@andreqve Setuju! Dulu aku nikah di KUA, karena itu mimpiku. Pasangan jg oke. Yg ga terima, ortu kami 🤣
Jadinya ijab qabul di KUA. Terus ngadain resepsi di lain hari, pake uang ortu 😂😂😂 karena aku dan pasangan ga punya uang sebanyak itu, tp ortu maksa harus ada resepsi. Yaudah 🤭
So, sudah berapa puluh kali Handai Tolan sekelian akhir-akhir ini mengetahui berita-berita kebencanaan dalam negeri dari media asing seperti ini?
Inilah satu dari jutaan ketidakbecusan rezim saat ini dalam mengelola negara.
Hewan Langka Khas Papua
Kangguru Pohon Wondiwoi
ia sudah pernah di nyatakan punah sejak puluhan tahun yang lalu
Hewan langka ini kembali ditemukan di Papua Barat dan juga kembali terancam punah akibat pembabatan Hutan yang terus berlangsung di Papua
masih ka, masih banget!
bahkan sekolah aja terendam lumpur sampai anak-anak sekolah hanya di tenda💔
jembatan pun dibuat dari kabel listrik… soalnya sudah runtuh🥹
Lucu banget emang negara kita. Statusnya doang raja sawit dunia, tapi pas ada ilmuwan jenius asli ITB mau neliti kode genetik sawit malah dicuekin. Ujung-ujungnya riset dia dibayarin Malaysia sama Amerika, dan sekarang hak patennya malah dipegang tetangga sebelah.
Nama ilmuwannya Dr. Muhammad Arief Budiman. Dulu pemerintah kita gak punya visi sama sekali buat ngedanain riset DNA sawit. Karena keahliannya gak difasilitasi di negeri sendiri, si pak dokter akhirnya merantau ke Amerika buat lanjutin riset raksasa ini.
Pas tahun 2013, dia beneran sukses memetakan seluruh kode genetik kelapa sawit yang berharga mahal banget itu. Tapi ya gitu, karena modal risetnya dari kantong pemerintah Malaysia dan perusahaan Amerika, keuntungan mutlak dari penemuan maha karya ini ya gak lari ke Indonesia.
Bener-bener definisi punya aset emas tapi yang pinter malah numpang digaji di rumah tetangga karena di rumah sendiri cuma disuruh sabar dan ikhlas. Giliran udah sukses di luar negeri, baru deh nanti akun jurnalis pada sibuk bikin judul "Bangga! Anak Bangsa Mengharumkan Nama Dunia". Pret lah wkwk.
Informasi tambahan bagi yg masih belum tahu, belum sadar, denial, atau ngerasa Indonesia sedang dalam keadaan yang baik-baik saja.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar pada era kepemimpinan prabowo LEBIH RENDAH dibandingkan pada era pandemi COVID-19.
Make it make sense.
Banyak yang ngira krisis 1998 itu cuma karena Rupiah nyungsep dari Rp2.500 ke Rp16.000.
Kenyataannya, ada satu faktor pembunuh yang jarang dibahas yaitu El Nino 1997. Kekeringan ekstrem di tahun itu bikin gagal panen masal, stok beras menipis, dan harga pangan meroket gila-gilaan tepat di saat nilai uang lagi hancur-hancurnya dan PHK massal terjadi.
Kombinasi mematikan antara perut lapar (krisis pangan) dan dompet kosong (krisis moneter) inilah yang memicu people power dan meruntuhkan Orde Baru setelah 32 tahun berkuasa.
Skenario Prof. Ferry soal Juli-Agustus 2026 itu nyeremin karena polanya plek-ketiplek sama 1997-1998.
https://t.co/hlcgRbdc1g
https://t.co/LemS7T2ZZ8
Ya Allah, lindungilah kedua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan, yang diduga diculik oleh militer Israel. Selamatkanlah mereka sehingga bisa kembali ke tanah air dalam keadaan sehat. Amin ya Rabbal 'alamin.