WHO masih rekomendasi regimen 4 bulan untuk TB aktif sensitif obat, bukan 1 bulan.
Regimen 1 bulan yang ada justru 1HP (isoniazid + rifapentine), dan itu TPT, bukan terapi TB aktif.
Kalau Kemenkes benar punya terapi TB aktif 1 bulan, publish datanya. Nyocot doang kek pantat ayam
Med students, don’t give up your hobbies in favor of just doing medicine stuff. Keep reading books or playing video games or doing art or taking pictures etc etc. don’t let medicine become your personality and whole purpose
Pulau Palue , Pulau dekat dg pusat Gempa M 7.7
Warga Masih membutuhkan bantuan dan terkendala akses listrik-komunikasi, warga bertahan di Posko Darurat Lapangan Guntur Rokirole, Pulau Palue, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, NTT.
beberapa titik pengungsian gempa NTT masih belom tersentuh bantuan dari pemerintah daerah/pusat krn akses jalan lumpuh total
penyintas di manggarai timur mengaku butuh makanan, tempat tidur, vitamin & susu
sedangkan di wilayah sikka mengaku blom makan krn bantuan belum masuk
semoga akses jalan segera dibenahi dan bantuan bisa disalurkan 🙏
Selamat 81 tahun, Indonesia. Semoga panjang umur walau manusia didalamnya kian tercekik, kian binasa. Semoga sehat selalu walau tubuhmu digerogoti ribuan penjabat yang mengaku berdaulat. Semoga segera merdeka, walau katanya sudah terjadi sejak 1945.
demi Allah mau nangis bgt liatnya... di ntt loh td pagi masi gempa, warga evakuasi sendiri, ada daerah yg satu dokter nanganin hampir 200 org sendiri, blm lg pada hrs tidur di luar dgn suhu saat ini yg bisa smp belasan derajat... terus pemerintahnya malah BUANG2 DUIT BEGINI???
Kalau rakyat salah data sekali, kita sebut human error; kalau mahasiswa salah angka, dosen menyuruh revisi; kalau wartawan salah kutip, editor bisa mengoreksi atau mencabut berita. Tapi kalau presiden berkali-kali menyampaikan data dan informasi keliru, pertanyaannya, siapa yang memberi briefing, siapa yang memasukkan data, siapa yang memverifikasi, dan, yang paling penting, siapa yang harusnya bilang kepada presiden, “Pak, itu salah”? Atau jangan-jangan masalahnya bukan sekadar presiden salah baca data, melainkan seluruh sistem di sekelilingnya terlalu takut, terlalu malas, atau terlalu tidak kompeten untuk mengoreksi? Presiden memang manusia dan bisa salah, apalagi dia sudah sepuh, tetapi kalau kesalahan faktual berulang kali lolos sampai ke publik, yang perlu dipertanyakan bukan cuma angka yang salah, melainkan kualitas sistem informasi dan mekanisme koreksi di lingkaran kekuasaan.
Dirgahayu Indonesiaku. Semoga lekas keluar dari kerak neraka. / Not actually a proper writing, I just need to get this anger off my chest. Sorry, I’m bad at writing in Bahasa I know.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah klaim keberhasilan dalam pidato kenegaraan belum lama ini.
Ia mengklaim pemerintah telah merevitalisasi 71.744 sekolah—kanon perbaikan terbesar dalam sejarah Indonesia, menciptakan jutaan lapangan kerja, hingga meningkatkan pendapatan pengemudi ojek online.
Program unggulan Prabowo, seperti makan bergizi gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, juga diklaim telah memberikan manfaat bagi orang banyak.
Tapi data di lapangan menunjukkan angka berbeda. Kok bisa?
Berkala pagi membahasnya di https://t.co/MR22quvEVO
#TempoPlus
bgst bgst lu semua ya, ada banyak orang yg butuh bantuan & krn lu semua ga becus ngurusin negara, semua terbengkalai ga ada tuh yg lu urus kecuali perut lu dan kroco2 lu, azab neraka paling pedih pun tdk cukup buat lu @.prabowo dan antek2nya.
bs gksih org2 stop mengasumsikan cewe dan cowo yg keliatan sering berdua itu=pacaran?? get a life bruh, org bisa temenan and have a platonic relationship dawg, deket dikit pacaran, berdua dikit pacaran anjj