkan borok sistem hukum internasional sekaligus menandai kebangkitan tatanan dunia baru......
Selamat sore teman-teman semua.
Semoga ke depan, dunia ini terbebas dari kekerasan dan tidak ada lagi pertumpahan darah di antara sesama. Mari kita bersama-sama berdoa agar dunia berubah menjadi tempat yang lebih damai dan sejahtera.
Jokowi Mulyono Dinasty HAS FALLEN, siasat Prabowo mulai berjalan mulus :
✅️ Airin tiba2 didukung oleh Golkar, sedangkan KIM Plus sempat sepakat mendukung Andra-Dimyati. Ini artinya Partai Gerindra cs akan melawan Golkar dan PDI Perjuangan
✅️ Mashel Widianto tiba2 ditinggal oleh Riza Patria dan partai2 KIM Plus, padahal Marshel udah sempat MENYEMBAH Gibran
✅️ Dico Ganinduco, konconya Gibran juga tiba2 MUNDUR dari Pilwalkot Semarang. Dico hanya didukung oleh PSI, Golkar dan Nasdem. Sedangkan lawannya Yok-Joss, didukung penuh oleh Gerindra, Demokrat, PKS, PKB, PAN, PPP, Nasdem
✅️ Gusti Bhre, sohib Gibran dan Kaesang juga tiba2 MUNDUR dari Pilwalkot Solo, padahal rekomendasi dari 6 parpol sudah turun. Gerindra bermanuver memilih ketua Hipmi Solo, Respati Ardi & Astrid Widayani
Tambahan :
✅️ Gerindra tidak mau mengusung Kaesang anak Jokowi sebagai Cawagub. Gerindra memilih mengusung Gus Yasin mendampingi jagoannya Ahmad Lutfi
Polanya sama, Gerindra dan Prabowo tidak mau dibawah bayang-bayang Dinasti Jokowi
Gerakan bawah tanah ala Prabowo berjalan SENYAP, EFEKTIF tapi MEMBUNUH
Marjan jadi salah satu iklan paling ditunggu jelang Ramadhan.
Selalu mengangkat budaya & cerita rakyat. Belakangan muncul konsep Marjan Cinematic Universe / Jagat Sinema Marjan yg wah.
Minton kumpulin video iklan Marjan dari 2010-sekarang. Mana yg jadi favoritmu?
A thread
Yang incumbent UGM, yang oposisi UGM, yang berkompetisi UGM, yang di balik layar UGM, yang melanggar etik UGM, yang nyebokin UGM, yang mengkritik UGM. Kampus aneh yang mengagumkan.
Siapapun anda, coba tutup mata untuk tidak mengenali siapa yang bicara, lalu filter saja narasi yang terucap dalam sesi pembicaraan ini.
Saya bukan pengagum salah satu pembicara, namun kalau anda pengagum salah satu dari keduanya, sisihkan dulu kekaguman itu, cerna saja substansi pembicaraannya.
Jika anda seorang yg memikirkan kepentingan bangsa dan negara, bukan orang yg hanya mementingkan ego pribadi dan kelompok, maka ketika anda diminta mempertaruhkan nasib jutaan rakyat, tak mungkin anda tega. Ini bukan mempertaruhkan nasib satu, dua, lima atau sepuluh orang.
Tak ada nama yg disebut dan jari yg menuding, cukup tanya saja pd nurani masing-masing. Hanya yang berhati sekeras batu akibat terlalu banyak memakan uang haram saja yang tak bergeming dengan nasib ratusan juta orang dan tega mempermainkan masa depan mereka.
Sungguh kebiadaban yang tiada duanya, menggunakan topeng orang baik, namun tiap menit nafasnya dihabiskan untuk mendzalimi ratusan juta orang demi sekedar imbalan harta dan jabatan.