@sosmedkeras Tp gara2 postingan mereka gue jd mikir. Apa gue juga bakal dikenang sebaik itu sma org2 yg gue tinggalin nanti?
Gue juga jadi keknya gue harus lebih perhatain sma org2 sekitar gue deh karna selama ini gue terlalu tertutup smpe semua mikirnya gue tuh sombong/ga ramah ๐
Guys ini yang paling bikin gw marah dan sedih sekaligus hari ini.
Beberapa jam yang lalu Trump bilang ke kapal kapal tanker minyak masuk aja ke Selat Hormuz. Abaikan ancaman Iran. Jangan takut.
Beberapa jam setelah itu sebuah tanker minyak dilaporkan diserang dan hancur oleh Iran di Teluk Persia tepat setelah melewati Selat Hormuz.
Baca itu lagi pelan pelan.
Trump kasih saran. Kapal nurut. Kapal kena serangan.
Ini bukan keputusan militer yang salah di ruang strategi yang tertutup. Ini pernyataan publik dari presiden Amerika yang didengar oleh kapten kapal, pemilik kapal, dan kru yang ada di dalamnya.
Dan sekarang ada orang yang mungkin mati karena saran itu.
Yang paling bikin gw geleng geleng adalah logika di balik pernyataan Trump itu.
Dia basically bilang Iran tidak akan berani. Bluff mereka. Masuk aja.
Tapi Iran udah buktikan berkali kali bahwa mereka tidak bluffing. Mereka serang bandara Dubai. Mereka tembus iron dome Israel. Mereka tutup Selat Hormuz. Mereka serang kapal Thailand yang bahkan tidak ada hubungannya dengan perang ini.
Dan Trump masih bilang abaikan ancaman mereka.
Ini bukan keberanian. Ini kelalaian.
Karena yang nanggung resikonya bukan Trump. Dia aman di Washington. Yang nanggung resikonya adalah kru kapal yang percaya sama ucapan presidennya dan memutuskan untuk masuk ke zona yang terbukti berbahaya.
Dan ini realita yang paling pahit dari semua kekacauan ini.
Pemimpin yang bicara besar dari kursi yang aman tidak pernah yang bayar harganya.
Yang bayar selalu orang biasa yang percaya sama kata katanya."
Non blok itu lo hrsnya teriak wkt Maduro diculik trump
Non blok itu lo hrsnya full bela Palestina dgn tdk mngakui israel sbg negara berdaulat
Non blok itu lo hrsnya lgsung teriak wkt Iran diserang
Lo telat mikir
Atau lo mau main drama seakan2 gk bersalah krn gabung BoP
Gw rangkum faktanya satu satu supaya lo ngerti seberapa gawat ini sebenernya.
Vietnam udah minta warganya work from home karena kehabisan bahan bakar. Bukan karena pandemi. Bukan karena bencana alam. Tapi karena literally bahan bakarnya habis.
Bangladesh udah mulai rationing ada batasan berapa liter yang bisa lo isi per kendaraan per hari. Negara yang ngantri bensin kayak ngantri sembako.
Ribuan penerbangan dibatalkan di seluruh dunia. Maskapai maskapai terpaksa rerouting semua rute, bawa extra fuel, dan berhenti darurat di bandara bandara yang tidak direncanakan. Biayanya gila gilaan.
British Airways langsung turun 6 persen di bursa. EasyJet turun 4 persen. Dan semua maskapai sekarang lagi review ulang semua rencana ekspansi mereka.
Sementara maskapai Amerika yang udah stop hedging biaya bahan bakar bertahun tahun lalu โ sekarang harus bayar 120 dolar per barel langsung tanpa perlindungan apapun.
Dan ini belum yang paling ngeri.
Kilang minyak terbesar UAE di Ruwais offline kena drone strike. Kilang terbesar Arab Saudi offline. Fasilitas LNG terbesar Qatar ditutup.
Tiga sumber energi terbesar di kawasan Teluk kena dalam waktu yang hampir bersamaan.
JPMorgan udah kalkulasi kalau Selat Hormuz beneran ditutup total, dunia kehilangan 4.7 juta barel per hari dalam 18 hari pertama aja.
G7 besok rapat darurat soal pelepasan cadangan minyak strategis. Prancis udah siapkan misi militer khusus buat buka kembali jalur pelayaran.
Dan ini baru hari ke 11.
Sekarang gw mau nanya soal Indonesia.
Kita impor minyak. Kita impor pupuk. Kita impor kedelai. Kita impor gandum.
Semua jalur impornya lewat atau terdampak dari situasi yang lagi gw ceritain ini.
Dan pemerintah kita masih bilang situasi terkendali.
Sementara Vietnam sudah work from home. Bangladesh sudah rationing. Eropa sudah panik.
Kita masih nunggu sampai antriannya nyampe ke depan pintu kita baru gerak.
Dan biasanya di saat itu udah terlambat.