Aksi masterclass dari Fajar Alfian!
Melakukan 10 pukulan di depan net dlm satu play semakin membuktikan bahwa Fajar adl pemain front court kelas dunia.
Anticipatory movement-nya elite. Fajar memindai gestur raket, arah bahu, dan posisi tubuh Kim/Seo dan membaca pola pengembalian lawan dgn presisi.
Ketika berhasil melakukan pembacaan itu, Fajar sudah menunggu di jalur bolanya, sehingga dia bisa selalu selangkah lebih cepat dari reaksi Kim/Seo.
Kim/Seo adalah ganda No.1 Dunia yg terkenal punya defense rapat dan drive rotasi cepat yang sangat kuat.
Tapi kali ini, Fajar mampu merebut kendali tempo serta mendikte kecepatan dan arah permainan. Fajar memaksa Kim/Seo bermain dlm skenario yang dia inginkan dan menutupnya dgn smes yg telak.
Masterclass! 🔥🔥🔥
Utk. kejelasan informasi, th 2020/21 saat kejaksaan mengambil penanganan kasus ASABRI itu kepolisian tdk menemukan TSK, tdk menggeledah atau menyita. Alasan penting pelaku utama kasus ASABRI sama dgn kasus Jiwasraya yg sdh ditangani oleh kejaksaan yi Beny Cokro (Bencok).
Jadi tak ada TSK maupun barang bukti yg diserahkan polisi ke kejaksaan. Keadaan msh nol. Akhirnya Bencok dihukum seumur hidup utk kasus Jiwasraya dan dihukum "pidana nihil" utk kasus ASABRI. Terbukti korupsi di ASABRI tp dihukum nihil krn ybs sdh dipidana seumur hidup dlm ksus Jiwasraya.
Jadi kasus penanganan ASABRI oleh kejaksaan konteksnya sangat berbeda dengan pengalihan yg kasus Jampidsus. 1) Waktu itu polisi tdk menetapkan TSK atau barang bukti; 2) pelaku utama kasus ASABRI beririsan dgn kasus Jiwasraya yang pelakunya sama yi. Bencok
Kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026 disambut perayaan meriah di jalanan Gaza.
Mereka berkumpul di kafe2 dan lokasi nobar di area terbuka.
Warga Palestina mengabaikan risiko serangan Israel demi memberi dukungan penuh kepada Spanyol, tim yang telah memikat hati mereka.
Banyak di antara warga Gaza yang mengibarkan bendera Spanyol sebagai bentuk penghormatan kepada bintang muda Spanyol, Lamine Yamal. Yamal sempat membawa bendera Palestina dalam perayaan gelar La Liga yg diraih Barcelona, Mei lalu.
Spanyol sendiri adalah satu negara Eropa yang paling vokal mengkritik perang Israel di Gaza.
Spanyol terus mendesak Uni Eropa untuk lebih tegas atas pelanggaran HAM yg dilakukan Israel.
Saat Menhan Israel menyerang Yamal karena mengibarkan bendera Palestina dan menuduhnya memicu kebencian, PM Spanyol, Pedro Sanchez, dengan cepat pasang badan dan membela Yamal.
“Lamine hanya menyuarakan rasa solidaritas terhadap Palestina yang juga dirasakan oleh jutaan rakyat kami di Spanyol. Satu lagi alasan untuk bangga padanya,” tulis Sanchez di akun medsosnya.
Bagi para penggemar fanatik di Gaza, mengikuti pertandingan Piala Dunia bukanlah hal yang mudah.
Sebagian besar dari 2 juta warga Palestina di wilayah tersebut terpaksa tinggal di kamp2 tenda setelah serangan Israel menghancurkan rumah2 mereka. Artinya akses listrik dan jaringan internet sangat2 terbatas.
Arkan al-Walaida (23), sengaja mendatangi kafe internet setiap pagi sepanjang turnamen hanya untuk mencari cuplikan pertandingan, berburu video pendek di TikTok, atau kanal YouTube dan Instagram milik FIFA.
Ketika ia mengetahui pada hari Senin bahwa Spanyol sebagai juara, perasaan Arkan berkecamuk.
“Jujur, saya merasa ingin menangis karena sangat bahagia,” ujarnya. “Kami melihat dukungan Spanyol sebagai wujud nyata dari nilai kemanusiaan.”
Pada awal Juli, sebuah bom Israel menewaskan Mohamed al-Wahidi, seorang pekerja kemanusiaan Palestina yang mengorganisir acara nobar Piala Dunia di Gaza.
Serangan bom terjadi tepat sebelum pertandingan antara Mesir vs Argentina. Serangan itu menewaskan 2 anak laki-laki bersaudara yang berusia 8 dan 10 tahun, serta seorang pria lainnya.
Militer Israel mengakui serangan tersebut. Tp mengklaim bahwa al-Wahidi bukanlah target utama mereka.
via: The Guardian
https://t.co/6YmETQSiHE
Bukan. Anda diserang bukan karena itu. Anda dikritik karena:
1. Tata kelolanya ngawur, rawan korupsi.
2. SPPG dimiliki oleh para pihak yg rawan konflik kepentingan seperti aparat, parpol dll.
3. Anda ga fokus ke yg benar2 membutuhkan. Minimal lakukan kajian akademis dulu sebelum eksekusi.
4. Anda memilih kepala BGN yg tdk kompeten, bahkan tidak punya latar belakang ahli gizi. Udah gitu korup pulak.
5. Makanannya ga berkualitas, bahkan banyak yg keracunan.
6. Masih banyak alasan lain, tapi yang jelas bukan karena anda mau ngasih makan anak indonesia. Jadi gausah dipelintir.
If accurate, this would represent one of the most consequential anti-corruption investigations involving Indonesia's law enforcement institutions in recent years. A suspect designation involving a former senior anti-corruption prosecutor is not simply about one individual, it is ultimately a test of whether Indonesia's legal institutions can investigate high-ranking officials impartially and transparensively.
The market will be watching less for the headline itself than for the integrity of the process. Investors generally do not reward arrests or investigations alone. They reward consistency, due process, institutional independence and legal certainty. If the investigation is conducted professionally, supported by credible evidence and free from political interference, it could strengthen confidence that no individual is above the law. Conversely, if the case is perceived as politically motivated, selectively enforced or lacking transparency, it could undermine confidence in Indonesia's rule of law.
The inclusion of allegations involving PT Krakatau Steel, PLN coal procurement and PT ASABRI also suggests investigators are focusing on cases with potentially significant financial and governance implications. The decision to establish a dedicated team, particularly one including prosecutors with prior KPK experience, indicates the Attorney General's Office views these investigations as sufficiently complex to require specialized expertise.
That said, it is important to distinguish between a suspect designation and a finding of guilt. Under the principle of due process, every suspect remains presumed innocent until proven guilty in court. The ultimate credibility of the investigation will therefore depend not on public statements or media attention, but on whether prosecutors can present strong evidence that withstands judicial scrutiny.
Ultimately, this case is bigger than any single individual. It is a test of Indonesia's institutional credibility. Strong anti-corruption enforcement can improve governance, strengthen investor confidence and lower long-term country risk, but only when it is applied consistently, independently and under the rule of law rather than becoming a tool of political contestation.
❌Tanpa fisioterapis
❌Tanpa masseur
❌Tanpa latihan dan aklimatisasi krn kedatangan mepet
❌Hanya didampingi satu pelatih
❌Keberangkatan sampai akhir Juni tdk jelas.
❌TIDAK DISUPPORT PEMERINTAH
Lalu dgn banyak keterbatasan bisa mendapatkan emas di World Climbing Series itu menunjukkan kualitas seorang Desak Made Rita.
Seorang yg terkenal di lingkungan Pelatnas sangat berkomitmen, fokus, pekerja keras, punya mental tahan banting.
Rita adl pahlawan bangsa.
Tp ironisnya ia bertarung dgn birokrasi yang ruwet, bertarung dgn ketidakjelasan prioritas anggaran, bertarung dgn politikus2 yg memanfaatkan namanya hanya ketika dia menang.