How does access to childcare shape women’s ability to work? And what role do childcare arrangements play in supporting women’s employment across Southeast Asia?
Join Dr Hang Anh (Tia) Nguyen (@GIWLANU) and @lolitamoorena@ANU_CBE for a special Global Seminar co-hosted with the Global Institute for Women's Leadership, marking the @UN International Day of Care and Support.
Thursday 29 October at 9:00 AM – 10:30 AM WIB
1:00 PM – 2:30 PM AEDT
On Zoom (no registration required) https://t.co/c9droIVRbQ
Details https://t.co/oBBt7H80G4
Fenomena paduan suara ala nasabah prioritas BCA lagi ramai di media sosial nih.
Tapi, kamu tahu Paduan Suara Dialita nggak?
Lewat #MerawatIngatan65, yuk kenalan dengan Dialita dan kisah yang dijaga mereka lewat musik!
https://t.co/cVtIGIkVh0
🧵 (1/4)
Tidak pernah belajar ekonomi tapi sebagai pembaca senang melihat banyak penggunaan "me" jadi kalimatnya lebih aktif memperlihatkan siapa yang melihat "buruk" dan "turun".
LPEM FEB UI baru saja merilis Economic Experts Survey Semester II 2026. Di dalamnya, perhatian para ahli tidak hanya tertuju pada kondisi dan prospek ekonomi, tetapi juga pada pelaksanaan sejumlah agenda prioritas pemerintah, terutama MBG, Koperasi Merah Putih, dan target pertumbuhan ekonomi 8%.
Secara keseluruhan, hasil survei menunjukkan bahwa pencapaian ambisi ekonomi pemerintah
masih menghadapi sejumlah tantangan, sehingga diperlukan penguatan implementasi kebijakan, disiplin fiskal, dan kapasitas kelembagaan untuk meningkatkan kepercayaan terhadap prospek perekonomian Indonesia.
Setuju dengan penilaian para ahli? Bagaimana menurutmu?
Economic Experts Survey merupakan publikasi rutin semesteran LPEM FEB UI yang pertama kali terbit pada Semester I 2025. Semester II 2026 ini merupakan edisi keempat.
Read more: https://t.co/cLmdC4yy9F
#LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #EkonomiPolitik #PrabowoGibran #KebijakanPublik
Boleh pakai perspektif orangtua ya?
Jaket almamater itu membantu ortu untuk memantau anaknya ada di mana saat aksi. Kami tahu peluru, sebagaimana lars dan bogem aparat, tidak bernama sehingga bila melihat foto kerumunan mahasiswa mengenakan jaket almamater kami memicingkan mata memperbesar fokus mencari si buyung dan atau si upik.
Tidak menolak ajakan lepas jaket almamater saat turun, sekadar berbagi pandangan saja.
Mengingatkan satu tulisan berkaitan dengan realitas dan keserampangan hidup yang kini kita lalui bersama,
"...kalau rakyat sembunyi
dan berbisik-bisik
ketika membicarakan masalahnya sendiri, penguasa harus waspada dan belajar mendengar..."
Solo, 1986
(Wiji Thukul)
Dalam tiga bulan terakhir, sebanyak 10 petugas dan relawan gugur saat berjuang memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru hingga sejumlah wilayah di Kalimantan.
Terima kasih atas pengabdian dan perjuangan yang tak ternilai.
Semoga mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan 🥀
< #Karhutla #KebakaranHutan #infografik
The real test of an intellectual isnt whether one can criticize power fr outside, but whether one can preserve independence after being invited inside. Access to power may create opportunities to influence policy; it also exerts subtle pressure to conform. Wait, see @rockygerung
Buat sobat tije yang agak terganggu dengan lagu di setiap akhir pengumuman halte, di aplikasi tije sedang ada survey mengenai itu, plis diisi, semoga bisa ada perubahan 😂
@rbpermana Di Canberra lagi ngaso di pasar pernah disamperin dengan ramah sama bapak2 nanya apa kita org Indo karena dia pernah lama tinggal di Jkt. Dia nanya bahasa Indo dong terus ngenalin ke cucunya dlsb. Jadi ya di Oz memang musti tiati...
Suharto perlu puluhan tahun mengangkat Tutut jadi menteri, Menteri Haji ini tak perlu waktu lama buat mengangkat dua putranya sebagai tenaga ahli. Ngono yo ngono neng ojo ngono, Gus...
Perdebatan anggota DPR yang bisa kita akses adanya di Rapat Dengar Pendapat Umum atau rapat kerja dengan Pemerintah. Soal mutu debat itu relatif tentunya. Tapi lebih pengen lihat masuk DPR lebih mudah seperti tahun 2004-2014 sih....
Setelah dipikir-pikir.
Desain ruangan DPR kita itu terlalu COZY ya. Gak inklusif buat orang-orang yg pingin liat wakil rakyatnya debat di parlemen.
Gw tuh excited bgt liat parlemen di US, UK, India, Australia, Singapore, Malaysia, Uni Eropa dan Jepang. Mereka tuh literally harus berdiri kalo mau nyatain pendapat.
Ga ada tuh duduk sambil, 'Ijin ketua. Ijin ketua'. Kata gw kelamaan di 'Ijin ketua'
Anggota dewan kalo mau debat harus berdiri dan hadap2an.
DUDUK TUH KEK NYAMAN BANGET GA ADA ENERGI DEBATNYA.