Fase2 awal ppds tuh diisi penuh pertanyaan:"kok bisa sih kayak gini?". And then you learn the hard way, show must go on or perish ga dapet skill apa2...swallow my pride...
Di balik anak yang dicap gagal, ada petugas farmasi yang mengingat wajah anak itu selalu hadir untuk menunggu obat ibunya.
Sementara anak yang dibilang sukses, tidak ada waktu barang sejenak untuk menengok kondisi ibunya, dikarenakan back to back meeting.
Anak yang selalu di rumah dikatain beban orang tua.
Tanpa mempertimbangkan bahwa anak itulah yang paling siap membawa ibunya ke rumah sakit kalau ada apa-apa.
Tanpa mempertimbangkan bahwa anak itulah yang ngurus BPJS dan antre berjam-jam.
Kita pikir waktu mereka murah, padahal mereka sedang menjalani waktu yang paling mahal; waktu yang dipakai untuk hadir.
Kita tidak perlu memaksakan standar sukses khas kelas menengah ke orang yang sudah mengenal kata cukup.
Cukup dengan makanan. Cukup dengan kunjungan ke mall 1 bulan sekali. Cukup dengan hidup hari ini.
Ada juga anak yang di rumah dan tidak ngapa-ngapain. Ada. Tapi, tenang, ini bukan ngomongin spesies tersebut.
Ini tentang anak yang tidak bisa membelah diri, demi orang tua yang telah mengajarinya berdiri.
Baru nonton episode pertama Ruang Guru Clash of Champions, GILA SERU BANGET!!!!! ๐
Iya, harus diakui konsepnya mirip University War nya Korea, tapi ga masalah.... pas nonton tetep kerasa seru!!
Harus dibikin rame sih, biar ngasih penyegaran game-show di Indonesia! โค๏ธ