SAYA BUKAN MANTAN TERMUL TAPI AKADEMISI YANG PERNAH JADI APARAT NEGARA.
Faktanya saya bukan ternak siapapun, apalagi “Termul”, tapi saya ini orang kampus yang pernah ditarik untuk bekerja di pemerintah. Mulainya di era Presiden SBY tahun 2007 hingga di era Presiden RI ke 7, Joko Widodo.
Adapun saya di Pemerintahan (sebagai eselon 1 tahun 2007 itu diajak Prof Muh Nuh, mantan Rektor ITS yg menjadi menteri Kominfo di era Presiden SBY). Kemudian saat Menkominfo berganti pak Tifatul Sembiring saya tetap menjabat di Pemerintahan.
Di era Pemerintah berikutnya yaitu Presiden Jokowi, saya masih dipertahankan jadi Staf Ahli Menteri yang baru, pak Rudiantara. Maka otomatis sebagai aparat birokrasi pusat tentu harus membantu menteri dan presiden saat itu. Ini berlanjut hingga menteri Kominfo kembali berganti jadi pak Jhonny G Plate. Berarti saya Staf Ahli untuk 4 Menteri dari 2 Presiden.
Di tahun 2022 saya berhenti dari jabatan Pemerintahan karena memasuki batas usia pensiun untuk jabatan struktural. Walau saat itu ditawari jabatan politis sebagai Staf Khusus, saya memilih balik ke Kampus. Saya sudah merasa cukup dan kembali ke profesi semula yg independen. Jadi saya tidak pernah dipecat di Pemerintah, tapi berhenti karena batas usia dan memilih tak lagi tertarik di pemerintahan.
Tahun 2023 saya melihat ada persoalan subtansial terkait rusaknya demokrasi dan hilangnya etika politik pemimpin RI saat menjelang Pemilu. Ucapannya flip flop, mencla mencle, sering tidak jujur. Di depan nampak lugu, tapi di belakang mengendalikan kekuatan politik dengan memainkan hukum dan menyandera para politisi negeri ini.
Cawe cawe mempengaruhi proses Pilpres hingga hasilnya seperti sekarang ini. Banyak hal buruk yg awalnya tertutup rapi, belakangan terbongkar sendiri di hadapan bangsa ini.
Maka saya yang dulunya mengagumi semangatnya membangun infrastruktur negeri, berubah menjadi kecewa dan tak percaya lagi. Terutama setelah melihat dinastinya yang nampak berambisi mendorong keluarga untuk lanjut bisa menguasai Indonesia dengan berbagai cara.
Mulailah saya berubah mengkritisi. Hilang harapan kebaikan dan respek saya pada sosok besar yang dibangun lewat pencitraan. Setelah saya berubah, teman, sahabat, saudara, tetangga yg dulu berseberangan, kembali menyatu dalam aspirasi yang sama.
Sebaliknya orang orang yg dulu mengikuti saya, pada bingung karena jadi berbeda pandangan, bahkan berseberangan jalan.
Saya bersyukur dalam hal ini tidak menjadi bagian dari kelompok orang yang tersandera. Bukan bagian pendukung kekuasaan yg jauh dari kejujuran. Bukan bagian dari penabrak moral dan etika kebangsaan. Bukan kelompok yg menganggap melanggar moral etika adalah kewajaran dalam politik.
Sejak itu saya lebih bebas menyuarakan kebenaran yg sering beda dengan orang orang yg tersandera atau penikmat kekuasaan. Saya bisa menyuarakan nilai sesuai hati nurani, dan pandangan rasional orang orang cerdas yg berada di luar kekuasaan.
Sekarang saya menjadi lebih dekat dengan kebenaran yg kuyakini. Lebih dekat dengan masyarakat kritis yang terpinggirkan dan jadi objek pembungkaman. Lebih dekat dengan komunitas komunitas yg bebas yg menyuarakan keprihatinan dengan kondisi negara.
Penampakan Dapur MBG yg kena sidak… dah kek Gudang Makanan Sampah‼️
Tumpukan Buah BUSUK dan Bahan makanan yg TIDAK LAYAK Konsumsi masih disimpan…
Yg kek gitu mo dibagikan ke Murid?? Untuk Anak2 kita???
UNTALEN DEWE!!!! 🤬
Menteri perang AS, Pete Hegseth: "Musuh kita Islam Sunni dan Syiah, kita akan memerangi mereka semua, dimanapun."
Mohon netizen & ustad2 yg masih demen mengibarkan fitnah2 soal Syiah, segera tobat. Kalian sedang membantu AS & Zionis!
Kasih masukan berisiko masuk penjara. Lempar pertanyaan dibalas lempar molotov. Melaporkan yang tidak baik malah dilaporkan karena mencemarkan nama baik. Kritik keras berujung disiram air keras
.
Kepada siapa rakyat harus berlindung ketika negara tidak mampu melindungi?
🇺🇸🇮🇷🇮🇱 Profesor Jiang menjelaskan bahwa ekonomi AS adalah skema Ponzi raksasa yang bergantung pada negara-negara Teluk yang berinvestasi di teknologi Amerika:
“Jika Iran memaksa negara-negara Teluk untuk meninggalkan petrodolar demi ketahanan pangan, ekonomi AS akan menghadapi keruntuhan total dan revolusi di jalanan.”
Ada apa dengan Negara ini? Sahabat kami,Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS disiram air keras oleh orang tak dikenal. Semoga negara ini dan antek2nya punya kesadaran moral. Andrie tidak berjuang utk egonya tapi utk negara jadi lbh baik. Haram jadah kalian!
Saya bukan pemberani, tapi melihat apa yg sdg terjadi di negeri ini, saya tdk bisa diam lagi.
Saya bukan hidup terjepit karena kebijakan pemerintah, tapi merasakan uang pajak dihamburkan membuat saya emosi.
Saya saat ini hidup nyaman tapi melihat seorang aktivis disiram air keras membuat kejadian ini sdh tdk bisa dibiarkan.
Saya mungkin bisa sembunyi dalam kesenangan, tapi beberapa kali penegak hukum membunuh tanpa alasan membuat diri ini geram.
Jika cari aman,selamat,nyaman saya akan ber haha hihi diam saja, tapi tunggu, hal tsb bisa menimpa kita semua.
Jika kezaliman kita biarkan saja maka azabnya kita pula yg merasakan.
Sudah saatnya kita berisik, berteriak kpd kezaliman. Karena yg berbuat lalim jika dibiarkan mereka merasa menang.
Iran tidak akan mundur.
Berikut ini eberapa poin dari pernyataan juru bicara IRGC, Ebrahim Zolfaghari (11/3):
- Karena kekalahan beruntun mereka, musuh Amerika dan Israel mengalami penurunan moral.
- Kepada Trump dan rezim Zionis pembunuh anak-anak, kami telah memperingatkan kalian, kalian dapat memulai perang ini tetapi kamilah yang akan menentukan kapan perang ini berakhir.
- Karena Iran memegang inisiatif, kami tidak perlu menutup [total] Selat Hormuz. Penutupan ini disebabkan oleh apa yang telah dilakukan Amerika dan Zionis terhadap negara-negara di kawasan ini.
- Dengan kekuatan, kami tidak akan mengizinkan satu liter pun minyak melewati Selat untuk AS, Zionis, dan kaki tangan mereka.
- Kapal apa pun yang bekerja untuk mereka yang mencoba melewati selat akan menjadi sasaran yang sah.
- Strategi bersembunyi di balik negara-negara di kawasan ini dan negara-negara lain di Asia Barat telah berakhir. Bersembunyi di tempat-tempat sipil dan di balik infrastruktur tidak akan melindungi pasukan pengecut kalian dari jebakan yang telah kalian buat sendiri.
- Pangkalan dan tempat-tempat kalian akan menjadi sasaran satu demi satu. Kalian akan terbakar dalam api yang kau nyalakan sendiri.
- Periode serangan balasan telah berakhir. Kita telah memasuki periode serangan terus-menerus sampai kalian dihukum dan menyesali perbuatan kalian.
- Untuk sekali ini, jujurlah dan jangan bersembunyi di balik kesombongan. Akui bahwa kalian telah dikalahkan. Akui kesalahan kalian.
- Kalian telah mengancam akan mengirimkan angkatan lautmu ke wilayah ini. Kalian pernah mencoba mendekat, tetapi roket kami memaksa kalian untuk melarikan diri.
- Kami telah menunggu ini sejak hari pertama, agar kami dapat menunjukkan kepada kalian bahwa pasukan kalian yang pengecut jauh lebih lemah daripada yang kalian kira.
- Kalian tidak akan dapat menggunakan tindakan buatan untuk menurunkan harga minyak. Sejak awal perang, kami telah memberi tahu kalian untuk bersiap menghadapi harga minyak $200/barel.
- Kalianlah penyebab ketidakamanan di wilayah ini.
- Angkatan bersenjata Republik Islam tidak akan mengizinkan pasukan kalian bergerak di wilayah ini dan kami akan menyerang dengan kekuatan penuh.
- Kami akan membalas darah suci pemimpin kami, wanita, anak-anak, dan orang-orang tak berdosa di Minab.
- Tidak ada kemenangan kecuali dari Allah.
(diterjemahkan dari rangkuman @AliAbunimah)
https://t.co/Sf65vXbkX0
The US and Israel bombed 20 schools and 13 hospitals in Iran in 1 week, according to UNICEF.
War Secretary Pete Hegseth boasted of unleashing “death and destruction” to provoke societal collapse.
Hegseth bragged there are “no stupid rules of engagement”.
https://t.co/vuESSHJaZm