Aksi demonstrasi menolak RUU TNI di depan Gedung DPR RI pada Kamis (20/3) berakhir dengan ketegangan. Massa terus bertahan, hingga akhirnya menjebol pagar DPR pada sore hari.
Menjelang malam, polisi membubarkan massa dengan water cannon dan memukul mundur ke arah Senayan Park. Bentrokan tak terhindarkan, menyebabkan beberapa demonstran luka-luka.
Video: MI/Malik Johansyah
Penulis Naskah: MI/Malik Johansyah/Rizka Safira
Editor Video: MI/Malik Johansyah
Produser: MI/Thania Astavarie
#MediaIndonesia #RUUTNI #AksiDemonstrasi #TransformasiBangsa
Di tengah aksi menolak RUU TNI, massa menghentikan orasi saat azan Maghrib berkumandang. Para demonstran berbuka puasa bersama, saling berbagi makanan sebelum kembali melanjutkan aksi.
Video: MI/Malik Johansyah
Penulis Naskah: MI/Malik Johansyah/Rizka Safira
Editor Video: MI/Malik Johansyah
Produser: MI/Thania Astavarie
#MediaIndonesia #RUUTNI #AksiDemonstrasi #BukaBersama
#TransformasiBangsa
@unesa_fess Gara-gara kamu, mereka disakitin oleh kata2 dan komen orang2 tak dikenal. Mereka masih belajar, mistakes are part of students' learning process.
@unesa_fess Hi, saya ga nyari kok, cuman pengen nanya aja, kamu dapet apa sih dengan mem viralkan kejadian ini? Mereka anak-anak saya di kelas. Yg mana saya juga jadi sakit hati liat anak-anak saya mengalami cyberbullying karena kamu.
Lalu, just move on, lanjutkan hidupmu. Karena pihak itu tidak bisa diajak dialog, maka berdialoglah dengan Allah, sampaikan apa yg sebenarnya kamu inginkan. He will help. By believing this, you trust Him to deal with it. Atur napas.
menahan imajinasi untuk tidak seenaknya creating episodes, seenaknya creating drama, karena sering juga kita temuin, seseorang yang meluapkan amarahnya, dengan mengeluarkan fantasi yg ada di kepalanya
Note: pastikan pihak tersebut memang bisa diajak dialog, jika tidak bisa, sebaiknya biarkan saja, ga kan rugi kok, kalo kita tetap diam, dan pihak itu masih nuduh2, marah2, hanya karena fantasi dan pikiran mereka.
Setelah pergi, menjauh, dan berpikir jernih, write down the thought. Kadang saya juga bikin flow chart, what's next. Tali seringnya, itu sebagai sarana untuk meluapkan emosi yg tadi tertahan.
Lalu, segera pamit, leave, and say sorry. Gapapa, kamu ga bakalan kehilangan apapun, you just losing your ego. Biarkan saja pihak lain itu merasa menang dan benar. It is okay. You have your insanity, just smile, and leave.
Kadang pihak yg marah akan memaksa kita untuk "stay" karena mereka ingin mengafirmasi bahwa mereka benar, dan kita salah. It is totally fine. Just let them think, that they are right.
Listen, apa jawaban pihak lain soal pertanyaan kita itu. Ukur diri sendiri, bisa ndak nyari jalan tengahnya? Kalo ga bisa, minta maaflah, lalu hargai dirimu sendiri dengan meninggalkan arena pertengkaran itu. "aku minta maaf, tapi ak ga tau harus bagaimana," and leave.
Kamu akan tahu, apa sebenarnya akar masalahnya, lantas baru bisa mencari solusinya. Tapi jika marahnya masih berlanjut, tarik napas dalam2 dan tetaplah diam. Untuk sekali lagi mengkondisikan keadaan. Jangan pernah terpancinh, atur napas.
Then, pasti ada ending dari itu semua, lantas bisa kita kemudiab bilang, "so, what do you want me to do? What do you want me to be?", Ga perlu membantah, just listen what they thought.
Setelah pihak yg marah itu kehabisan energinya, kata2 nya akan berulang, seolah mengafirmasi kebenaran. Karena dia pasti "merasa" benar. Just let flow, and keep holding yourself to deal with it, act like you are accepting their anger, words, or whatever thet want u to believe.
Apapun tuduhannya, marahnya, dibiarkan terluap-luap, orang yg marah semacam begini sedang mengeluarkan energi. Biarkan saja, tahan diri sekuat mungkin untuk tidak membantah, karena itu percuma. Jangan membalas dengan bantahan. Walaupun kamu benar. Just dont!