BNI Mengeluarkan Press Release untuk Memastikan Pengembalian Dana
Tapi Setelah :
• 2 Bulan kasus ini naik
• Podcast" di YouTube
• Cuci tangan ganti staff
• Uang 700M keluar dari BNI
Thankyou buat @LambeSahamjja dan teman" lainnya yg udah bantu viralin kasus ini 🙏
Update terbaru guys........
Akhirnya OJK buka suara
OJK telah memanggil Direksi dan manajemen BNI
untuk meminta penjelasan
secara menyeluruh
berarti suara kita di dengar nih
hari sabtu padahal
kita apresiasii
kawal sampe tuntas
Sumber : https://t.co/paTgWedOCH
Natalia Situmorang
Bayangin suster yang tidak bergelimang harta, perempuan yang mengabdikan diri seumur hidup utk umat, urus 1900 jemaat dgn tulus, sedang berjuang bongkar pencurian uang 28M dgn berani, dapat tuduhan jahat seperti ini. Kami yg muslim aja sakit hati bacanya 🤬😭
Sewaktu nge-tag BNI, status saya akhirnya direspon oleh BNI lewat akun resminya.
BNI bilang mereka "juga pihak yang terdampak" dalam kasus Rp28 miliar dana umat Paroki Aek Nabara. Secara teknis benar. Tapi kan ada jurang besar antara "terdampak" dan "bertanggung jawab".
Apakah mereka sedang coba menyamarkan dua kata itu jadi satu?
BNI memang keluar Rp7 miliar talangan pada 26 Maret 2026. Reputasi mereka tergerus di mana-mana (lihat saja di X). OJK dan BI sedang mengawasi ketat, dan bisa saja ada sanksi kalau terbukti lalai awasi internal.
Secara bisnis, ya, mereka rugi.
Tapi "terdampak" bukan sinonim "korban", bukan?
Benarkah klaim BNI, yaitu "ada oknum di luar sistem resmi"?
1. Andi Hakim Febriansyah bukan tukang sapu. Dia Kepala Kantor Kas BNI Unit Aek Nabara resmi.
2. Selama 7 tahun (2019 sampai 2026), dia memakai fasilitas resmi BNI sepenuhnya: layanan pick-up service untuk jemput uang, bilyet deposito BNI, rekening koran BNI, seragam, kartu identitas pegawai.
3. Suster Natalia dan pengurus Credit Union tidak menyerahkan uang ke "Andi pribadi". Mereka menyerahkannya ke BNI sebagai institusi, lewat mekanisme yang BNI sendiri sediakan.
4. Semua data transaksi tercatat di sistem BNI. Tapi yang lucu, BNI justru meminta CU menyediakan "bukti pendukung" berulang kali. Padahal catatannya ada di server mereka sendiri.
Kalau seorang pegawai bank memakai jabatan, fasilitas, dan dokumen resmi bank untuk menipu 1.900 umat selama 7 tahun tanpa terdeteksi audit internal, itu bukan "oknum di luar sistem".
Itu namanya kegagalan sistem!
Secara hukum, ada prinsip tanggung gugat pengganti (Grok bilang, istilah ini disebut: vicarious liability). Bank wajib bertanggung jawab atas tindakan pegawainya yang dilakukan dalam kapasitas jabatan.
Ini bukan opini saya, Gais. Ini ada di UU No. 10/1998 tentang Perbankan dan POJK tentang perlindungan nasabah.
Di satu sisi, BNI adalah Bank BUMN, dengan aset triliunan rupiah, punya tim hukum dan tim humas korporat yang sibuk membangun narasi "kami juga korban".
Di sisi lain, ada 1.900 umat Paroki Aek Nabara. Mayoritas dari mereka adalah petani dan buruh kecil. Mereka menabung selama lebih dari 40 tahun, rupiah demi rupiah, untuk biaya sekolah anak, dan biaya sakit.
Rencana masa depan yang sederhana, bukan?
Jawaban BNI sah secara korporat. Strategi "oknum dan tunggu dokumen" itu klasik. Tapi dari sisi keadilan, ini sangat miskin empati. Uang itu tabungan umat kecil yang dikumpulkan selama 40 tahun, bukan duit korporasi yang bisa dihitung ulang di pembukuan kuartal berikutnya.
Kalau setiap kali ada pegawai berulah, jawaban resmi bank selalu "itu oknum, bukan kami", lalu kepada siapa nasabah harus percaya?
Besok saya mau menutup rekening saya. Kalau masih antre, ya, saya tarik semua uang saya dari sana.
Kalian sendiri gimana baca sikap BNI sejauh ini?
fyi kalau temen2 gak aware....
uang paroki sebanyak itu nggak cuma buat memelihara gereja, atau untuk koperasi aja...
ada sebagian dana yang emg untuk program pendidikan seperti ASAK (Ayo Sekolah, Ayo Kuliah)
ada juga untuk membantu Gereja yang dipelosok😭 semoga uangnya kembali ya....
Tolonglah, Bank BNI.
Credit union Paroki tuh bermanfaat banget buat umat. Keluargaku pun pernah pinjam dengan bunga sangat kecil buat modal usaha. Ini tuh uang dari umat untuk umat. Kami bikin sistem berdikari begini, saling membangun, malah dicelakain orang gatau diri kayak Andi
Yang dicuri 28 Miliar, ditawarin balik cuma 7 miliar.
Btw yang dicuri ini bukan uang gereja, tapi uang tabungan 1.900 umat yang backgroundnya macam2, ada yang buruh, petani, dll.
Suster Natalia cerita kalau dia sampai utang kesana sini buat nalangin umat yang butuh dana mendesak karena berobat atau sekolah anak.
Kita bantu viralin biar BNI ga ngeles mulu.
HELP RT GUYS
SCAMMER ARMYBOMB VER 4‼️‼️
@._dolliesth
+62 898‑4532‑735 - Aliana Putri Wijaya
0895360963393 - Nur Hikah / Aliana Putri Wijaya
tadi dia ada kasi bca atas nama ni putu blabla tapi udah terlanjur tf ke gopay😊😭
scam bts armybomb ab wts wtb #zonauang#zonajajanᅠᅠ