Ternyata mahasiswa udah dicekokin budaya militerisme segitunya ya sama lingkungan sendiri?
Kemarin asprak negur temenku, "Gausah bilang 'izin masuk' 'izin bertanya' di kelas, ini ruang akademik bukan militer. Bertanya adalah hak kamu."
Dan tebak kebiasaan itu asalnya darimana😄
“kami menggunakan baju adat NTT sebagai bentuk solidaritas kepada saudara-saudara kami yang terdampak musibah di NTT, semoga semua saudara kita tetap kuat, segara bangkit dan pulih, karena kami sayang NTT”
Yang notice NTT malah Wali band bukan Presiden 😭
#HUTRI81
“tempat berlindung dihari tua~” idk how to say, i’m just crying.
- NTT per pukul 09.53 ini masih gempa
- Aceh belum pulih
- ekonomi semakin sulit
- kriminalitas merajalela
- korupsi dimana-mana
- hukum tajam kebawah tumpul keatas
kemana harus mengadu, even our mr president mengusir rakyatnya sendiri. and i? i still stayed…
— 17 agustus 2026, perayaan hari kemerdekaan yang “tidak merdeka”
Fenomena api-kelana (secara global dikenal sebagai ignis fatuus atau will-o'-the-wisp - BANASPATI??) adalah contoh sempurna kemilau kimia alami di alam liar.Secara ilmiah, fenomena ini dipicu oleh pembusukan material organik yang menghasilkan gas metana bercampur fosfin dan difosfan. Ketika gas-gas fosfor ini naik ke permukaan dan bereaksi dengan oksigen di udara, mereka memicu kemiluminescence—pembakaran spontan bersuhu rendah yang memancarkan cahaya dingin (kebiruan atau kehijauan) tanpa membakar lingkungan sekitarnya.Sebelum sains mampu memetakan reaksi kimia gas ini, misteri cahayanya yang melayang di kegelapan rawa wajar saja memantik imajinasi manusia menjadi kisah-kisah mistis pengusir bosan sekaligus peringatan bahaya di malam hari.