Dua minggu lalu aku ketemu guruku dari SD, Pak Ridwan, di sebuah acara online. Beliau ngasih nasihat ke kami, murid-muridnya yang menurutku ngena banget.
“Murid-murid Bapak gak usah ya cari jabatan. Fokus sama memperbesar tabungan jiwa.”
Kenapa nasihat ini ngena banget? Karena hari ini banyak anak muda seusiaku yang fokusnya pada personal branding semata tapi wadah rezeki atau tabungan jiwanya gak ditambah. Pak Ridwan menggambarkan ini ke dalam bagan 3 dimensi.
Dewasa ini kita banyak melihat orang “meminta jabatan” atau “menampilkan dirinya” lebih besar dari tabungan jiwanya sendiri. Artinya sebenernya kapasitas dia belum di situ, tapi brandingnya seakan-akan udah jauh lebih keren (sampe CV-nya yang inflated itu diiklanin di instagram, misalnya). Atau sampai mati-matian mengubah aturan agar tabungan jiwa yang minim itu dipaksakan untuk “membayar” jabatan yang malah mencelakakan banyak orang.
Padahal ya sebuah posisi pilihannya cuma dua: memuliakan atau menghinakan. Kalau tabungan jiwa kita lebih kecil dari posisi kita hari ini, biasanya utang itu harus dibayar di kemudian hari. Entah dengan kerugian di bisnis, ditipu partner, ketahuan gak bayar pegawai dengan layak, korupsi, gak mampu ngerjain kerjaan di jabatan kita hari ini, atau ngeluarin kebijakan yang mencelakakan banyak orang. Tentu lebih banyak lagi possibility-nya.
It’s an important note for all of us. Being confident is important. But lying to others and to yourself, deceiving many people through manipulating regulation (ehm) and manipulating your CV and personal branding is a no :)
Semoga setiap harinya kita bisa selalu jadi pribadi yang jujur, dan semoga Allah nempatin kita di posisi yang memang kita layak mendapatkannya, karena tabungan jiwa kita sudah cukup untuk menghidupi posisi itu.
Btw, iya, ini Pak Ridwan yang itu, pelatih olimpiade matematika, yang juga pendiri Klinik Pendidikan MIPA di Bogor.
#agustusbagus Day 6, tentang sebuah nasihat
A coffee shop in Singapore invented the "Sweet Little Rain."
This coffee or tea is served with a puff of cotton candy.
The steam from the coffee rises to dissolve the cotton candy, and the puff begins to "rain" onto the coffee cup.
@NagaVVijaya @Dennysiregar7 Jgn2 maksudnya perumahan untuk kuburan kali, kam rumah masa depan juga tu
Jgn2 singkatan tapera itu Tabungan Pemakaman Rakyat
Share dari seorang sahabat dokter orthopedi di kota bogor.
Prihatin dan sedih rasanya, utk berbagai salah paham dan stigma yg dipercaya masyarakat :
1. Ke rumah sakit mahal -> Pdhl bisa full ditanggung BPJS, malah ke alternatif mahal, jual mcm2 akhirnya ttp ga sembuh
2. Ke dokter nanti diamputasi -> Kami dokter, bukan tukang jagal daging, tindakan amputasi adalah pilihan tindakan TERAKHIR, saat kakinya sudah mati/terinfeksi berat/rusak yang sangat berat, yang ironisnya banyak terjadi akibat pengobatan alternatif.
Yukk teman2, lebih kritis lagi ya dengan pengobatan utk kita dan saudara kita
Yaampuuun kasian banget yang namanya Kiky.
Yang satu di cut tayangan Roasting,
Yang satu di cut jadi juara Cooking.
Hahaha
Anjaaaay kalimat berima lagi.
Yang baper berarti bajer 🙏🏻
Banyak yang menganggap Bu Mega sombong dan arogan karena pada waktu pengumuman Cawapres Ganjar, Bu Mega menyebut "Cawapres yang dipilih PDI-P", bukan "Cawapres yang dipilih PDI-P dan Koalisi".
Tapi dalam ilmu politik itu memang yang benar, karena PDI-P bisa mengusung Capres/Cawapres sendiri. Sementara partai² lain yang berkoalisi dengan PDI-P mendukung Ganjar disebut partai pendukung.
Salah satu cara untuk bebas finansial adalah dengan frugal living
Awalnya gue mengira frugal living itu hanya soal hidup irit
Untungnya Vicki Robin, pencetus Frugal Living membagikan ilmunya secara lengkap di buku Your Money or Your Life
3 insights dari buku ini
🧵Utas