Ini cerita fresh barusan banget hari ini, silakan ambil hikmahnya
Pagi Ibuk telpon
👨🏻🦱: Halo, gimana buk?
👩🏽🦳: Le, bapake dapet bantuan beras, nanti ambilen ya
👨🏻🦱: Di kelurahan?
👩🏽🦳: Di koperasi utara kelurahan
👨🏻🦱: Nggih
Siangnya
👩🏽🦳: Le, katanya gaboleh diwakilin, bapak harus ikut
👨🏻🦱: Nggih (Berangkat ke kopdes sama bapak)
Nyampe kopdes
🧔🏼♂️: Monggo pak, mas, silakan. KTP asli sama undangan dibawa?
👨🏻🦱: Ini mas
🧔🏼♂️: Nggih saya proses dulu, sambil tanda tangan dulu nggih pak
👨🏻🦱: Nggih
Beberapa saat kemudian
🧔🏼♂️: Bentar ya mas, aplikasinya masih error, tadi pagi lancar, apa mungkin krn terlalu siang ya
👨🏻🦱: Aplikasinya per jam ya mas?
🧔🏼♂️: Hehe, gatau saya mas
Masih menunggu
🧔🏼♂️: Bentar ya mas dari bank J*t*mnya katanya gaada error di apl nya, ini lagi hubungi dinas
👨🏻🦱: Errornya apa mas?
🧔🏼♂️: Kayanya identitas bapak e gaada di aplikasi
👨🏻🦱: Kok bisa mas?
🧔🏼♂️: Kemungkinan ada data nama ganda, yg diinput NIKnya tidak sesuai
👨🏻🦱: Di lingkungan saya gaada nama yg persis sama bapak, ini programnya apa beda dari yg sebelum²nya?
🧔🏼♂️: Sama mas
👨🏻🦱: Loh, trus kok bisa salah input?
🧔🏼♂️: Krn ada penambahan dan pengurangan penerima mas kemungkinan
👨🏻🦱: Lah, saya kerja dibidang data lo mas, dan ini program tahunan, kok bisa datanya salah
🧔🏼♂️: Biasanya kan pakenya Excel, Excel kan kadang juga error mas
👨🏻🦱: Justru errornya excel ngasih tau kalau ada yg salah, harusnya ada database utama, lalu penambahan, pengurangan, perubahan dibuatkan sistem sendiri. Masak program rutin yg disalurkan 4 bulan sekali bisa kejadian error data NIK, kan itu basic banget mas
🧔🏼♂️: Kata 'Harusnya' itu mas yg jadi masalah, kejadian kaya gini memang sering, entah mungkin yg input ngantuk, atau salah input, sy juga kurang tau mas, saya hanya pelaksana
👨🏻🦱: Trus itu cara kerja aplikasinya gimana mas?
🧔🏼♂️: Jadi nanti diinput datanya NIKnya bapak, kemudian di upload foto undangan + KTP + foto penerima
Setelah hampir 1 jam nunggu
🧔🏼♂️: Mas mohon maaf, masih belum ada info dari dinasnya, minta nomere sampean aja ya, nanti sy kabari lagi prosesnya gimana
👨🏻🦱: Ini berasnya saya bawa dulu atau gimana?
🧔🏼♂️: Nggk mas, soalnya harus pake bukti upload foto tadi
Dan cerita berakhir 1 jam tanpa dapat apa-apa
Jangan jauh-jauh deh bikin program gajelas lagi, sistemmu dibawah itu ancur²an, hal se-basic NIK yg terintegrasi aja bisa "Salah Input".
APA HARUS AKU BUKA JUGA KELAS EXCEL BUAT ORANG DINAS????
Yang lagi ramai gaes...
Calon Paskibraka di Sulawesi Selatan Cathlyn (Chindo) kena diskualifikasi karena dianggap
nggak bisa bahasa daerah...
Tapi yg bikin netizen marah, penggantinya datang antah berantah, Cathlyn ini rangking 3, seharusnya penggantinya dari urutan di bawahnya..
Sedangkan ini yg gantiin (hijab) dari rangking diluar 10 besar... Ayo netizen kerja, ini anaknya siapa kebelet mau jadi Paskibraka...
cc:threadutasdigi
Ingat kasus Leony Vitria Hartanti (eks Trio Kwek Kwek)? Ayahnya meninggal 2021. Rumah sudah lunas dari dulu. PBB dibayar rajin tiap tahun. Pas Leony mau balik nama sertifikat, dia kena tagihan PULUHAN JUTA.
Reaksi Leony sama seperti semua org: "Kan bukan jual beli? Ini kan WARISAN?"
Ternyata ada prosedur yang bisa bikin biaya balik namanya jadi 0 rupiah. Tapi banyak yang gak tau. Simak screenshot cara2nya dari akun thread @nafkahnation.dx
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lagi-lagi ulah manusia.😭
Kata Jaksa Agung, ST Burhanuddin, dari luas kawasan hutan sekitar 81.793 hektare, sekarang ini cuma tersisa sekitar 12.561 hektare.
| Narasi Daily
Raja Ampat terancam oleh kegiatan penambangan nikel.
Greenpeace Indonesia menemukan aktivitas pertambangan nikel di beberapa pulau di Raja Ampat, di antaranya Pulau Gag, Pulau Kawe, dan Pulau Manuran.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menghentikan sementara kegiatan tambang nikel tersebut.
~J #SaveRajaAmpat #TambangNikel #Papua ##voice
📩 Surat Cinta untuk Dewan Pers, Penjaga Asa Media Arus Utama
Di tengah gempuran media sosial dan ledakan konten kreator, media arus utama menghadapi tekanan berat. Kompetisi yang tidak seimbang ini bisa jadi awal kemundurannya.
(Sebuah utas opini)
@RodriChen Kuncinya pasien & tenaga medis sama² paham dengan hak & kewajibannya masing². Pasien berhak mendapat perawatan & wajib mematuhi peraturan RS. Tenaga medis wajib memberikan konsul/perawatan & berhak menentukan sesuai dengan tatacara medis/peraturan RS. If both sync, all is well.
Selamat malam Pak @aniesbaswedan Pak @prabowo dan Pak @ganjarpranowo yang sedang memantapkan diri dalam pemilu untuk memimpin bangsa lima tahun ke depan. Saya Adi, tukang perpus keliling mandiri di Bandar Lampung dan coba untuk sampaikan aspirasi.
@KompasTV Pidatonya di acara DMI jadi wajar² sj sih. Yg bikin jadi pertanyaan kenapa pak YK memilih platform ini utk menyampaikan statemennya. Padahal beliau aktif jg di HIPMI, PMI, dll. Who knows ya #butweallknow