You'll regret it if you get married, you'll regret it if you don't get married. You'll regret it if you have kids and you'll regret it if you don't. Kierkegaard said this 200 years ago as follows - whatever you choose, you'll regret it, because the problem isn't in your choices, it's in romanticizing your life. A person always finds an untravelled path alluring and mysterious. That's why the issue isn't making the right choice. It's choosing and deciding which regret you'll live with. In life, we must choose our regret.
Jika dulu para buruh berpikir begini, maka kita tidak akan punya:
1. THR
2. Standarisasi delapan jam kerja
3. Jaminan kesehatan dan sosial.
Buruh-buruh itu pusing kok mikirin hidup saat itu, tapi mereka juga memusingkan diri dengan memikirkan generasi setelah mereka.
“I was in a world where anger, rage, and violence was a way to control the environment, and it was a way to control the environment for people who had no control of their lives. A lot of them were hurt and wounded…”
Gw ceritain latar belakang scr runtut, ya.
Ini semua bermula dari laporan temuan 'silpa' di Puskesmas. Ketika lo agregasi 10.300 Puskesmas angkanya bakal gede, lah.
Silpa dari mana? Dari dana JKN..
aku nak crash out so bad rn sebab it's so freaking hot, the air quality index is getting worse and this is not even our fault! bangang punya presiden takda otak
Sembilan bulan pasca-bencana banjir Sumatra, Aceh belum pulih.
Persoalan pemulihan pasca-bencana di Aceh Tamiang bukan semata-mata soal cepat atau lambatnya pembangunan hunian. Yang lebih mendasar adalah bagaimana penyintas ditempatkan dalam seluruh proses itu.
Penyintas bencana terlalu sering diposisikan sebagai penerima program, bukan sebagai orang yang diajak menentukan seperti apa pemulihan yang mereka butuhkan.
Minimnya pelibatan masyarakat dalam penyusunan program rehabilitasi membuat pemulihan lebih banyak menjawab apa yang dianggap penting oleh pemerintah daripada apa yang benar-benar dibutuhkan penyintas.
Baca kisah mereka selengkapnya di https://t.co/KCkspDeJoi
#RezimGagapDarurat #Aceh #Sumatra #Bencana #YaAkuBakalDibaca
Mamdani himself is an outlier among common New Yorkers (a Muslim immigrant) so our own Mamdani would be a queer nonmuslim coming from a marginalized region but not everyone is ready for that conversation.
Dulu: "Kok, bisa dikasi Musa Samiri & Musailamah al-każab gt pada percaya?"
Dewasa ini: "Oalah, ternyata modal podcast & livestream aja cukup buat buat jadi nabi baru."
“bukan saya takut, bukan saya nurut kepada anda, tapi bagi saya teman-teman saya lebih berharga. karna saya tau BAGI ANDA NYAWA TEMAN-TEMAN SAYA TIDAK ADA ARTINYA”
FATHIMAH AZZAHRA OMG THE GIRL YOU ARE 😭🤍
Plis ingat selalu bahwa pemimpin negara tidak datang sekalipun ke lokasi bencana besar itu gak wajar ya. Sama sekali gak wajar.
Takut bgt kt lama2 jd menormalisasi hal-hal yg gak seharusnya 🥲
Demo should be inconvenient. Kita demo di jalan untuk merebut mic, karena kita nggak punya kesempatan buat ngopi-ngopi diskusi di gelora Senayan dengan pejabat.