Menurut gua negara ini udah serampangan banget kayak maksudnya gimana sih undang-undang dibahas DUA HARI doang😭😭 mana melanggar putusan MK lagi… bener-bener institusi udah diludahin, diinjek terus dibuang ke tempat sampah wkwkw
Jepang yg anggarannya solid sja DPRnya dibubarkan..
Apa kabar konoha yg anggarannya cuma hasil ngutang dan pajak masih harus ngasih mkan DPR dan MBG,, berat bngt beban rakyat😭
Gue heran deh kok masih aja ada orang yang bilang “Pertamax naik ga masalah, kan yang pake juga orang2 mampu”
Entah mereka buzzer atau emang tolol alami.
Yang jadi masalah itu EFEK DOMINO-nya, bukan cuma perkara harga naik 3ribu.
Ini efek domino yang akan terjadi dari kenaikan per hari ini:
1. Migrasi massal ke BBM lebih murah. Harga Pertamax naik → orang yang biasa pakai yang “premium” (kelas menengah atas) langsung switch ke Pertalite yang lebih murah. Hasilnya: permintaan Pertalite meledak. Padahal Pertalite kan kuotanya terbatas (subsidi), jadi stok di SPBU cepet habis.
2. Pertalite langka + antrean panjang. Antre Pertalite di SPBU jadi tambah rame. Yang gak mau antri berjam-jam atau gak kebagian akhirnya terpaksa isi Pertamax (yang lebih mahal).
3. Biaya logistik & transportasi naik Truk, angkot, ojek online, pengiriman barang semua naik ongkosnya (meski mereka pakai solar/ Pertalite, tapi efek rantai supply-nya ikut naik karena driver dan perusahaan logistik juga kena imbas). Akhirnya harga barang di pasar naik semua.
4. Inflasi & harga sembako naik Efek dari nomor 3: dari meja makan sampai warung kecil. Harga beras, sayur, mie instan, bahkan jasa ojek naik. UMKM yang paling kena getahnya. Modal produksi naik, daya beli masyarakat turun, penjualan melambat.
5. Black market & penyelundupan Pertalite yang langka sering muncul di pedagang eceran dengan harga lebih mahal (kadang sama mahalnya Pertamax). Subsidi yang seharusnya buat rakyat kecil malah bocor.
6. Beban subsidi pemerintah membengkak. Demand Pertalite naik drastis → pemerintah/Pertamina harus nambah pasokan subsidi. Kalau gak diatur, APBN makin tekor, bisa-bisa akhirnya Pertalite juga naik atau dibatasi lebih ketat (misalnya pakai MyPertamina, plat nomor ganjil-genap, dll).
7. Efek jangka panjang ke ekonomi & masyarakat
- Driver ojol & angkot kurangi shift → pendapatan turun.
- Petani & nelayan (yang pakai solar/Pertalite) ongkos produksi naik → harga pangan naik lagi.
- Inflasi umum naik → Bank Indonesia mungkin naikin suku bunga → pinjaman mahal → investasi melambat.
Intinya, yang tadinya “cuma naik buat orang berduit” malah bikin semua orang kena getahnya lewat rantai yang panjang.
GILAAA SIH INI‼️
jadi ada mahasiswa di US, nulis tesis 30 HALAMAN selama 6 BULAN. BENERAN ngetik sendiri. BUKAN ChatGPT. BUKAN JOKI.
history Google Docs-nya ada semua. dari draft jelek, typo, revisi, sampe final. timestamp jelas dari januari sampe juni.
pas sidang, kampus bilang:
"AI detector lu 98% NIH. LU PASTI CURANG."
dia bawa laptop. "pak/bu, INI HISTORY SAYA. bisa diliat sendiri."
jawaban pihak kampus?
"NGGAK PERLU DILIAT."
Busett dahh😭
Setelah dipikir-pikir semalaman, ternyata gua sedih melihat fakta ini. Ngeliat orang negara tetangga datang ke Indonesia terus bilang:
“gila murah banget”
“belanja di sini worth it”
“ayo shopping ke Indonesia”
Mereka shopping santai karena kurs mereka kuat. Sedangkan gua sendiri sering banget ada di fase:
“worth it gak ya?”
“Aduh kalo gua beli ini mesti makan indomie 1 minggu”
“In this economy kayanya nanti dulu deh buat beli barang itu”
Eh pas bulan depan datang, barangnya udah habis Ironis aja sih. Harusnya diskon toko lokal itu bikin kita yang tinggal di sini seneng dan menikmati.
Tapi sekarang malah lebih sering dinikmati orang luar daripada kita sendiri 🥺💔
Semoga cepat pulih rupiah ✊🏻
sebenarnya lebih takut dgn keadaan sekarang, udah gak ada demo-demo lagi, tapi kalau ngobrol sesama warga hampir rata semua merasa kuatir dengan kondisi ekonomi, kayak semua pada lagi marah tapi cuma ditahan, dan nunggu momen yg tepat.
tenang tapi kayak nggak tenang
Aneh ga sih?
Tujuan MBG itu untuk anak-anak sekolah.
Tapi ketika Dapur MBG dihentikan bahkan kalaupun cuma sementara, yang marah bukan anak-anak sebagai penerima Makan Bergizi Gratis.
Yang marah malah yang punya Dapur.