Di desa, orang-orang masih barter. Kemana-mana naik harimau, kadang naik elang. Sering juga naik kerbau & beruang. Kalau mau bangun rumah, tinggal cari goa dan bersihkan secara gotong royong. Kalau mau nanam tanaman, pupuknya cari saja taik kerbau liar atau kambing hutan. Gacor juga itu. Kalau anak mau nikah, tinggal berburu sekampung ke hutan dan bawa 19 ekor rusa buat hajatan. Kalau mau apa pun, tinggal tanam sendiri, berburu kembali. Jadi, dolar naik, rupiah melemah, nggak ngaruh sih emang.
Selama hutan tidak dibabat habis atas nama proyek kasejahteraan, selama kehidupan desa tidak dikacau oleh program-program yang menggusur ruang hidup mereka. Orang-orang desa memang masih bisa hidup berdamping dengan harimau dan beruang, dengan segala bentuk barter tanpa memikirkan uang.
Yth Bapak Presiden.
Siapa yg membisikimu pak sampai pernyataan kaya gini keluar? Percayalah, orang2 itu yg berniat menghancurkanmu dari belakang pak.
Betul, rakyat desa ga pake dolar pak. Tapi bapak baca data kebutuhan dan impor kedelai belum? Bahan baku utama tempe dan tahu yg dimakan masyarakat desa itu dibeli pakai dolar pak.
Kalau dolar naik, apa bahan makanan utama itu ga ikut naik pak? Kalau bahannya naik, tahu dan tempe apa ga ikut naik pak?
Itu baru dari makanan aja, gimana dengan bahan bakar pak? Indonesia adalah negara dengan net impor minyak sejak tahun 2004. Bapak tau belum? Apakah impor ga pakai dolar? Apakah apbn akan tetap kuat mensubsidi itu semua kalau dolar semakin mahal?
Come on pak, kalau kata @BARASUARA, jangan jadi katak dalam tempurung. Merasa besar padahal tanggung.
Ttd.
Masyarakat desa
‘Rakyat di desa nggak pakai dolar kok,’ ucap presiden di sebuah pidato.
Dia sepertinya benar-benar tidak peduli harga rupiah melemah dan dolar naik ini.
Memang sepertinya kita harus memperbanyak gerakan joget setelah ini. Mungkin hanya kemampuan joget yang selayaknya kita punya.
Kita disini kerja yg bener sampe gila meanwhile di luar sana ada yg dpt 6jt per hari cuma buat ngeracunin anak sekolah if that doesn’t radicalize you idk what will