“Kami tidak takut pada Corona. Kami hanya takut pada Tuhan”
Benarkah? Bagaimana kalau gini:
“Saya & keluarga takut kena Corona sehingga tak lagi sempat beribadah padaMu & tak bisa lagi bermanfaat utk sesama, padahal dosa kami menumpuk —tak tahu surga atau neraka yg menunggu?”
Dear Friends and Colleagues,
To a joyful present and a well-remembered past. Best wishes for Happy Holidays and a magnificent New Year. Merry Christmas!
Warm wishes,
Nadirsyah Hosen
Met Natal dan Tahun Baru bagi yang merayakan. Dariku : Asmaul Natal .. kolaborasiku bersama arranger @bintangbass violinist Sutendri Yusuf pembuat clip @dodidw Bianglala Choir dan Padus Sanctuary Gereja Kudus di Indonesia
It is totally unacceptable to see such casual ignorance on racism. We will not stay silent on this issue…
Non sono più tollerabili superficialità e ignoranza sul tema del razzismo. Non resteremo più in silenzio davanti a questo problema.
#togetheragainstracism
Sebelum Hijrah:
“Ya Allah, besarnya dosaku. Aku makhluk berdosa”
Setelah Hijrah:
“Ya Allah, rusak dan berdosa semua orang di sekitarku. Laknat!”
[Jangan ya bro/sis. Jangan “hijrah” yg spt ini. Jangan putus asa dg rahmat Allah; jangan pula memutus rahmat Allah utk yg lain”]
"Dan jangan satu kaum merendahkan kaum lainnya." (QS 49:11) Nabi pun ber-kali2 ajarkan itu Tapi knp, kdg cuma utk luruskan kesalahan org (yg blm tentu juga salah), kita yg beragama mudah merendahkan org lain. Seolah tak ada dg kata2 santun. Sdh sejauh itukah kita dari ajaranNya?