@18fesss teorinya mah enak aja ges, gw ceritain pengalaman tetangga gw yang ngerintis dari nol, awalnya cuma nganterin puluhan gas, sekarang udah 400 lebih tabung kecil, dan puluhan gas tabung besar, sehari bisa 4 kali supplier bolak balik, orgnya emang tenaga monster, makan aja sehari 4x
@18fesss bisa jual anter ato lgsg di tempat, ga hrs sewa mahal, dr rumah kosan bisa, yg penting tempat khususnya di rantai semua, krn bisa ditumpuk, per tabung kalo udah pilah supplier bisa 6-15rb netto, tinggal dikali misal 100-300 tabung, 1.8-4.5jt netto per hari, mulai dr modal kecil
@18fesss takdir tu hal yang ga bisa diketahui sebelum dilewati, makanya manusia bisa berjuang di dunia tanpa terikat takdir lebih dulu, urusan ditentukannya belakangan, tapi ada takdir yang ditentuin di awal, contoh: startnya dari emak bapak yg hindu, anggota tubuh lengkap?, kaya miskin?
@18fesss jodoh tu takdir, tapi, walau ada kesempatan sebanyak apapun, klo ga diusahain semaksimal mungkin, ttp tertutup jalannya, contoh khadijah menyeleksi sosok pendamping terbaik, dengan mencari tau sifat rasul sedetail mungkin, jadi masih ada tindakan yang diperlukan, bukan nunggu aja
Tuntutan saya kepada @BRILife@kontakBRI:
1. Batalkan Telepro Medicash Maxima + refund sesuai hak nasabah
2. Hentikan autodebet
3. Kirim buku polis resmi kedua produk
4. Penjelasan tertulis resmi
Mohon respons profesional secepatnya.
Halo @BRILife@kontakBRI, saya merasa sangat dirugikan dan tertipu. Saya menuntut PEMBATALAN polis Telepro Medicash Maxima, penghentian autodebet, serta meminta buku polis Aurora Plus yang tak kunjung saya terima. Berikut kronologinya.
Bahkan ada keluhan soal klaim bertahun-tahun menunggu kepastian, autodebet tanpa sepengetahuan nasabah, dan potongan yang tidak dipahami sejak awal. Ini tentu menambah kekhawatiran saya sebagai nasabah
Keluhan publik yang mudah ditemukan juga banyak: autodebet tanpa sadar, refund lama, klaim lambat, nilai pencairan di bawah ekspektasi, buku polis tak diterima. Beberapa keluhan muncul di forum konsumen & media publik.
Saya juga mempertanyakan privasi data. Mengapa nomor pribadi nasabah bank bisa dihubungi berulang kali untuk penawaran asuransi? Dari mana persetujuan berbagi data pemasaran diberikan?
Mengapa bukan via email juga? Bukti penting seperti polis seharusnya mudah diakses, aman, dan terlacak. Sistem seperti ini berpotensi menyulitkan masyarakat awam, lansia, atau yang minim literasi digital.
Saya diberi link cetak polis:
https://t.co/szWxdDDiV7
Namun akses rejected. Saya juga diberi info E-Polis dikirim via SMS tanggal 27-02-2026, tetapi SMS itu tidak saya terima.
Syarat pembatalan yang diminta:
KTP
Buku tabungan
Formulir pembatalan
Foto memegang formulir
BUKU POLIS
Masalahnya: kedua buku polis belum saya terima. Lalu bagaimana nasabah bisa membatalkan?
Pemotongan saldo Rp305.000 sudah berjalan untuk Telepro Medicash Maxima:
β’ 25 Februari (kode UW)
β’ 10 April (kode IF)
β’ 11 Mei (kode IF)
Dana terpotong saat saya bahkan belum memegang buku polis fisik.
6/12
Produk baru tersebut adalah Telepro Medicash Maxima No. 83148679. Sedangkan Aurora Plus saya No. 83084496 pun belum saya terima buku polisnya. Mengapa produk baru ditawarkan saat kewajiban produk lama belum selesai?
Waktu penawaran dan proses aktivasi sangat berdekatan dengan polis pertama. Saya berasumsi pembicaraan masih soal produk yang sama. Namun ternyata diaktifkan polis lain tanpa penjelasan yang menurut saya cukup transparan.
Awalnya saya ditelepon dan ditawari asuransi. Karena buku polis pertama saya (Aurora Plus) belum diterima, saya mengira telepon itu hanya lanjutan administrasi polis lama. Saya tidak sadar ternyata diarahkan ke produk BARU.
@KucengTerbanggg lu ga sengaja denger dia bilang ke orang lain waktu lu nelfon dia, ditanya "lu nelfon siapa itu?" dijawab ke orang sekitarnya "gatau siapa"
@18fesss Makanya dlm agama, dalil fondasi pernikahan itu 'Mu'asyarah bil Ma'ruf' (An-Nisa: 19)βbergaul dgn cara yg patut. Wujud nyatanya sehari-hari ya tutur kata yg nyaman. Kalau sblm nikah aja frekuensi ngobrolnya udah sering putus/deadlock, pikirin lagi nder.
@18fesss Bener banget nder. 70-90% isinya nikah itu ngobrol. Ibarat touring motor belasan hari berdua; pemandangan indah itu cuma selingan, sisanya cuma kamu & dia di jalan. Kalau boncenganmu nggak asik diajak ngobrol, perjalanannya bakal nyiksa banget. π§΅π