the fact that pelakunya masih anak SMP, menjadi bukti bahwa pendidikan karakter di Indonesia semakin mengalami penurunan. kebijakan hukum untuk anak di bawah umur juga harus direvisi. turut berduka cita untuk keluarga ditinggalkan, semoga selalu dalam lindungan-Nya🙏🏻
Bayangin, tanganmu diborgol, kakimu diiket, terus kamu diceburin ke waduk. Ngga ada yang liat seberapa tersiksanya kamu waktu air mulai penuhin paru paru. Ngga ada yang liat seberapa putus asanya kamu waktu matamu masih bisa natap matahari dan langit biru, tapi kamu sadar, kamu ngga bisa ngapa ngapain. Alm Bapak Sumarna, security Waduk Jatiluhur yang meninggal. Dia meninggal karena berupaya membubarkan kerumunan anak muda tapi dia dilakban dan diceburkan ke waduk. Jasadnya baru ditemukan jam 11.00 Katanya para pelaku masih SMP
semoga seluruh pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. @prabowo@ListyoSigitP@DivHumas_Polri@DediMulyadi71 bantu di followup bang budi @BudiBukanIntel
Ini dia pelakunya.
Guru yang tega bawa muridnya sendiri, kelas 2 SD, yatim piatu, buat di sdm suaminya.
Sumpah abis baca berita ini dada jadi sesek luar biasa. Ga habis pikir ada manusia sekeji ini. Orang yang harusnya jadi tempat anak merasa aman malah jadi pihak yang ngehancurin hidupnya.
Btw, sampe siang ini warga Tanjung Balai masih demo depan polres tempat pelaku diamankan. Semoga dua lucknud ini dihukum seberat-beratnya, dan si adik dpt pendampingan psikologis terbaik 💔🥺
Sedih ya, Saat rakyat turun ke jalan, layar TV nasional terasa biasa saja. Tapi media Korea Selatan justru ikut menyoroti apa yang terjadi di Indonesia, bahkan membahas program MBG.
Bukan soal setuju atau tidak. Yang dipertanyakan adalah, kenapa suara dari luar terdengar lebih lantang daripada suara dari dalam negeri?