Giorgia Meloni mengunjungi sebuah desa yang sangat miskin di Basilicata dan bertanya kepada wali kota apa tiga prioritas untuk memajukan daerah tersebut.
«Yang pertama adalah rumah sakit: ada, tapi kekurangan dokter».
Dia mengeluarkan ponselnya, berbicara selama dua menit, lalu mengumumkan:
«Selesai. Dalam seminggu dokter-dokter itu akan datang».
«Yang kedua adalah air: ada, tapi sebuah tambang di hulu telah mencemari air tanah».
Dia kembali mengambil ponselnya, mengucapkan dua kata lagi, dan berkata:
«Selesai. Dalam sebulan air tanah akan dibersihkan dan pemiliknya akan mengganti rugi penduduk».
«Dan yang ketiga?» tanyanya.
«Yang ketiga adalah ponsel» jawab wali kota.
«Di sini sinyalnya nol besar».
Dua hari ini saya habiskan untuk menganalisis 25 tahun data pasar keuangan Indonesia.
Pertanyaannya simpel: Mana yang duluan jatuh, IHSG atau Rupiah?
Jawabannya menarik
OpenAI Codex kini bisa dijalankan GRATIS di komputer sendiri lewat Ollama.
Tanpa biaya API. Tanpa batas penggunaan. Data tetap privat di perangkatmu.
Sekarang Codex App dan Codex CLI bisa dipadukan dengan model open-source seperti DeepSeek V4, Gemma 4, dan Qwen 3.6 untuk membantu coding langsung dari mesin lokal.
Berikut cara setup-nya dalam hitungan menit🔥
Kalau kalian programmer, update ini bisa menghemat biaya AI-mu sampai nol rupiah loh!!
Jensen Huang baru aja nunjukin device kecil seharga $249 yang bisa bikin banyak orang mikir dua kali buat bayar langganan OpenAI $200/bulan 👀
Videonya udah tembus 217 ribu likes.
Namanya Jetson Orin Nano Super.
Ukurannya lebih kecil dari dompet, cuma makan daya 25W, tapi punya tenaga sampai 67 TOPS.
Buat jalanin Llama 3, Mistral, Gemma, sampai DeepSeek langsung di device sendiri juga kuat.
Nggak perlu API fee, dan data tetap aman karena nggak keluar dari rumah.
Cuma sebesar dompet, tapi cukup kuat buat jadi AI server pribadi, Gimana menurut kalian?
Sambil pelan-pelan nyicil tulisan dan konten soal produksi video dan gimana pake AI buat maksimalin bikin konten, saya mau spill satu akun YouTube yang sering saya tonton.
Tips Kallaway menarik, dan beberapa sudah saya terapkan di vt dan reels. Penyampaiannya agak dalam, kudu ditonton sampe habis. Konsep yang dia sampaikan juga rada dalam, kadang butuh ditonton beberapa kali biar paham.
Tapi, kalau sudah ngerti, ini bermanfaat banget. Nggak cuma buat bikin video, buat bikin post di X atau thread atau di media lain pun efektif.
Buruan subskrip.
🚨 Anthropic just showed a 27-minute workshop on how to actually do prompts for Claude.
Taught by the people who built it.
Free. No registration. No paywall.
I've seen $300 courses that don't cover what they teach in the first 8 minutes.
Watch it and bookmark it now.
jalanin deepseek v4 di dalam claude code setup yang sama. costnya 35x lebih murah dari opus.
caranya via proxy repo yang intercept claude API call dan reroute ke deepseek tanpa rebuild workflow apapun. ngga ada yang berubah dari sisi lu, kecuali tagihannya.
angkanya konkret: deepseek v4 flash: $0.14 per 1M input token claude opus: $5 per 1M input token
cara setup:
1. buat akun di https://t.co/n17ritMaRq, top up $2-5
2. clone repo "deepclaude" di github
3. minta claude code install dan connect ke api key lu dia yang handle sisanya
4. buat 2 run script, done
setelah itu jalanin 3 terminal sekaligus:
- deepseek → backend, script, automation, unit test
- claude → frontend, design, semua yang user liat
- codex (gratis via chatgpt plus) → final review sebelum ship
quality untuk backend work? hampir ngga ada bedanya. cost? beda jauh.
opus tetap worth it buat kerjaan yang butuh judgment tinggi. tapi buat yang jalan di balik layar, ngga perlu bayar segitu.
Nemu tool bagus bangeet, bisa buat mantau semua AI Coding Limits cuman di satu tempat hahaha.
Asik bangeet, jadi gaperlu pusing bolak-balik nge-cek usage Cursor, Claude, dll di tempat yang beda-beda hahaha.
Cobain gaisss
🚨 One single terminal command unlocks ALL of the web.
Install the new @Tiny_Fish CLI + Skill and watch Claude Code autonomously search, fetch, and navigate the entire web 🤯
Finally, you can let your agents browse perfectly without EVER holding their hands 👀
CLAUDE KELUARIN FITUR BARU BIAR LU GA GAMPANG KENA LIMIT!!
Pasti kalian semua keluhannya kalau beli Claude itu limit kan wkwkwkkw, termasuk gua juga ngeluhin begitu.
Nah, kali ini ada fitur baru yang dirilis sama Claude, dimana kalian bisa minta task dilakuin sama Sonnet / Haiku, tapi nantinya tetep akan ada peran Opus sebagai Advisor/Penasehat.
Buat yang mungkin belum tahu, model Claude itu ada 3 :
1. Haiku
Haiku ini bisa digunain untuk tugas sangat ringan, model Claude yang paling bawah kelasnya
2. Sonnet
Nah kalau Sonnet ini cocok untuk tugas sehari-hari, dan jadi model terbaik di Claude untuk kalian yang Claude nya free
3. Opus
Kalau mau pake Opus, lu harus join Claude Pro dulu, sebulan yang paling murah itu $20. Nah kalau Opus ini model yang terbaik, tapi ini yang bikin token lu cepet abis.
Dengan fitur baru ini, Sonnet yang ngejalanin tugas lu, tapi dia minta Opus buat jadi penasihatnya. Ini diklaim outputnya 2% lebih bagus dari output Sonnet biasa, tapi bisa hemat token lu berkali-kali lipat daripada lu pake Opus.
Ini masih beta dan udah live di Claude, bisa kalian cobain dan semoga gak kena limit terus ya WKKWKW
Claude code full step-by-step guide
The video is 4 hours long and covers all the nuances of working with Claude
> how to build your own project using Claude
> how to use the CLAUDE.md file as the "brain" of your project
> how to run multiple instances of Claude Code and make them work for you
> how to use Git worktrees to do hours of work in minutes
Here is your path to becoming a developer
Bookmarked it so you don't lose it
[ANALISIS KRITIS] Hegemoni Lembaga Survei: Ketika Tukang Hitung Suara Sok Tahu Geopolitik
Baru-baru ini, koalisi lembaga survei "raksasa"—LSI, Indikator, dan SMRC—merilis temuan tentang "Legitimasi Publik atas Perang Amerika-Israel dengan Iran". Lucu sebenarnya melihat lembaga yang biasanya sibuk mengurusi elektabilitas bupati tiba-tiba memakai jubah pakar hubungan internasional.
Hasilnya? Sebuah kekacauan metodologis dan intelektual yang dibungkus dengan angka-angka statistik. Berikut adalah catatan kritis saya terhadap arogansi lembaga-lembaga ini.
1. Metodologi yang Elitis dan Malas
Mereka mengklaim hasil ini mewakili "Publik Indonesia", padahal hanya menyasar pemilik telepon seluler (sekitar 80% populasi). Artinya, 20% rakyat kita—mereka yang paling rentan, tinggal di pelosok, dan tidak punya akses teknologi—dianggap tidak ada. Suara mereka disingkirkan dengan dalih "kurang terpapar berita". Ini adalah bentuk sampling bias yang sangat nyata. Sejak kapan hak berpendapat tentang nasib bangsa dibatasi oleh kepemilikan smartphone?
2. Framing Pertanyaan yang Tendensius
Survei ini tidak memotret opini, tapi sedang melakukan push-poll. Lihat saja instrumen kuesionernya. Responden disuguhi premis negatif seperti "Iran mengancam Israel dengan nuklir" atau "rezim Iran membunuh rakyatnya" sebelum ditanya setuju atau tidak dengan serangan militer. Ini bukan survei ilmiah, ini adalah penggiringan opini yang sangat amatir untuk melegitimasi narasi tertentu.
3. Dangkal secara Teoretis (Sok Akademis)Sangat menggelitik melihat laporan ini mencatut nama besar seperti Morgenthau atau Huntington hanya untuk menjustifikasi kuesioner yang dangkal. Menyimpulkan seseorang sebagai "Realis" hanya dari satu pertanyaan tentang "memusnahkan negara lain" adalah penghinaan terhadap disiplin ilmu Hubungan Internasional. Geopolitik itu soal konstelasi kepentingan dan kedaulatan, bukan sekadar angka "Setuju" atau "Tidak Setuju" di atas kertas survei pilkada.
4. Intervensi Terhadap Diplomasi Negara
Paling lancang adalah ketika lembaga-lembaga ini mencoba mendikte kebijakan luar negeri Presiden Prabowo. Dengan angka "Skor Legitimasi 37.2", mereka seolah ingin mengatakan bahwa langkah pemerintah bergabung dalam Board of Peace (BoP) adalah salah. Sejak kapan urusan diplomasi luar negeri yang strategis dan rahasia harus tunduk pada hasil telepon acak yang dilakukan oleh lembaga survei?
Kesimpulan
Lembaga-lembaga ini sebaiknya kembali ke keahlian mereka: bersabar tunggu Pemilu untuk ambil proyek menghitung cepat suara di TPS.
Jangan mencoba mengintervensi kedaulatan politik luar negeri kita dengan data yang bias dan interpretasi teori yang dipaksakan.
Nama besar di proyek tidak bisa dipakai untuk jadi corong propaganda luar negeri.
Jakarta, 3 April 2026
E. T. Hadi Saputra
@prabowo@aniesbaswedan
#Geopolitik #LSI #Indikator #SMRC #KritikSurvei #PolitikLuarNegeri #Prabowo #Indonesia #Diplomasi
Banyak yang nanya, "gimana lo tau sektor mana yang lagi bagus buat trading?"
Gua selalu analisis makro dulu dan gua cari korelasi-korelasinya ke sektor apa yang kira-kira bakal manggung. Tapi penilaian ini subjective.
Di tools yang gua buat, gua pake Relative Rotation Graph (RRG).
Ada 2 axis:
→ X (Strength): seberapa kuat sektor itu vs IHSG
→ Y (Momentum): apakah strength-nya lagi naik atau turun
Kondisi sekarang (Dec 29 '25 → Mar 31 '26):
• Leading:
IDXENERGY, IDXINDUST, IDXHEALTH
• Improving:
IDXTECHNO, IDXINFRA, IDXPROPERT
• Weakening:
IDXNONCYC, IDXFINANCE, IDXBASIC, IDXTRANS
• Lagging:
IDXCYCLIC
Yang paling menarik?
Sebenernya IDXTECHNO sama IDXPROPERT lagi nge-trail naik ke kuadran Improving showing early sign rotation mau masuk Leading.
Tapi for volume and liquidity reasons, gw cenderung untuk bermain di PTBA.
Why?
Karena sektor energy masih outperform + momentumnya kuat.
Akhirnya.. ada yg mengungkapkannya, padahal di ruang2 tertutup dan lab, ini pembicaraan dari 2023.
Baru saja membaca tentang CEO Anthropic, Dario Amodei, menulis esai yg cukup jujur dan berani.
Ia mengakui bahwa kita sebenarnya tdk tahu bgmn AI generatif bekerja.
Bkn seperti perangkat lunak biasa yg kita rancang dgn aturan jelas dan logika langkah demi langkah. AI sekarang dibangun dgn cara yg berbeda.. kita hanya memberi makan data dlm jumlah sgt besar, lalu struktur dan “kecerdasan” muncul dgn sendirinya.
Hasilnya mesin bisa mengambil keputusan yg bahkan penciptanya pun tdk bisa menjelaskan knp memilih kata itu, bkn kata yg lain.
Ini pertama kalinya dlm sejarah teknologi manusia muncul kecerdasan yg benar2 berada di luar desain kita.
Ia sendiri menyebutnya sbg sesuatu yg belum pernah terjadi sebelumnya. Ia bahkan mengusulkan perlunya semacam “MRI untuk AI”.. alat yg bisa kita gunakan untuk melihat ke dlm “otak” mesin ini sebelum kekuatannya menjadi terlalu besar untuk dikendalikan.
Bagi saya sih ini mengingatkan pada salah 1 pertanyaan mendasar dlm fisika dan kosmologi: bgmn sesuatu yg kompleks dan bermakna bisa muncul dari sesuatu yg sederhana dan acak?
Apakah kita sdg menyaksikan bentuk baru dari “emergence” yg mirip dgn bgmn kehidupan atau kesadaran muncul dari partikel2 fisika?
Yg jelas sih pengakuan ini bkn sekadar catatan teknis, tapi ajakan untuk berpikir lebih serius: apakah kita siap dgn teknologi yg semakin canggih, padahal kita sendiri belum sepenuhnya memahami cara kerjanya?
Kamu merasa tenang krn AI tetap “hanya alat”?
Atau justru khawatir krn kita sdg membuka kotak yg isinya belum kita pahami sepenuhnya? 🤔🤔
So cool!!
I'm running @nvidia's NemoClaw with Qwen3.5-27B entirely locally via Telegram. No API costs, no data being sent to anyone
NemoClaw is a security sandbox built on top of @openclaw that lets you restrict the files and networks your lobster can access.
I'm running the 4-bit GGUF via llama cpp on a DGX Spark. It's running pretty smoothly at 9 tokens per second!
The future might be local :)
Yes bener, jaringannya lebih kecil.
Setelah 6 tahun membangun jaringan sensor kualitas udara Nafas, kami harus mengambil keputusan yang sangat berat.
Kami harus mengecilkan jaringan kami.
Bukan karena datanya tidak penting. Tapi karena pendanaan untuk jaringan ini tidak cukup. Kami sudah berusaha keras. Cari funding, cari sponsor, cari cara supaya jaringan ini bisa terus jalan. Tapi kenyataannya, membangun infrastruktur publik seperti ini butuh dukungan yang jauh lebih besar dari yang bisa kami tanggung sendiri.
Karena itu, kami mengubah jaringan sensor Nafas menjadi sebuah Yayasan - @yayasannafas . Artinya jaringan ini sekarang milik publik. Dan kalian bisa ikut menjaganya.
Ada 3 cara kalian bisa bantu:
1. Donasi langsung lewat Kitabisa (link di tweet berikutnya)
2. Sponsori satu sensor. Bisa patungan bareng komunitas kalian.
3. Ajak perusahaan kalian untuk sponsori kampanye kualitas udara.
Kalau kalian tertarik sponsori sensor atau kampanye, DM saya langsung - bisa disetup untuk sensor2 tertentu.
Kami sudah kasih yang terbaik selama 6 tahun ini. Sekarang kami butuh bantuan keluarga digital kami.
Kalau kalian nggak bisa donasi, bantu share ke orang yang mungkin bisa.
Itu sudah sangat berarti. 🙏
Introducing Blink Claw - the first platform to hire unlimited AI employees that run your business 24/7.
180+ AI models included. Gmail, Slack, LinkedIn, HubSpot - one-click connect. No API keys, no $600 Mac Mini.
Reply "Claw" + RT. Your first agent is on us. ($50 - 200 creds)