Bagi gue, setiap orang punya porsinya masing-masing untuk mengkritisi pemerintah.
Ada yang turun ke JALAN. Ada yang bersuara lewat MEDIA SOSIAL. Ada yang cukup berbisik dari TELINGA ke TELINGA lain.
Semua itu sah.
Dan ya, semua ada konsekuensinya.
Demo? Bisa diculik.
Kritis di medsos? Bisa dijerat UU ITE.
Bisik-bisik dari telinga ke telinga lain? Bisa dijauhi teman sendiri, hanya karena beda pilihan.
Gak ada yg gratis. Tapi diam pun punya harga mahalnya.
Harga diam adalah membiarkan ini terus terjadi:
→ Rupiah makin lemah
→ PHK massal di mana-mana
→ Harga kebutuhan terus naik
→ APBN dihamburkan untuk MBG dan Kopdes Merah Putih
→Bayarin pejabat keliling dunia.
Pilih porsimu.
Tanggung konsekuensinya.
Cc:@triwul82
Gue heran deh kok masih aja ada orang yang bilang “Pertamax naik ga masalah, kan yang pake juga orang2 mampu”
Entah mereka buzzer atau emang tolol alami.
Yang jadi masalah itu EFEK DOMINO-nya, bukan cuma perkara harga naik 3ribu.
Ini efek domino yang akan terjadi dari kenaikan per hari ini:
1. Migrasi massal ke BBM lebih murah. Harga Pertamax naik → orang yang biasa pakai yang “premium” (kelas menengah atas) langsung switch ke Pertalite yang lebih murah. Hasilnya: permintaan Pertalite meledak. Padahal Pertalite kan kuotanya terbatas (subsidi), jadi stok di SPBU cepet habis.
2. Pertalite langka + antrean panjang. Antre Pertalite di SPBU jadi tambah rame. Yang gak mau antri berjam-jam atau gak kebagian akhirnya terpaksa isi Pertamax (yang lebih mahal).
3. Biaya logistik & transportasi naik Truk, angkot, ojek online, pengiriman barang semua naik ongkosnya (meski mereka pakai solar/ Pertalite, tapi efek rantai supply-nya ikut naik karena driver dan perusahaan logistik juga kena imbas). Akhirnya harga barang di pasar naik semua.
4. Inflasi & harga sembako naik Efek dari nomor 3: dari meja makan sampai warung kecil. Harga beras, sayur, mie instan, bahkan jasa ojek naik. UMKM yang paling kena getahnya. Modal produksi naik, daya beli masyarakat turun, penjualan melambat.
5. Black market & penyelundupan Pertalite yang langka sering muncul di pedagang eceran dengan harga lebih mahal (kadang sama mahalnya Pertamax). Subsidi yang seharusnya buat rakyat kecil malah bocor.
6. Beban subsidi pemerintah membengkak. Demand Pertalite naik drastis → pemerintah/Pertamina harus nambah pasokan subsidi. Kalau gak diatur, APBN makin tekor, bisa-bisa akhirnya Pertalite juga naik atau dibatasi lebih ketat (misalnya pakai MyPertamina, plat nomor ganjil-genap, dll).
7. Efek jangka panjang ke ekonomi & masyarakat
- Driver ojol & angkot kurangi shift → pendapatan turun.
- Petani & nelayan (yang pakai solar/Pertalite) ongkos produksi naik → harga pangan naik lagi.
- Inflasi umum naik → Bank Indonesia mungkin naikin suku bunga → pinjaman mahal → investasi melambat.
Intinya, yang tadinya “cuma naik buat orang berduit” malah bikin semua orang kena getahnya lewat rantai yang panjang.
Mengkiritisi kebijakan-kebijakan pemerintah, itu bukan bentuk memusuhi. Malah bentuk kepedulian masyarakat sebagai warga negara.
Itu memang kewajiban masyarakat sebagai bagian dari negara ini.
Memastikan program kerja dan kebijakan yang dibuat, benar-benar berguna dan berjalan dengan baik.
Masyarakat yang mengkritisi, itu tanda mereka peduli pada kemajuan bangsa ini.
Kalau semua sudah berjalan dengan baik, pasti dengan sendirinya kritik-kritik itu akan berkurang juga.