Dear women who are so cruel to other women… If empathy doesn’t move you, then think about the world you’re helping create. It’s going to get to you too.
Every time you mock, diminish, or shame another woman, you’re raising the cost of simply existing as one.
One day, it’ll ask the same impossible standards of YOU, your sister, or your daughter.
STOP THE CYCLE.
cara ngubah culture toxic ini ya mulai dr sosmed lu sendiri.
lately gw mulai up hal2 yg mungkin ga masuk standar branding/estetika ke IG FIRST!! foto sleepover sm temen yg pose tidurnya kocak, nonton horeg, makan di warteg, etc.
just embracing things that i find genuinely fun.
Aneh banget bangsat. Masukin “PENCEGAHAN” LGBT+ ke kurikulum pendidikan but sex education, “how not to be a rapist”, and how to respect differences—ethnicity, race, religion, skin color, language, culture, beliefs, and sexuality.
Ketauan ada yang ngomong "tim nikki / bear" lalu dilanjut "bear lahh" kita jedotin palanya ke setir mobil gubrak gubrak 100x lalu kita bungkus dan tenggelamkan
Guys, please read fiction!! 🥹📚
Fiction can actually improve your critical thinking. Lewat cerita fiksi, kita diajak buat imagine berbagai kemungkinan, analyze setiap keputusan karakter, lalu compare situasinya dengan dunia nyata.
Kamu jadi kepikiran, "What if this happened in real life?" Kira-kira problem solving-nya bakal sama nggak? Apa orang-orang akan mengambil keputusan yang berbeda? Atau justru ada solusi yang lebih baik?
Jadi, baca fiction itu bukan cuma buat hiburan. It also trains you to think critically, see different perspectives, and understand people a little better.
Barangkali ada yang belum aware mengenai kasusnya. Panji Sukma adalah satu penulis yang memiliki rekam jejak problematik seperti pelaku ks, konten naskah yang bermuatan misoginis & seksis, jadi tidak direkomendasikan untuk dibaca ya.
Buku lain:
Sang Keris
Iblis & Pengelana
Kuda