gw cuma bisa berdoa, smga suami gw dilancarin kerjaannya, usahanya, dibanyakin rezekinya. biar dia ga bingung lg, biar dia bebas kalo mau ngasih2 ga bingung2 krn mesti dibagi kesana kemari. krn gw pribadi gapernah ngatur duit suami mau pergi kemana, apalagi ke keluarga.
gapernah mau merasa si paling bisa sendiri, atau mengecilkan apa yg udah dilakuin suami utk gw. tp coba pikir deh, jgn bikin suami gw seakan harus berpihak, kasian dia nya tau. jalan bareng2 aja, masa ga bisa?
gapernah merasa si paling memiliki, tp kalo memang dgn hadirnya gw merasa jd dirugikan yaudsss ambil lg ajaaa santuy gw mah, gw berangkat dari wanita yg bisa berdiri di kaki sendiri, i was fine then what makes it not now?
Pernah ketemu sama tulisan yg hangat banget:
"Kenapa kita butuh sholat 5 kali sehari?
Karena tak ada satu pun di dunia ini yang rela bertemu denganmu lima kali sehari, dalam keadaan senang, sedih, susah, patah hati atau kuat, kecuali Allah."
Such a beautiful reminder...🥹🤍
dr @tirta_cipeng : “usaha dulu atau tawakkal dulu?”
aldi taher : “tawakkal dulu, baru dagang”
dr tirta : “rugi tetep bersyukur, untung tetep…?”
aldi : “rugi itu di neraka bang. jadi kalo org usaha/dagang, tiba tiba dia rugi, itu bukan rugi. tapi emg rezekinya segitu. syukuri”
dr tirta : 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
padahal udah sering denger ceramah ustadz soal rezeki
tapi entah kenapa, kata kata aldi taher yg kali ini ngena bgt ke hati gue dan berhasil bener bener ngubah perspektif gue soal rezeki wkwkwk 😹
Halo, Netizen. Assalamualaikum. Btw, ini pertama kalinya aku bikin utas. Aku bukan siapa-siapa, tapi aku merasa perlu meluruskan ini. Semoga siapa pun yang baca, gak akan lagi nyampe menghujat si perempuan maupun alm. Aku cuma berempati kepada mereka. Mohon disimak ya🙏
Info dari temen yang kerja di notaris
Untuk menghindarin hal ini
dikasih beberapa hal nih
daftar simpel tips untuk menghindari kasus sertifikat ganda:
- Plotting Koordinat: Minta BPN memetakan lokasi untuk memastikan tidak ada sertifikat lain di titik yang sama.
- Cek Aplikasi "Sentuh Tanahku": Pantau status dan lokasi bidang tanah secara mandiri lewat aplikasi resmi BPN.
- Audit Riwayat (Warkah): Telusuri asal-usul tanah di BPN, bukan hanya cek keaslian fisik sertifikatnya.
- Investigasi Lingkungan: Tanya RT/RW dan tetangga sekitar untuk memastikan tidak ada klaim pemilik lain secara adat atau lisan.
- Kuasai Secara Fisik: Segera pasang pagar, patok, atau papan nama setelah beli agar tidak dianggap tanah telantar.
- Validasi Penjual: Pastikan penjual punya hak penuh (bukan sengketa waris atau gono-gini).
- Pilih PPAT Kredibel: Gunakan jasa Notaris yang teliti dan punya rekam jejak bersih di wilayah tersebut.
Kubilang juga, telfon juga orangtua mu kalau kamu serius. Kenal cuma 3bln, 3bln selanjutnya kami lamaran, 3bln selanjutnya lgsg nikah, all in the same year. Epic, ya? Aku juga kaget, krn pacarku selama ini foreigner semua alias bule, kok nyantolnya sm lokal, tetangga desa lagi🤭
Ini cukup aneh bagi aku juga. Aku dan suami berasal dari kota yg sama, teman2 SMP dan SMA ku kebanyakan teman dia juga. Tapi kita gak pernah saling kenal. Bahkan, rumah kita jaraknya mungkin hanya 3-4km, diapun sering main ke tetanggaku, tp I never knew he was exist.
Katanya ada yang namanya "Red String Theory"
dua orang yang terhubung oleh benang merah tak terlihat, dan suatu hari pasti dipertemukan.
Dulu aku nggak terlalu percaya.
Aku orang Banyuwangi.
Istriku orang Banjarnegara.
Bahkan dari kampus pun kami sudah berbeda arah.
Dia mahasiswi UNDIP Semarang.
Aku mahasiswa UNEJ Jember.
Jaraknya jauh.
Dunianya juga beda.
Dia aktif di BEM, ke sana ke mari, hidupnya penuh agenda.
Aku? Kuliah pulang, kuliah pulang.
Kalau libur, ya di kamar… main game seharian.
Nggak ada irisan.
Nggak ada alasan untuk saling kenal.
Sampai tahun 2018.
Waktu itu aku masih kerja di Kantor Akuntan Publik, dan diminta handle klien di Purbalingga.
Aku berangkat dari Yogyakarta, naik mobil sama teman, tanpa tahu daerah yang akan aku lewati.
Di tengah perjalanan… kami melewati sebuah kabupaten: Banjarnegara.
Dan tanpa aku sadari, di salah satu jalan yang kami lewati,
aku pernah melintas tepat di depan rumahnya.
Rumah seseorang yang saat itu… bahkan namanya pun aku belum tahu.
Waktu berjalan.
3 tahun kemudian, Maret 2021
aku kembali ke tempat itu.
Bukan sebagai auditor.
Tapi sebagai laki-laki yang datang untuk meminang seorang wanita.
Wanita yang rumahnya… pernah aku lewati dulu, tanpa aku sadari.
Kalau dipikir sekarang,
hidup ini aneh juga ya.
Kita bisa sejauh itu,
hidup di kota yang berbeda,
bahkan sempat berada di titik yang sama… tanpa saling tahu.
Mungkin memang ada hal-hal yang tidak perlu kita percepat.
Karena sejauh apa pun kita berjalan,
kalau memang sudah ditulis untuk bertemu…
kita akan dipertemukan juga, di waktu yang paling tepat.
Dan seringnya,
kita baru sadar setelah semuanya terjadi.
Happy 5th Anniversary Bojo..
She’s my red string theory.
Kalau kamu?
pernah nggak merasa…
sebenarnya kamu sudah sangat dekat dengan seseorang,
jauh sebelum kalian saling mengenal?
Aku dan suami berpisah dlm keadaan sbg teman. Tapi dalam perjalanan pulangku kembali ke realita pekerjaan, dia menyampaikan sesuatu yg bikin aku kaget. "Put, nikah yuk sama aku." Deg. Kaget.
Pikirku, this must be another men's bullshit. Ku tantang, telfon aja papaku kalau berani.