Semoga suatu hari nanti kita berada di dalam fase :
1. Duit tak habis-habis.
2. Bersedekah tak henti-henti.
3. Orang baik-baik mendekati.
4. Rezeki cukup untuk diri, keluarga, dan orang sekitar.
5. Hidup rasa ringan, sebab tak lagi mengejar yang tak perlu.
6. Ibadah jadi rutinitas yang dirindukan, bukan sekadar kewajiban.
omongan adalah doa, bismillah bisa dapet gaji 2 digit, lingkungan kerja ngga toxic, perjalanan ke kantor ngga jauh, dan dapet pimpinan yang baik, aamiin.
breaking news🚨 : setelah arafah ini, insyaallah kita semua akan finansial stable, semua keluarga sehat, kerjaan lancar, yang nganggur dapet panggilan kerja dan semua doa kita satu satu dikabulkan allah✨🤍
“jadi panjatkan doa yang paling mustahil di dunia dan jangan lupakan dengan semua amalannya”
Al Insyiroh + laa haula wa laa quwwata illaa billaah + hasbunallah wa ni’mal wakiil = combo maut. semua auto terasa mudah. ada aja pertolongan Allahnya
AMPUH TOP MARKOTOPPPPPPP😭🫶
Di hari Arafah nanti, jangan cuma sibuk meminta pasangan yang saleh atau salehah.
Masukkan juga doa-doa kecil yang diam-diam paling dibutuhkan hati:
— minta hati yang tenang
— minta dipertemukan dengan lingkungan yang baik
— minta rezeki yang cukup dan berkah
— minta dijauhkan dari hubungan yang melelahkan
— minta kesehatan untuk diri sendiri dan orang tua
— minta dikuatkan saat hidup tidak berjalan sesuai harapan
— dan minta agar tetap bisa bersyukur meski belum memiliki semuanya.
Guys...
tanggal 25.
Hari gajian.
Dan entah kenapa rasanya berat banget.
Notifikasi masuk. Rp3.200.000.
Seneng 3 menit.
Menit ke-4 kos 1,2 juta.
Menit ke-5 transfer ke Mama 500 ribu.
Menit ke-7 WiFi listrik cicilan.
Menit ke-10 beras minyak sabun makanan kucing.
Sisa 300 ribu.
Buat 30 hari.
Sehari 10 ribu.
Dan itu semua selesai sebelum jam 10 pagi.
Gaji datang ngasih harapan, pulang ninggalin tagihan sama Indomie.
Yang bikin makin sesak adalah malamnya. Jam 2 dini hari, kipas angin nyala tapi yang muter malah otak. Gimana kalau sakit.
Gimana kalau motor rusak.
Kos bulan depan naik ga ya. Temen ngajak nongkrong bilang ga ada duit dikira ga solider.
Umur 27 tabungan masih nol sementara FYP isinya orang umur 22 udah punya 100 juta pertama.
Banting HP ke kasur.
Di kos sendirian.
Yang nemeni cuma kucing sebelah yang ngeong minta makan.
Dikasih wet food 5 ribu.
Kucingnya kenyang tidur pules.
Dia sendiri laper tapi ga berani pesen GoFood karena 10 ribu itu jatah makan besok.
Dan waktu Mama nelpon nanya uangnya cukup apa nggak...
"Cukup Ma."
Jawab cepet.
Sambil ngitung dalam kepala nasi sama garam aja cukup ga buat besok.
Bohong "cukup" ke Mama itu menetap.
Setiap bulan.
Dan overthinkingnya juga ikut menetap.
Guys capeknya hidup kaya gini bukan di kantor.
Tapi di tanggal 26 sampai tanggal 24 bulan berikutnya. Pas harus senyum padahal rekening tinggal doa.
Tapi dia masih bangun besok.
Masih kerja lagi.
Masih nyisihin 5 ribu buat kucing sebelah.
Buat siapapun yang relate sama cerita ini, kalian ga gagal.
Kalian udah luar biasa bisa sejauh ini dengan kondisi yang sekeras ini.
Besok coba lagi ya.
Satu hari sekali.