Sungguh mengherankan. Orang-orang cerdas yang berdebat tentang ilmu, eh orang-orang bodohnya sok tau ikut nimbrung. Bukannya belajar dulu makna ilmunya, malah nyolot ke orang yang telah berilmu.
Reminder to me.
Sebenarnya banyak perut manusia sekarang sudah kenyang. Tapi mereka terlalu memikirkan cicit yang bahkan tak akan dia temui 1 abad kemudian. Konsumsi meningkat bukan dasar keadilan, tapi karena keserakahan. Mereka bukan kurang SDM, melainkan kurang merayakan kebersamaan.
Ternyata profesi bisa sangat membanggakan dalam arti pengabdian. Tapi di zaman ini profesi sangat dibanggakan dalam arti kekuasaan. Jauh sekali perbaikan moral yang harus dicapai. Mungkin karena hidup yang sebentar, mereka menjadi terlalu terburu-buru.
Dahulu laporan kinerja diperlakukan sebagai langkah evaluasi yang akan memperbaiki masa depan. Sekarang, laporan kinerja lebih kepada rutinitas dan pencitraan saja, bahwa terdapat proses kerja disitu, sehingga apresiasi telah memiliki tempat yang salah.
ASN.
Penjarahan bukan solusi. Tapi apakah mereka mengerti? Pasti tidak. Ini akibat perut yang kosong, ditambah lagi dicekik oleh pajak. Pendidikannya juga dihancurkan sebelumnya. Kriminalitas adalah bukti bahwa pendidikan dan kesejahteraan yang buruk serta adanya disinformasi.
Kesalahan berpikir dari orang-orang bodoh adalah menganggap suatu amanah sebagai sebuah prestasi. Orang-orang cerdas pandai meletakkan satu kondisi pada kebermanfaatan, bukan pada kebanggaan. Bahagia itu menguatkan hati, melemahkan pikiran.
Satu kritik.
Informasi tentang ancaman memang ada pada eksternal, tapi informasi tentang kehancuran ada pada internal. Jangan lah terlalu banyak berjalan-jalan keluar negeri dengan dalih "belajar" karena sebenarnya ilmunya sudah ada pada tubuh sendiri (negeri sendiri).
Orang-orang berkata susah untuk melakukan cara-cara islami. Padahal sekalipun mereka belum mencobanya. Cobalah sekali saja, kemudian rasakan kedamaiannya. Aku rasa mereka akan merasa nyaman.
Utang bagi pemerintah adalah alat. Bagi pemerintah yang nasionalis, adalah alat pengungkit pertumbuhan. Bagi pemerintah yang korup, adalah alat penyedia uang.
Proyek bisa diciptakan. Adapun tanggung jawabnya, dikumpulin untuk dibuatkan tumbal.
Salah satu kemunduran dipertontonkan oleh negara, melalui kepala negaranya, yg telah mengabaikan amanat konstitusional. Sayang sekali orang pintar itu hanya memperhatikan perut mereka, tidak dgn kewarasan mereka.
Hidup Penjajah!
Swasembada pangan dan Swasembada energi apakah bisa berjalan selaras? Satunya meningkatkan daya hidup makhluk hidup, sedangkan satunya merusak daya hidup makhluk hidup.
Saat banyak keributan, suara yang kecil tidak terdengar. Suara yang kecil justru terdengar saat hening.
Ketika di dalam hatimu menjadi berisik karena ledakan emosi, saat itulah kamu harus mendengarnya. Jangan ikut berisik bersamanya.
Banyak yang mengira turunnya moral didasarkan hanya pada turunnya sistem pendidikan. Ternyata lingkungan juga sama besar pengaruhnya. Contohnya yaitu pembiaran terhadap tempat-tempat amoral atas dasar Hak Manusia.
Hak manusia sendiri tercipta dari penghormatan atas moral. Kacau
Ketika memasak, jangan buka pintunya, nanti baunya tercium keluar. Tapi keadaan di dalam sudah sesak, gak mungkin pintunya gak dibuka. Semakin banyak orang tau, semakin sedikit kuenya terbagi. Tapi gak mungkin juga chefnya dapat bagian yang sedikit.
Kemarin lombanya seru ya. Ada lomba jadi pemimpin, ada lomba jadi juru bicara, ada juga lomba jadi pejabat lainnya.
Kaya sekali negeriku mau adakan lomba lagi. Kurangnya satu, aturannya gak konsisten. Mungkin untuk tingkatin kreativitas pesertanya supaya gak monoton.
Namun seperti biasa, sang pemimpi tak pernah punya jalan yang mulus. Dia pasti dibatasi oleh cintanya. Dengan cinta dia bisa bercerita tentang petualangannya yang luar biasa dan membanggakannya. Pada akhirnya dia menerima cinta itu dan tak pernah bermimpi lagi.
Tetaplah fokus dengan impianmu. Karena mereka yang kalah hanya bersembunyi di belakang kata "realita". Realita yang sebenarnya adalah pembelajaran, bukan kenyataan. Kenyataan itu diciptakan dari konsistensi pada impian.
Jangan mengukur 'amal dari besar kecil hal yang kita lakukan. Tapi fahamkan hati, soal ridha siapa yang hendak kita raih dengan 'amal itu. Dialah Maha Raja Penggenggam Alam Semesta yang sanggup membalas kebaikan sekecil apapun dengan tak berhingga.
Ketika suatu produk di dalam pasar telah membentuk fungsi standarnya, maka selera konsumenlah yang akan bertarung selanjutnya. Disitulah nepotisme muncul. Tapi trust sudah terlebih dahulu muncul dan itu hanya untuk orang terdekat. Kenapa ? Karena terlalu banyak apresiasi.