"... Apapun itu, dalam lubuk hatiku, aku tetap bersyukur. Dalam tangis dan gilaku, aku masih ingat bahwa berjalan bersamamu tanpa mendapatkan kepastian akan lebih menderira dibandingkan berjalan sendirian namun penuh peluang dan harapan."
lagi makan malam di kafe gerbong KAI, duduk depan bapak-bapak yang dari awal cerita soal anaknya: satu lulusan doktor dan kerja di luar negeri, satunya kuliah di UGM. gue cuma โoh iya, oh iyaโ sambil lanjut makan ๐ญ
sampai akhirnya beliau nanya gue. gue jawab singkat: orang surabaya, kuliah di UB, sekarang tinggal di jogja sama ibu dan adik, kerja di pabrik. beliau langsung diem. terus nyaranin gue buat kerja jauh, ke luar negeri, papua, ikut ini itu.
gue cuma jawab, โsaya masih punya ibu yang harus saya jaga.โ
orang tua saya tinggal satu. beliau diem lagi.
kadang orang lupa, nggak semua anak punya fasilitas yang sama. dan nggak semua kesuksesan harus diukur dari seberapa jauh kita pergi. ada yang sukses karena bisa pergi jauh, ada juga yang memilih tetap dekat karena masih ada orang tua yang harus dijaga. ๐คv