Ikatan Alumni Insan Cendekia (IAIC) sudah menyampaikan sikapnya atas kejadian niretika di perhelatan OSN.
Saya pun menyepakati poin-poin dari sikap IAIC dan berpendapat demikian.
Kejadian jadi tamparan keras buat almamater kami. Terlebih, esensi dari MAN Insan Cendekia adalah perpaduan IPTEK dan IMTAK.
Kami lebih memilih remedial berulang kali dan lulus dengan standar nilai batas bawah, dibandingkan menyontek. Sungguh, tidak ada kompromi untuk kecurangan.
Saya berharap MAN Insan Cendekia Serpong, dan juga Kementerian Agama, untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan tidak menutupi kasus ini.
Saya meyakini kualitas dan prestasi almamater yang dibangun bertahun-tahun tidak akan runtuh hanya karena satu kesalahan ini. Sebaliknya, track record itu justru diuji dari bagaimana kedewasaan institusi dalam mengelola komunikasi krisisnya. Menghadapinya secara objektif adalah pembuktian nyata dari nilai integritas yang selama ini dijunjung tinggi.
Saya memperoleh informasi bahwa proses investigasi internal dan pendampingan sedang berjalan, dan keputusan sanksi akan segera dikeluarkan.
Saya berharap publik memberikan ruang bagi madrasah untuk mengambil keputusan ini secara objektif dan transparan. Biarlah ini menjadi pelajaran mahal dan pengingat keras bagi kita semua: integritas akan selalu berada di atas segala bentuk medali atau trofi apa pun.
hati gw agak potek ketika ada yang nuduh gw berbuat sama seperti si oknum itu (gatau sih kayanya bercanda) but still… the uncountable cries and hours of sleep sacrified… trs dibercandain nyontek dan hasil yg lu dpt ga murni krn lu satu sekolah sama oknum itu.. ahsakitbgtboy 💔
brengsek banget orang2 yang berpendapat sampah dan mengalihkan diskursus kasus2 ks ini jd ke ‘perempuan juga gitu’ YAUDAH BERARTI KAN LU SALAHIN DUA2 LAH BUKAN JD PEMBENARAN. idiot banget si