Moondancer is one of the smallest dragons but she’s built like a predator .
She’s not built like Vhagar or Vermithor.
With her long neck, light frame, Narrow head & Massive wings.
Everything about her screams speed.
Baela did an incredible thing with her at the battle of Gullet.
In fact, some fans have even theorized that Moondancer may have descended from Vhagar because of the similarities in their features.
If that’s true, HBO did something brilliant.
They took the DNA of the most powerful dragon in Westeros and created its opposite becos Vhagar is age, weight and power while Moondancer is youth, speed and agility.
One wins by being impossible to stop.
The other wins by being impossible to catch.
I’m curious to see how the show ends Moondancer’s story.
Meskipun obat ini harganya puluhan juta rupiah, tetapi untuk pasien kanker, harganya sebanding dengan harapan yang diberikan.
Namanya Pembrolizumab (Keytruda). Obat ini cara kerjanya nggak membunuh sel kanker secara langsung. Tapi sebaliknya, obat ini bantu bangunin sistem imun biar bisa mengenali kanker yang selama ini bersembunyi darii pertahanan tubuh.
Masalahnya, beberapa sel kanker seolah-olah sangat pintar, dimana mereka bisa nyamar sehingga dianggap sebagai sel normal oleh tubuh. Akibatnya, sel imun nggak bakal menyerang mereka.
Nah, pembrolizumab bantu bukain penyamaran itu sehingga sel imun bisa lihat mana yang kanker dan mana yang bukan.
Karena itulah obat ini disebut imunoterapi. Pada beberapa pasien, terutama yang kankernya sudah menyebar atau sulit dioperasi, obat ini bisa memberikan hasil yang sangat baik.
Meski begitu, tidak semua jenis kanker atau semua pasien akan merespons pengobatan ini dengan cara yang sama.
Di sebuah kompek pensiunan yang kelihatan damai ini, seorang pendatang baru yang sedang berduka ketemu “monster” yang bakal mengubah segalanya. Tandain, serial The Boroughs tayang 21 Mei di Netflix!
Mi marido hace poco me dijo algo que realmente se quedó grabado.
Me dijo: "No estoy aquí para controlarte. No soy tu padre, soy tu pareja. Eres libre de tomar tus propias decisiones. Solo entiende que cada elección tiene consecuencias. Si eliges algo que dañe lo que hemos construido, eso es por tu cuenta".
Él dijo: "Siempre te diré cuando algo me duele o cruza un límite, porque así es como se ve la comunicación saludable. Pero si sigues cruzando la línea después de que te haya mostrado dónde está, entonces nunca nos estabas protegiendo realmente para empezar".
Y honestamente, así es como suena la responsabilidad en una relación.
Having a baby physically shrinks part of a woman's brain. Having a second baby shrinks a totally different part. Scientists in Amsterdam just figured out why, and the explanation involves the same process that happens in teenage brains.
This is from a research group in Amsterdam called the Pregnancy Brain Lab. They published their findings in Nature Communications on February 19, 2026. The team scanned the brains of 110 women. 40 were about to have their first baby, 30 were about to have their second, and 40 had never been pregnant. They scanned everyone before pregnancy and again after birth.
The results were so consistent that a computer program could look at any of those brain scans and correctly tell whether the woman had been pregnant. Every single time.
When a woman has her first baby, the biggest changes happen in the part of the brain that handles thinking about yourself and other people. The same region that runs daydreaming and inner monologue. That whole area visibly shrinks. And it stays shrunk for at least six years after birth, according to a 2021 follow-up study by the same team.
When she has a second baby, that same area shifts a little more, but the biggest changes happen somewhere else. They happen in the part of the brain that controls what you focus on, and the part that controls how your body moves. Even the wiring between the brain and the muscles becomes more efficient. Lead researcher Milou Straathof said it looks like the brain rewiring itself for taking care of more than one kid at a time.
The shrinking sounds bad. The lab compares it to what happens in teenage brains during puberty. Hormones flood the brain and trigger a kind of cleanup. Weak connections between brain cells get cleared away. The strong ones stay and get stronger. The brain ends up smaller, but the connections that remain work faster. The hormonal flood of pregnancy seems to do the same thing.
Elseline Hoekzema, who runs the Pregnancy Brain Lab and has been studying this since 2017, told CNN: sometimes less is more.
The pattern is layered. The first pregnancy does the deep work on identity and how a mom thinks about her baby. The second pregnancy adds a new layer focused on attention and movement.
About one in five new mothers globally develops postpartum depression. The same brain circuits being remodeled here are the ones tied to mood and bonding with the baby. Mapping what a healthy maternal brain looks like is the first step toward catching when something goes wrong.
Kenapa fast learner cepat lupa?
Ternyata ini penjelasan ilmiah sederhananya
Fast learner punya kemampuan untuk menyerap informasi baru dgn cepat, yang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan baik dalam berbagai situasi.
Tp, ada sisi lain yang perlu diperhatikan: kecenderungan untuk mudah lupa.
Knp?
Pertama, otak kita memproses informasi dalam tiga tahap: encoding, storage, dan retrieval.
Fast learner sering kali fokus pada tahap encoding, yaitu menyerap informasi baru.
Tapi, ketika informasi tsb ga diproses lebih lanjut ke tahap storage (penyimpanan), akan sulit untuk mengaksesnya kembali (retrieval).
Selain itu jg bisa disebabkan overload informasi. Fast learner sering terpapar banyak informasi dalam waktu singkat.
Ketika otak terlalu banyak menerima informasi, detail2 kecil cenderung terabaikan dan ga tersimpan dgn baik dalam memori jangka panjang.
Terus gmn caranya agar fast learner ga cepet lupa?
Saya adl seorg dosen di AS. Kemarin pas ngurus cuti melahirkan sy bilang kpd dekan & presiden kampus ttg kekhawatiran sy soal slowing down performa akademik sy krn hamil & melahirkan. Mrk meresponnya dg:
Ada jurnal menarik yang neliti sampe 14 tahun buat ngejawab pertanyaan apakah kemiskinan yang terjadi pada masa anak-anak hanya berdampak sementara, atau efeknya terbawa sampai dewasa
Tragedi sirkus paling kelam dan memilukan di dunia bukan soal akrobat jatuh, tapi soal balas dendam manusia terhadap seekor gajah tak berdosa.
Tahun 1916, di Sparks World Famous Circus milik Charlie Sparks. Bintang utamanya adalah gajah Asia raksasa bernama Mary. Dia cerdas, bisa main alat musik, dan selalu jadi primadona yang bikin sirkus penuh penonton.
Semua hancur dalam satu hari.
Sirkus baru rekrut pawang baru yang nggak punya pengalaman. Saat parade, pawang amatir ini menusuk telinga Mary pakai tongkat tajam. Mary kesakitan, marah, lalu membanting dan menginjak pawangnya hingga tewas di depan kerumunan penonton.
Kepanikan langsung pecah. Warga marah besar dan teriak-teriak minta Mary dibunuh. Pemilik sirkus, Charlie Sparks, panik berat. Ratusan kota mengancam boikot kalau gajah pembunuh itu nggak dihabisi. Demi selamatkan bisnis dan duitnya, Sparks ambil keputusan paling kejam.
Karena kulit gajah terlalu tebal buat ditembus peluru biasa, mereka putuskan hukuman mati yang absurd: Mary akan digantung.
Mereka sewa derek industri raksasa seberat 100 ton yang biasa angkat gerbong kereta api. Lebih dari 2.000 orang datang nonton eksekusi ini kayak tontonan hiburan. Leher Mary diikat rantai besi besar, lalu tubuhnya yang 5 ton ditarik ke atas.
Tragedi belum selesai. Rantai pertama putus!
Mary jatuh menghantam tanah keras banget sampai pinggulnya patah. Dia mengerang kesakitan. Rantai kedua yang lebih tebal langsung diikat lagi ke lehernya. Akhirnya Mary ditarik ke udara dan meregang nyawa dengan cara yang sangat tragis.
Kisah Mary ini jadi noda hitam paling kelam dalam sejarah sirkus. Manusia rela menyiksa hewan sekejam itu cuma demi ego dan uang.
Gila ya? Lo bayangin aja, seekor gajah yang selama ini jadi bintang sirkus, akhirnya mati digantung di depan ribuan orang.
Lo pernah denger cerita Mary ini sebelumnya? Atau ada kisah hewan lain yang lebih bikin lo merinding? Cerita di reply woi
Lu pasti akan bersyukur banget kalau bisa sekolah gratis sampai sarjana. Sudut pandang lu akan jauh berubah. Peluang lu buat dapatin gaji 2-3 digit jauh lebih besar.
Gue punya temen, 2 orang yg pas SMA berbanding terbalik. Sebut saja si A dan si Z.
Si A itu selalu ranking 3 besar di kelas selama 3th. Sementara si Z, bisa masuk 25 besar aja udah syukur. Setelah lulus, si A punya keterbatasan buat lanjut kuliah, sementara si Z punya dukungan finansial yg cukup buat lanjutin.
Akhirnya si A berencana kerja dulu selama 3 th buat ngumpulin duit kuliah, si Z langsung kuliah. Nah di sini titik baliknya terjadi. Si A terlena dengan pekerjaan dan keadaan ekonomi mengharuskan dia tetap terus bekerja. Sementara si Z masih terus berproges dan lulus kuliah.
Sekarang 10th berlalu si A masih jadi pegawai dengan gaji UMR dan belum berhasil lanjut kuliah, sementara si Z udah kerja di sg sebagai it enginer dan sedang lanjutin s2.
Itulah kenapa pendidikan sampai sarjana itu penting, ini akan membuka persaingan yg lebih adil dan menghapus sekat si kaya dan si miskin.
Pernah dengar kalimat ini?
“Jangan begitu sama orang tua. Nanti kalau mereka sudah nggak ada, kamu nyesel.”
Kalimat itu sering banget kita dengar.
Dianggap nasihat.
Dianggap bentuk bakti.
Dianggap standar moral paling tinggi.
Tapi coba kita putar sudut pandangnya.
“Jangan begitu sama anak. Nanti kalau kamu sudah tua, anakmu memilih menjauh.”
Tiba-tiba suasana berubah.
Orang mulai defensif.
Merasa diserang.
Merasa perannya sebagai orang tua digugat.
Manusia akan berubah jika mengalami 5 hal ini :
1. Kehancuran ekonomi keluarga
2. Pengkhianatan dalam cinta
3. Kehilangan orang yang disayang
4. Selalu diremehkan orang lain
5. Mengalami kegagalan terus menerus
Gw tuh baru tau ada "trend" provide pacar 😅.
Gw punya anak perempuan, gw bayarin dari sekolah, life style, branded bags, liburan, fancy restos dll. Insya Allah ga pernah diajarkan minta-minta ke pacar, hanya boleh minta ke ortu.
Kalo amit-amit ga punya duit? ya belajar cukupkan apa yang ada, nabung, kerja, magang. Bukan cari pacar untuk menutup kekurangan finansial.
Ngga minta ke pacar ini bukan gegayaan, ini tentang struktur nilai.
Anak perempuan (dan laki-laki) perlu tumbuh dengan rasa cukup, harga diri, dan kemandirian. Supaya ntar pas milih pasangan, pilihannya datang dari posisi setara, bukan dari kebutuhan, apalagi ketergantungan.
Karena hubungan yang sehat itu dibangun dari dua orang yang berdiri utuh. Bukan dari satu menopang, dan satu bergantung.
Dan menurut gw, ini bekal penting untuk hidup jangka panjang.
"Gimana kalo udah mau nikah?"
Kalo konteksnya mau menikah, ya beda cerita. Yang saya bahas adalah situasi baru pacaran, atau malah sebelum pacaran udah punya ide ntar pacar harus membiayai ini itu.
"Gimana kalo dikasi, si perempuan ga minta?"
Pacar kalo ngasi berlebihan (meski ga diminta) -- saya akan suruh balikin dan akan saya tegur pacarnya. Tidak boleh berlebihan selama pacaran. Ngga boleh ada salah satu pihak yang dibuat merasa "berhutang" "sungkan". Semua harus setara power-nya.
Kalau dari awal sudah terbiasa diberi, nanti akan sulit membedakan mana cinta, mana transaksi.
Sepanjang yang saya tahu, semua kontrasepsi (KB) perempuan itu pasti ada "efek nggak enak" ke istri kita.
Dan di awal punya anak, biasanua cenderung istri yang ber-KB.
Wajar kalau ada saatnya, gantian laki-laki yang KB. Dan vasektomi itu menurut saya adalah bentuk kepedulian suami ke istri.
Pilihan KB pria kan cuma kondom sama vasektomi. Vasektomi menurut pemerintah harus di atas 35 tahun. Sedangkan kondom, merepotkan dan nyampah.
Termasuk kami sendiri (saya dan istri), setelah anak kami lahir, istrilah yang KB.
Dunia KB perempuan penuh dengan efek samping. Bingung pilih mana. Makanya saya dulu setuju ketika istri pilih IUD Mirena yang tergolong mahal tapi paling minim gangguan ke istri.
Mirena adalah sebuah brand dari Bayer. Mirena termasuk IUD yang hormonal. Efek sampingnya paling minim tapi ya lumayan mahal.
Tapi itulah pilihan yang menurut kami paling minim "mengganggu" istri.
Setelah memutuskan untuk tidak punya anak lagi, saatnya suami yang KB. Vasektomi seperti menjadi satu-satunya pilihan.
Dan pertanyaan yang sering ditanyakan oleh sesama laki-laki adalah: "Bagaimana pengaruh ke hubungan seksual?"
Setelah sudah setahun lebih vasektomi, jawaban saya tetap: "Nggak ada bedanya."
Tidak ada bedanya sebelum dan sesudah vasektomi. Tidak ada efek negatif sama sekali. Begitupun efek positif, ya tidak ada sama sekali. Kecuali, saya tak lagi bisa menghamili istri saya.
Contoh efek negatif yang sering ditanyakan: apa jadi loyo, apa nggak "keluar" lagi, dsb.
Contoh efek positif yang sering ditanyakan: apa jadi tambah libido, apa jadi makin tegang, dsb.
Sekali lagi, jawabannya: tak ada bedanya.
Kembali ke tujuan kita vasektomi: menyenangkan istri. Gantian kita yang KB. Jangan cuma istri yang direpotkan.