Kalian udah denger belum...
Sepanjang pekan lalu beredar kabar cukup kuat bahwa Presiden Akatsuki (Pein) akan merombak posisi bendahara Keuangan.
Kakuzu, bendahara Akatsuki, dikabarkan akan digeser jadi Gub Bank Akatsuki, sementara posisi Menkeu akan diisi orang baru.
Pein bahkan memanggil tiga nama untuk dilakukan wawancara, yaitu
R.R (Rocket Rockers),
B.G.S (Bugun Blues Shelter), dan C.B. (Ciro imoBile).
Kabar ini sempat bikin pasar bereaksi positif, yen Jepang menguat dan AHSG naik cukup signifikan karena dianggap ada sinyal perubahan arah kebijakan ekonomi.
Namun hingga akhir pekan, kabar tersebut menguap begitu saja tanpa ada pengumuman resmi dari markas Akatsuki.
Tidak ada pernyataan bahwa reshuffle dibatalkan, juga tidak ada klarifikasi kenapa akhirnya tidak jadi.
Dari berbagai sumber yang ada, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan pembatalannya.
.... Yang muncul hanya spekulasi bahwa Pein mungkin mempertimbangkan kembali setelah melihat reaksi pasar, atau ada pertimbangan internal terkait kesiapan kandidat dan stabilitas organisasi saat ini.
Hingga kini,
Kakuzu tetap menjabat sebagai Bendahara Keuangan.
Menurut analisis Tribun Konoha dalam edisi terbarunya, sebenarnya pergantian Bendahara Keuangan pun belum tentu akan menyelesaikan masalah ekonomi yang sedang dihadapi.
Tribun Konoha menilai bahwa persoalan utamanya bukan terletak pada sosok menterinya, melainkan pada kehendak politik Presiden Akatsuki (Pein) yang tetap memaksakan berbagai proyek prioritas yang dianggap boros dan kurang memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Selama Pein tidak mau menghentikan atau mengevaluasi pemborosan anggaran tersebut, maka siapa pun yang menjadi Menteri Keuangan, termasuk Kakuzu sekalipun, akan tetap menghadapi tekanan yang sama.
Sampai saat ini,
belum ada tanda-tanda bahwa rencana pergantian itu akan dihidupkan kembali dalam waktu dekat.
Ratusan ribu guru yang digaji tidak layak karena fiskal daerah menipis akibat efisiensi demi MBG, serta 37 ribu orang yang keracunan tidak ada harganya bagi Ulil. Ditangkapnya Dadan Cs kepala BGN karena korupsi, serta melimpahnya data tentang masalah MBG hanya direduksi menjadi sikap Sinis.
Pembelaan Ulil terhadap kebijakan MBG dengan mereduksi setiap masalahnya sebagai akibat "kecepatan kebijakan Prabowo" membuktikan kata-kata Ulil dalam tulisan ini mendahului pikirannya. Saking cepatnya, sampai-sampai meninggalkan fakta dan kenyataan buruknya program MBG sebelum menyadarinya. Sehingga tulisan ini sangat bersih mengutip data.
Tulisan Ulil ini tidak punya rasa hormat kepada sesama manusia dan bangkrut secara intelektual.
ada yg kenal dengan wajah ini?
kenalin, bu hendri saparini.
ekonom ugm yang melanjutkan ke tsukuba.
jika ditanya soal MBG, bu hendri sudah merumuskan hal ini sejak 2007-2008 bersama prabowo.
pak sumitro orang banyumas. demikian juga bu hendri. ada garis kedaerahan yg sama.
namun konsep MBG bu hendri beda dengan Prabowo. Bu Hendri menyalin tempel konsep makan siang bagi siswa jepang, tempat dia sekolah dulu.
konsep otonom sekolah dan komite sekolah
menghindari adanya food waste berlebihan dan keracunan makanan. proses hidangan yang juga dibersihkan secara mandiri oleh siswa untuk membentuk karakter siswa. "dimulai dengan pilot project dulu ya mas", ujarnya
implementasi mbg prabowo berbeda dengan yang ia diskusikan bersama bu hendri saat baru saja mendirikan @Gerindra
bu hendri saat ini masih aktif di Core, tebet. lembaga thinktank yang mumpuni.
bu kenapa jarang nulis lagi?
"serba salah mas, kalau tulisan opini saya di media ada yang dipuji dengan policy, nanti dikira saya sedang nitip CV. kalau saya terlalu keras, nanti utusan Dasco datang lagi".
saya dan beliau akhirnya menikmati sushi, di sebuah kedai jepang yang berada tepat di atas kantornya.
nyam nyam nyam
Para ahli, para pengamat, para pemerhati, dari awal juga sudah menyampaikan jika MBG tetap ingin dilaksanakan, sebaiknya diimplementasikan secara bertahap, dengan pilot project dulu, dengan percontohan dulu di beberapa titik, lalu dievaluasi bertahap.
Orang biasa, orang awam, rakyat jelata, dari dulu juga sudah bilang jika MBG tetap ingin dijalankan, sebaiknya memberdayakan kantin sekolah yang ada, bisa kerjasama dengan koperasi sekolah atau orang tua. Agar UKM sekitar sekolah juga ikut terkena dampaknya.
Para guru, para pendidik, para cendikia, dari lama juga sudah protes MBG itu tertarget saja. Dananya sebagian bisa untuk memperbaiki kualitas pendidikan, untuk sarana dan infrastruktur sekolah, untuk kesejahteraan guru terutama guru honorer dan guru yang digaji ratusan ribu perbulan.
Pemerintahnya saja bebal, tidak mau mendengarkan, anti kritik, merasa paling benar, egois dan arogan.
Andai saja pemerintah mau mendengarkan, mungkin MBG tetap berjalan, kantin dan ekonomi sekitar sekolah terberdayakan, fasilitas sekolah terbantu, guru sejahtera, uang APBN tidak menguap begitu saja ke kantong para koruptor dan afiliasinya.
Andai saja...
Kalau kamu bingung gimana cara membawa diri di tempat kerja,
nih, kenalin CHOKY SITOHANG.
TOP GLOBAL NGOLAH
Dari 1 konten videonya aja, banyak pelajaran yang bisa kita catat.
1. 00:13 "Kita kan menyesuaikan jadwal abang"
Kalau ditanya kapan mampir, atau ketemuan dengan seseorang yang "mungkin" lebih tinggi pangkat, status sosial, atau at least kamu hormati, kamu bisa pake kata-kata ini.
2. 00:21 "Bang, saya izin laporan ke yang bersangkutan"
Ini dipake ketika ingin menyudahi percakapan atau small talk tapi dengan cara yang halus.
3. 00:27 "Assalamualaikum, shallom, namo budaya, salam kebajikan"
Konteksnya karena di dalam ada bebeberapa orang dengan berbeda keyakinan, jadi sekalian sapa dengan salam sesuai kepercayaan mereka.
4. 00:45 "Akhirnya kita kenal juga, bang Asep"
Orang itu bakal lebih senang kalau kita tau nama dia, even baru pertama kali jumpa. Bisa baca name tag seandainya kamu benar-benar have no idea siapa nama dia.
5. 01:04 "Kapolres mohon izin, terima kasih Panglima, terima kasih Kapolda"
Detail kecil tapi berarti, untuk kasi respect ke orang yang kamu hormati. Misal di kantor dibeliin pizza sama bos, nah kamu bisa pake ini. "Bos, makasih ya pizzanya. Izin saya ambil, ya."
Siap buat ngolah? 😅
hopeless dah gua dg negara ini anjing, tiap ada demo pola nya selalu gini. pagar DPR diberi lumpur oli, diberi kawat tinggi, dijaga ketat sama pasukan bersenjata, dikirim intel, dikirim provokator dari pihak pemerintah yg pura2 jadi mahasiswa. padahal yg diluar pagar lu itu @DPR_RI lagi memperjuangkan hak rakyat
katanya dewan perwakilan rakyat, tp lu nyewa aparat buat gebukan massa, nyulik massa, nyemprot massa make gas air mata yg anggarannya dari duit rakyat. biadab. ini baru dari 1 univ loh yg kena. besok ada berita apa lagi dari univ yg lain? we’re so doomed ya allah
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.
1998: Fahri Hamzah pimpin KAMMI, turun ke jalan lawan Orde Baru.
Tuntutannya: cabut dwifungsi ABRI, berantas KKN, tegakkan demokrasi.
2024: Fahri masuk Kabinet Prabowo jadi Wakil Menteri.
2026: Di depan kamera, Fahri bilang mahasiswa yang demo "salah paham."
Bilang Prabowo punya "niat baik."
Bilang sistemnya sudah baik.
Di malam yang sama, Feri Amsari mencatat: dari enam agenda reformasi yang dulu diperjuangkan , lima sudah rusak.
Multifungsi militer kembali.
Polisi masuk ruang sipil.
DPR bukan lagi penyeimbang eksekutif.
Fahri tidak membantah satu angka pun.
Dulu Fahri di jalanan, tuntut cabut dwifungsi ABRI.
Sekarang Fahri di kabinet , dan dwifungsi itu sedang kembali dalam wujud baru.
Yang berubah bukan situasinya.
Yang berubah adalah posisi duduknya.
Kalau niat baik cukup jadi alasan untuk tidak dikritik , kenapa dulu Fahri turun ke jalan?
Inisial AYS yang dimaksud dalam pemberitaan Kejaksaan Agung (Kejagung) tersebut adalah Asep Yusuf Somantri...
Ia ditetapkan sebagai tersangka ke empat dari pihak swasta dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG)...
Berikut adalah poin-poin penting mengenai peran dan keterlibatannya:
● Pihak Swasta / Orang Kepercayaan: Asep Yusuf Somantri merupakan pihak swasta yang diduga menjadi orang dekat atau orang kepercayaan dari mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya (yang sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka)...
● Modus / Peran Kasus: Asep diminta oleh Sony Sonjaya untuk mencari mitra pelaksana program MBG. Ia diduga diberikan akses secara melawan hukum untuk mengintervensi tim verifikator mitra, memanipulasi data titik-titik dapur (SPPG) yang kosong, serta mengatur pendaftaran calon mitra di portal BGN bahkan setelah portal resmi ditutup...
● Aliran Dana: Setelah melakukan pengaturan titik-titik SPPG tersebut, AYS diduga memberikan sejumlah uang kepada Sony Sonjaya...
Dengan ditetapkannya AYS, Kejagung total telah menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus tata kelola MBG ini, di mana tiga tersangka lainnya berasal dari mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN)...
Azril, Khariq, Yogi, Azhar hanya sedikit dari ribuan orang muda yang ditangkap paksa dan jadi korban kekerasan oleh aparat. Tapi di saat bersamaan bukannya reformasi TNI-Polisi yang warga dapatkan, justru mereka malah diberi hadiah berupa jabatan di pos-pos sipil 🙃
Jenderal (Purn.) Gatot Soebroto itu, sosok yang menyelamatkan karier militer @Soeharto (Presiden ke-2 RI).
Jadi,
akhir tahun 1950-an, Soeharto yang menjabat sebagai Pangdam Diponegoro hampir dipecat oleh Jenderal A.H. Nasution karena ketahuan terlibat dalam urusan bisnis/barter ilegal di Jawa Tengah.
yes... bakat maling sejak jaman aktif jadi tentara.
Gatot Soebroto yang saat itu menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) pasang badan.
Beliau membela Soeharto dengan argumen bahwa tindakan tersebut dilakukan demi kesejahteraan para prajurit yang saat itu gajinya sangat minim. . . ya fakta ini mmg benar, gaji ABRI saat itu ga akan cukup, untuk beli beras pun ga cukup.
di ujung cerita,
Soeharto "disekolahkan" ke Seskoad di Bandung berkat intervensi Gatot Soebroto.
begitulah dunia militer, tidak hitam putih... tapi loreng.
:)
Lahir sebagai anak orang kaya, hampir pasti ia besar di sekitar orang-orang yang selalu bilang "iya, Den".
Tumbuh besar di rumah seperti itu, kata "tidak" jadi sesuatu yang langka yang ia dengar dari mulut orang dewasa di sekelilingnya.
Saat ia tumbuh remaja, hidup di lingkungan militer yang "siap, nDan", apapun perintah atasan harus diterima dan dijalankan.
Di sana hierarki adalah segalanya, ya, dan membantah atasan sama saja menabrak tembok yang sudah pasti membuat kepala sendiri benjol.
Pernah menjadi menantu presiden, maka lingkungan di sekitarnya tak jauh berbeda: "monggo, Den".
Menjadi bagian dari keluarga orang paling berkuasa di negeri ini otomatis membuat siapa pun di dekatnya berpikir dua kali sebelum melontarkan sepatah kata sanggahan.
Ia lantas mendirikan partai, dan kita tahu lah ya bagaimana kader partai kerap diisi orang-orang yang "siap, Bapak!".
Sebuah partai yang ia dirikan sendiri tentu tumbuh seperti taman yang hanya menanam bunga penurut, sebab yang berani berduri biasanya lebih dulu dicabut.
Kemudian dia jadi presiden, orang nomor satu yang akan disorot semua orang.
Di kursi itu, lingkaran "iya, Den" yang dipupuk puluhan tahun mencapai bentuk paling sempurnanya, sebab kini menyenangkan dirinya nyaris jadi pekerjaan resmi banyak orang.
Jadi, orang yang tak pernah sekali pun menerima kritik, bantahan, dan sanggahan, ketika dikritik ia akan "nyenyenyenye" pada pengkritiknya, atau menyebutnya sebagai "tukang nyinyir".
Ibarat tanaman rumah kaca yang seumur hidup dijaga dari angin, sekali terkena embusan kecil saja ia langsung megap-megap seolah diterjang badai.
Tapi saya tidak bicara soal presiden kita, sih. Ini tentang orang lain. Presiden kita adalah pendengar yang baik.
I 🩷 Pak Prabowo~
🫰
Harga BBM Indonesia walaupun naik, masih SANGAT MURAH dibandingkan negara-negara ini.
Australia : Rp21.000
Kanada : Rp22.000
Jepang : Rp20.000
Singapura : Rp36.000
Jerman : Rp33.000
Belanda : Rp35.000
Italia : Rp32.000
Spanyol : Rp30.000
Indonesia : Rp14.000
Harga BBM di Indonesia masih relatif terjangkau. Ini berkat sinergi & komitmen pemerintah dalam memastikan BBM yang murah, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat
Begitulah kata buzerp.....
Tapi yang tidak di ungkap adalah gaji rakyat disana, nih awak luruskan biar gak makin prabodoh
Gaji rata-rata penduduk
1. Australia : Rp45 juta/bulan
2.143 liter/bulan
2. Kanada : Rp40 juta/bulan
1.818 liter/bulan
3. Jepang : Rp32 juta/bulan
1.600 liter/bulan
4. Singapura : Rp75 juta/bulan
2.083 liter/bulan
5. Jerman : Rp55 juta/bulan
1.666 liter/bulan
6. Belanda : Rp60 juta/bulan
1.714 liter/bulan
7. Italia : Rp35 juta/bulan
1.093 liter/bulan
8. Spanyol : Rp30 juta/bulan
1.000 liter/bulan
9. Indonesia : Rp3,1 juta/bulan
221 liter/bulan
10. Gaji honor nakes dan guru: 250k/bulan
17,8 liter /bulan
Dari sisi multiplier pun harusnya bakal lbh tinggi andai SPPG dibagi ke kantin-kantin sekolah dibanding ke pejabat dan politisi.
Karena kalo penjual di kantin sekolah yg jadi partner, pasti untungnya langsung dibelanjain. Ntah kuliahin anak, renov rumah, liburan, dll.
Sementara kalo pejabat yg pegang SPPG pasti untungnya ngga semuanya dibelanjain. Kemungkinan besar diinvest ke sektor non ril (saham, deposito, dll).
So, lebih banyak manfaatnya semisal kantin sekolah jadi mitra MBG atau SPPG.
Kok rasanya bener ya.
Sepakat dg omongan bang @satriohendri
Katanya melibatkan masy
Tp tdk pernah mendengarkan
Bahkan ketika sdh ada bukti menu yg buruk, keracunan di mana2..
Dianggap angin lalu..
Pemerintah bahkan mengecilkan kasus korupsi MBG..
Udh gitu menunjuk pengganti jg terkesan asal comot aja 😒
Klo lihat kondisi skrg
*Demo investor / Mitra SPPG
*Pemberhentian operasional dapur MBG di bbrp wilayah..
Fixed...ini program acakadul level dewa 🥱
Gue udah tonton video pidatonya full di HIPMI.
Jujur gw baru nyadar...
PRABOWO SAMA SEKALI GA SINGGUNG-SINGGUNG KENAIKAN PERTAMAX
Padahal kenaikannya tadi pagi loh..
Menurut gw pribadi, harusnya beliau menjelaskan mengapa pertamax dinaikkan berserta alasannya dan apa kompensasinya.
Ya, walau Pertamax non-subsidi, tetap saja kenaikannya akan berdampak pada masyarakat, khususnya kelas menengah.
Dan ya Allah, ga perlu lah ada 10+6 = 17
Nanti bisa muncul kesan kalau presiden terlihat kurang fit.
@direktoridosen Anda dosen tapi ga ngerti ekonomi & asbun. Jika anda berpikir DEN & ketuanya Luhut, wakilnya Mari Pangestu & anggotanya Chatib Basri tidak ada andil dlm krisis ekonomi Indonesia anda SALAH BESAR. Justru mereka itu permasalahannya jg Danantara @psjahrir ! 👇https://t.co/eN0TgkWwVg