THE BIGGEST CANON EVENT
1. Make lagu goodluck babe pas ngucapin sidang
2. Suka lagunya mystery of love sm futile devices
3. Suka sailor song
4. Make lagu we fell in love in october
5. Suka lagu conan gray
DENIAL KALO LAGU ITU QUEER PLS BANYAK YG MAKE AJG LUU
Sebuah pertanyaan yang gue selalu penasaran tapi berasa tabu banget utk ditanyakan:
kalo mobilnya bawa jenazah, which is udah ga darurat (karena udah meninggal juga), apakah masih butuh pengawalan dan exception yg sama dengan ambulans yg bawa korban kecelakaan ke IGD?
temen2, sikap inkonsisten begini jgn dinormalisasi yaa, sbg kepala negara harusnya bisa lebih bijak dlm menyampaikan statement. kalo rakyat aja dituntut menyampaikan aspirasi dgn sopan, beradab dan berintelektualitas, pejabat publik juga harusnya mampu menerapkan standar yg sama.
From this
"Pakar saking pinternya jadi goblok"
To this
"Jgn salah ya menerima kadang2 saya klu bicara di audience suka dipelintir. Bhw seolah saya ga hormati pakar. Saya paling hormat sma pakar"
Dia yg ngomong gblk, kita yg disalahin katanya dipelintir
Loker Indo:
• IPK minimal 3.00
• SKCK
• Surat ket. sehat
• Berpenampilan menarik
• Usia max 25 tahun
• Pengalaman min 100 tahun
Loker Indo tapi buat wapres & pres:
• Ga lulus SMA yaudah
• Kakek buyut 74 tahun gas ajaa
kalo lu pernah dateng/liat jobfair, itu dipenuhi kerumunan orang yang rata-rata punya ijazah s1, sementara di negara yang sama ada orang dengan modal sertifikat bimbel bisa jadi wakil presiden, sakit bener hati gw
kalo gitu pilpres KANDIDAT 02 EMANG GAK SAH KAN?? turunin juga dong si wowok, kan mereka sepaket dari awal. enak aja mau cap cip cup wakil presiden padahal dia juga sama gobloknya
lahhh kalo gini artinya hasil pemilu kemarin ga valid dong??? trs kenapa cuma salah satu yg turun, kan mrk naik berdua, trabas aturannya juga berdua, kalo turun ya sepaket donggg. bener2 sabung elite, korbannya rakyat.
Siswa SMP di Sragen Divonis 2,5 Tahun, Eksekusi Ditunda hingga Lulus Sekolah
SRAGEN — Seorang siswa SMP berinisial DTP (14), asal Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan setelah dinyatakan terbukti melakukan kekerasan terhadap anak yang berujung pada kematian korban.
Putusan tersebut dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sragen, Senin (7/9/2026). Majelis hakim juga menetapkan DTP menjalani pidana di LPKA Kelas I Kutoarjo serta membayar restitusi sebesar Rp76.015.770,40 kepada keluarga korban.
Namun, pelaksanaan hukuman terhadap DTP belum dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, terdakwa yang masih berusia 14 tahun tersebut saat ini duduk di kelas IX SMP dan masih harus menyelesaikan pendidikannya.
Jaksa diperkirakan baru melakukan eksekusi setelah DTP menyelesaikan sekolahnya pada 2027.
Sembari menunggu proses tersebut, DTP dititipkan di IPWL Yayasan Lentera Bangsa Indonesia (YLBI) di Kecamatan Tanon. Selama berada di sana, ia tetap berada dalam pengawasan jaksa.
Kasi Pidum Kejari Sragen, Andhika Nugraha Triputra, menyebut putusan majelis hakim sama dengan tuntutan yang sebelumnya diajukan jaksa.
Menurutnya, perkara tersebut bermula dari tindakan kekerasan berupa pukulan menggunakan tangan terbuka ke bagian kepala korban. Tindakan tersebut kemudian berujung pada meninggalnya korban.
Atas putusan itu, pihak jaksa masih menyatakan pikir-pikir sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
Ini mah nganggurnya orang have. Yg tbtb jalanin bisnis ortu dulu, bisa healing dulu, bayar membership gym, buka usaha dlu (wah udah ada modalnya)
Nganggurnya orang haven't cuma bisa scroll hape, stress buka apk kerja terus blg "tebak gw dpt kerja duluan apa meninggal duluan?" 😭
lu bayangin, pakar dan para ahli kuliah sampe S3, memahami seluk beluknya, tapi dikatain bego sama jenderal yang dipecat. kapsitas lu bahkan engga ada seujung kukunya para pakar buat berlaga kaya gini. sakit lu.
Ya Allah, I'm struggling with my current situation; please grant me the ikhlas and patience I need until I finally see why you arranged everything this way. 🤍