Jokes lawas Idul Adha:
*ngomong ke orang berbadan gemuk
“Ngumpet begoo, ntr dipotong lo..”
Semua orang tau ini becandaan doang. Tapi ternyata ada satu orang yg nganggep ini serius, dia takut dan akhirnya pergi ke Perancis. 😔
SBY buruk, Jokowi buruk. Tapi mereka sama sekali gapernah ngomong kayak gini dalam forum resmi. Seorang presiden, pemimpin negara bicara dengan kapabilitas yang cuma seperti ini.
Orang-orang yang memilih dia karena kasihan atau karena apapun, kalian berdosa sekali untuk seluruh manusia di negeri ini. Bajingan kalian dan pilihan kalian. Bedebah.
Tapi ya ini kenyataan bahwa di sosial media, semua bisa bergulir kemana saja. Siapa yg perlu keadilan, siapa yang dirugikan, semua jadi hakim, dan begitu cepat semuanya terjadi, terhakimi sebagai “penjahat”.
Wow…
Gare-gare juri nda becus, ada 10 orang yg abis makan makian netizen. Ada institusi pendidikan dan guru yg bahkan nda dikasih ruang sama sekali untuk menjernihkan situasi…
10 orang itu, anak SMA juga tuh…
Adik-adik juga tuh…
Nda hancur tuh mentalnya :)
Gw tuh kurang nyaman sama orang yang dikit-dikit networking, dikit-dikit networking alias kalo ketemu orang harus ada dampak ke kerjaan/finansial.
Santai aja bro. Banyakin berteman, belajar ngobrol santai tanpa agenda.
Kerjaan akan datang kok ketika you emang punya skill yang mumpuni dan santuy bergaul.
Saya pernah diundang dosen saya untuk jadi perwakilan unsur mahasiswa pas tahap seleksi simulasi ngajar waktu departemen saya rekrutmen dosen. Ada 3 dosen dengan profil berikut:
-Peserta A: Lulusan S1 UGM dan pascasarjana di Taiwan
-Peserta B: Lulusan S1 di kampus yg 10 besar dan pascasarjana di Bangkok
-Peserta C: Lulusan S1 di kampus yg ga masuk 10 besar dan pascasarjana di kampus yg masuk 10 besar
Akhirnya ada momen yg membuat saya selalu yakin "kuliah di maana aja ga sama".
GUys ini sakit sih......
Lu pada ingat gak kemarin ada dua Dirjen Kemenkeu yang dicopot tanpa penjelasan resmi,
tanpa konferensi pers,
tanpa pernyataan apapun dari kementerian?
Semua pejabat Kemenkeu kompak bungkam.
Tidak ada yang mau menjelaskan kenapa.
Nah sekarang setelah konpers Purbaya mulai kelihatan gambarannya.
Dan ini jauh lebih dalam dari sekadar rotasi biasa.
Ternyata ada sabotase dari dalam.
Purbaya di konpers ini mengakui secara eksplisit ada informasi yang sengaja bocor dari internal Kemenkeu untuk merusak kepercayaan pasar.
Bocoran pertama:
kas pemerintah hanya cukup 3 minggu.
Bocoran kedua:
uang negara tinggal 120 triliun dan hampir habis.
Bocoran ketiga :
dan ini yang paling gila: ada yang dari internal bilang ke investor asing:
Jangan bawa Menteri Keuangan ini ke temu investor. Dia tidak bisa bahasa Inggris dan akan mengacaukan.
Itu dari internal, kata Purbaya secara langsung.
Bukan dari oposisi.
Bukan dari pengamat.
Dari dalam Kemenkeu sendiri.
Dampaknya nyata ke pasar.
Tiga informasi itu meskipun tidak akurat sudah terlanjur membentuk ekspektasi negatif di pasar.
Rupiah tertekan sebagian karena sentimen yang dibentuk oleh bocoran-bocoran itu.
Dan Purbaya harus terbang ke luar negeri,
ketemu investor satu per satu
menjelaskan bahwa kondisi fiskal kita tidak separah yang disebarkan.
Bule-bule itu bilang clear.
Investor-investor besar juga tidak menanyakan itu lagi.
Tapi kerusakan sentimen sudah terlanjur terjadi di dalam negeri.
Soal pencopotan dua Dirjen jawaban Purbaya sangat mengejutkan:
Ketika wartawan bertanya langsung apakah pencopotan itu ada hubungannya dengan bocoran-bocoran itu Purbaya menjawab:
Iya dan tidak. Ada sedikit.
Tapi ada yang lain-lain juga.
Ini adalah pengakuan implisit yang sangat jelas.
Ada sedikit hubungannya tapi bukan satu-satunya alasan.
Artinya ada akumulasi masalah yang akhirnya sampai di titik Purbaya memutuskan harus ada pergantian di level Dirjen.
Dan ada tiga masalah lain yang terungkap bersamaan:
Pertama
40 perusahaan asing tidak bayar pajak semestinya.
Mayoritas perusahaan China.
Under invoicing ekspor melaporkan nilai ekspor lebih kecil dari yang sebenarnya untuk memperkecil pajak dan bea keluar.
Dua sudah dikejar dan berjanji membayar.
Tapi 38 yang lain masih berjalan normal.
Tebakan mereka benar kita tidak akan berubah.
Dan yang lebih mengkhawatirkan Purbaya mengindikasikan ada kemungkinan oknum di Dirjen Pajak yang melindungi perusahaan-perusahaan itu:
Kalau dikasih ke orang pajak yang di situ aja sepertinya dilindungin juga kelihatannya.
Makanya rencananya membentuk tim khusus langsung di bawah Irjen atau Sekjen bukan Dirjen Pajak.
Kedua
dokumen pajak jalan tol dan pajak orang kaya yang Purbaya sendiri tidak tahu ada.
Wartawan tanya soal dokumen rencana pajak baru yang beredar pajak jalan tol, pajak orang kaya.
Jawaban Purbaya:
Pajak orang kaya saya baru dengar kemarin.
Pajak jalan tol sama, baru tahu kemarin."
Wartawan bilang dokumen itu ada tanda tangan elektronik Purbaya.
Oh, tanda tangan elektronik ada loh.
Kadang mereka bilang 'sudah aman Pak' saya tanda tangan."
Seorang Menteri Keuangan tidak tahu ada kebijakan yang beredar atas namanya karena terlalu percaya ke staf yang bilang "sudah aman."
Ketiga
sistem IT SPT pajak yang masih bermasalah.
Wajib pajak yang sudah mengisi SPT badan datanya bisa hilang begitu saja setelah server dimatikan 15 menit untuk maintenance.
Semua isian dari awal lagi.
Purbaya bilang sudah ada yang sengaja menghidupkan lagi akses yang sudah dimatikan:
Ada orang dalam yang ngidupin lagi gitu.
Gambar besarnya dan ini yang paling mengkhawatirkan:
Kemenkeu adalah kementerian yang secara eksternal paling dipercaya investor global saat ini. S&P bilang stable. IMF bilang bright spot.
Tapi di dalam:
Ada Dirjen yang diduga aktif sabotase kepercayaan pasar terhadap Menkeu-nya sendiri.
Ada 40 perusahaan asing yang tidak bayar pajak semestinya dengan indikasi ada yang melindungi dari dalam Dirjen Pajak.
Ada kebijakan yang ditandatangani Menteri tanpa Menteri benar-benar tahu isinya.
Ada sistem IT yang masih bisa disabotase dari dalam.
Dan Menkeu yang paling dipercaya investor global ini masih harus berperang melawan sistemnya sendiri dari dalam.
Kalau Kemenkeu saja masih seperti ini bayangkan kondisi di kementerian lain yang tidak mendapat sorotan sebesar ini.
sungguh sakit ini negeri kita
Akan melakoni sebuah peran pengganti yang emosional dalam dua tiga hari ke depan….
Semoga Bapak bisa lihat, ya Pak..
dandy belum sehebat Bapak, atau bahkan gak mungkin bs kayak bapak kepada kami, tapi dndy upayakan afif akan terus semangat di hari hari selanjutnya ini…
Pangeran Diponegoro adalah penggemar wine, Grand Constantia. Meski Islam mengharamkan alkohol, Diponegoro berdalih bahwa anggur itu adalah obat. Termasuk selingkuh dengan gadis pemijat keturunan Cina sebelum maju perang
Jaman makin modern, orang udah pada bisa joget sendiri dari tutor di Tiktok dll…
Bukti bahwa “yang tidak mampu menyesuaikan, akan semakin tertinggal..”
Kasian banget yah abang ini, besok udah lebaran
Makin ngemis makin gabakal diundang
Media kan gitu, kalo media ngundang ya nanti ada kesan media tunduk sama dia
Talkshow gak nyambung, diajak komedi gak lucu, apalagi jadi host/mc acara
Kesannya dia kaya orang yang tertinggal zaman, berusaha relevan di industri showbiz yang terus gerak dengan orang yang silih berganti
Orang yang lebih muda dan bisa "main" di media banyak berdatangan, sementara dia ya bertahan dengan joget dan ngemis-ngemis
Sedih dan miris sebenernya...
Baru bayar setelah viral ya itu mencuri dong bang gitaris. Seandainya owner ga posting video cctv, belum tentu juga kalian balik lagi bayar. Lagian kl kecewa banget ya batal beli aja, bkn masuk dapur trus ngamuk2 dan ga bayar. Yang gua ga nyangka, yg istrinya itu psikolog.
@kalistohenituse Heran juga sama org yg niat banget kepoin satu per satu ig dari org2 yg ada di circlenya Alm buat mastiin mereka bikin postingan atau engga.
Kalo terpantau gak ada mulai dikira aneh2…
Kayak yang, sejak kapan empati duka utk seseorang dinilai dari postingan sosial media sih?